4 April 2026
Beranda blog Halaman 43047

Kasus Korupsi PSSI Dinilai Mandek, Mahasiswa Pati Datangi Polda Jateng

Banda Aceh, Aktual.co — Mahasiswa menilai penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tahun 2010 dan 2012 terhadap PSSI dengan terlapor mantan Ketua Umum dan Bendahara Pengcab PSSI setempat, Sunarwi dan Mudasir dinilai lambat.

Pasalnya, kasus telah dilaporkan sejak Februari lalu, dan penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng yang menangani belum mengeluarkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan)-nya.

Ketua Aliansi Mahasiswa Pati, Afif Jalal mengancam, pihaknya akan mengerahkan sebanyak sekitar 1.200 mahasiswa asal Pati di Kota Semarang dan sekitarnya untuk aksi unjuk rasa, menuntut penyelidikan kasusnya.

“Jika tak segera ditangani, kami akan menggelar aksi demontransi ke Polda. Ada sekitar 1.200 mahasiswa siap turun ke Polda, menuntut penanganan kasusnya,” kata Afif kepada wartawan usai mendatangi Ditreskrimsus Polda Jateng, Rabu (15/10).

Kedatangan mereka ini merupakan kali yang ketiga sejak pertengahan 2012 silam. Selain menanyakan perkembangan pengusutan kasus, kedatangan para mahasiswa ini juga terkait klarifikasi sejumlah barang bukti yang dijadikan dasar laporan dugaan korupsi sebesar hampir Rp 2 miliar itu.

“Kami dimintai keterangan, terkait klarifikasi alat bukti. Seperti hasil pemeriksaan BPK tahun 2010 dan 2012, Surat Keputusan, nota belanja yang diindikasi ada mark up senilai hampir Rp 1 miliar lebih,” kata Afif usai memberikan keterangan di Unit IV Subdit III Ditreskrimsus.
 
Menurutnya, penyidik seharusnya segera menindaklanjuti laporannya dan mengeluarkan SP2HP. Pasalnya, lambatnya penanganan akan semakin menimbulkan ketidakkodusifan situasi di PSSI Pati.

“Sampai sekarang SP2HP belum turun dan lambat. Oleh penyidik dijawab usai gelar perkara. Tapi sampai kapan. Sejak kami laporan sampai sekarang belum ada. Aturannya sendiri, sebulan sekali seharusnya diberikan. Kondisi itu menjadi situasi di Pati tidak kondusif, khususnya masalah pesepakbolaan,” kata dia.

Penanganan kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan dua anggota dewan Pati itu diduga mandek dan belum ditagani. Kasus itu tahun 2013 silam sudah dilaporkan, namun kembali dilaporkan Februari lalu, setelah laporan pertama dilaporkan hilang.

Artikel ini ditulis oleh:

Bonaran: Syukran Jamilan Ketemu Akil di Akbar Institute

Jakarta, Aktual.co — Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang menegaskan kembali bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan Akil Mochtar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
Bonaran menyebutkan wakilnya lah, Syukran Jamilan Tanjung  yang pernah bertemu dengan Akil, Rabu (15/10).
“Yang penting yang pernah ketemu Akil itu bukan saya. Saya hanya bilang Sukran Jamilan Tanjung ketemu dengan Akil di Akbar Institute,” kata Bonaran, Rabu (15/10).
Bonaran mengakui, pernah diajak Sukran untuk bertemu Akil. Namun ia menolak ajakan tersebut. Ia juga tidak mengetahui maksud ajakan wakilnya itu bertemu dengan Akil.
“Saya waktu itu diajak Sukran untuk ketemu, saya tidak mau,” ucap Bonaran.
Untuk itu lah Bonaran meminta KPK untuk mengusut pertemuan wakilnya dengan mantan Ketua MK tersebut.
“Saya minta supaya diperiksa, ada apa dalam pertemuan itu,” ujar Bonaran.
Bonaran merupakan tersangka kasus dugaan suap penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah di Mahkamah Konstitusi.
Bupati Tapanuli Tengah itu disangkakan KPK melanggar Pasal 6 ayat 1 a, uu nomor 31 sebagaimana diubah nomor 20 ayat 1. Kasus ini masih dikembangkan. Saat ini ia mendekam di Rumah Tahanan Militer Guntur.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Permainan Tradisional Bisa Menunjang Pariwisata Daerah

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, berpendapat bahwa permainan tradisional khas suatu daerah dapat menunjang sektor pariwisata.
“Setiap daerah mempunyai ciri khas dan adat istiadat yang berbeda. Khazanah budaya tersebut merupakan salah satu modal dasar untuk mendukung sektor pariwisata, kata Kepala Bidang Seni Budaya Disbudpar Kabupaten Bangka, Windiati di Sungailiat, Rabu (15/10).
Ia menambahkan, untuk mendukung majunya sektor pariwisata, salah satunya dengan memperkenalkan budaya permainan untuk dijadikan wisata seni ketika ada wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Bangka.
“Bangka ini mempunyai banyak permainan tradisional, mulai dari permainan tek-tek, gogoser pasir, caklingking, ninjit-nijit semut, ular naga, congklak, lompat tali, dan sebagainya yang merupakan ciri khas suatu daerah dan harus terus dilestarikan sebagai penarik wisatawan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, permainan-permainan tradisional tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri dan keunikan bagi wisatawan jika berkunjung ke Pulau Bangka ini.
“Kita mempunyai banyak potensi wisata alam, wisata olahraga, seni budaya, tari, kuliner. Nah disitu nanti kita bisa padukan atau kembangkan dengan permainan tradisional tentunya dengan kemasan yang lebih menarik lagi,” katanya.
Menurutnya, beberapa daerah wisata di Indonesia telah dan mulai mengembangkan permainan tradisional ini untuk disuguhkan dan “dijual” kepada turis yang datang berkunjung.
“Kami melihat Magelang, Madura, dan Lombok sudah sangat gencar memperkenalkan wisata permainan tradisional ke wisatawan domestik dan mancanegara. Bahkan di Magelang sudah berdiri kampung budaya dan bahasa serta taman atau kampung ‘dolanan’ permainan tradisional untuk menarik turis mancanegara,” jelasnya.
Ia berharap, perpaduan wisata alam, budaya, seni, tarian, kuliner, bisa saling mendukung, untuk memajukan pariwisata Bangka.
“Kita bisa menggali semua potensi wisata daerah sendiri, dan masyarakat juga harus mendukung karena masih banyak potensi wisata yang belum kita gali, perlu digarap sehingga bisa diperkenalkan dan dapat dilestarikan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Demo PT Arun Berakhir Ricuh

Banda Aceh, Aktual.co — Demonstrasi yang dilakukan puluhan mahasiswa dan masyarakat eks Blang Lancang, Lhokseumawe, Rabu (15/10) di depan PT Arun NGL Lhokseumawe, Aceh berlangsung ricuh.

Amatan Aktual.co, puluhan mahasiswa dan masyarakat itu membawa poster dan spanduk berisi tuntutan pada pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, Pertamina dan PT Arun NGL agar memenuhi janjinya untuk melakukan pembebasan lahan pada masyarakat yang tergusur ketika perusahaan pengolah gas itu dibangun tahun 1975 silam.

Awalnya aksi berlangsung damai. Demonstran hanya membakar ban bekas sekitar 100 meter dari gerbang PT Arun. Namun, belakangan aksi saling dorong terjadi antar demonstran dan puluhan polisi yang menjaga ketat demo tersebut. Bahkan, puluhan demonstran berhasil menerobos barikade polisi dan memukul serta menendang pintu gerbang PT Arun. Beruntung, pintung gerbang itu telah ditutup rapat.

Koordinator aksi, Putri Juanda menyebutkan sejak tahun 2009 mereka telah menuntut hak atas ganti rugi yang belum dibayar oleh negara untuk 542 kepala keluarga di pabrik itu. Belakangan disepakati bahwa pemerintah akan melakukan pembebasan lahan seluas 121,9 hektare untuk warga tergusur itu di Desa Ujong Pacu, Lhokseumawe. Namun, sampai sekarang janji itu belum terealisasi.

“Kami minta pemerintah, Pertamina harus menepati janjinya. Jika tidak dipenuhi tuntutan kami hari ini, maka kami akan menduduki PT Arun,” terang Putri.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Arun, Gusti Aziz menyebutkan persoalan itu telah dibahas oleh PT Pertamina dan pemerintah pusat. “Yang saya tahu persoalan itu masih dalam pembahasan. Jadi, sedang dibahas bagaimana mekanismenya dan lain sebagainya. Itu yang dapat saya jelaskan,” pungkasnya. Sampai berita ini dikirimkan aksi masih berlangsung dan belum ada satu pun perwakilan dari manajemen PT Arun menemui para demonstran.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Turun Tangan, Golkar Nilai Komunikasi Politik PDIP Lemah

Jakarta, Aktual.co — Politikus Partai Golkar Tantowi Yahya menilai komunikasi politik yang dilakukan PDI Perjuangan lemah. Hal itu membuat presiden terpilih yang diusung PDIP Joko Widodo harus turun tangan melakukan safari politik ke sejumlah ketua umum parpol Koalisi Merah Putih (KMP).
Terlebih saat Jokowi menemui Ketum Golkar Aburizal Bakrie pada, Selasa (14/10) kemarin, tidak adanya elite PDIP yang menemani Jokowi.
“Silakan rakyat yang menilai kenapa Pak Jokowi dalam melakukan safari politik tidak ditemani oleh politisi PDIP, PKB, Hanura dan NasDem,” kata Tantowi di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/10).
Tantowi yang juga juru bicara KMP justru memperkirakan upaya safari politik yang dilakukan Jokowi itu saran dari Tim Transisi bukan dari partai koalisi pendukungnya. Sebab, kata dia, tidak mungkin Jokowi melakukan safari politik tanpa pertimbangan dari pihak yang selama ini menemaninya.
“Tentu apa yang dilakukan Jokowi sudah melalui pertimbangan. Itu produk rapat anggota tim transisi, out put nya adalah safari politik,” sebutnya.
Namun, Tantowi tetap mengapresiasi langkah Jokowi tersebut. Cara itu menurutnya bisa mencairkan suasana politik.
“Kita hargai Jokowi bersafari ke KMP. Pertemuan itu menetralisir. So far so good. Pertemuan itu langkah awal mencairnya komunikasi,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

GMJ Sepakati Dua Poin untuk Lengserkan Ahok

Jakarta, Aktual.co —Sejumlah pimpinan ormas kedaerahan dan ormas Islam se-Jakarta berkumpul di kawasan Jatinegara Jakarta Timur, Selasa (14/10) malam tadi.
Mereka berkumpul untuk menyatukan sikap menolak naiknya Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Thaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Dalam pertemuan itu mereka sepakat membentuk organ baru, bernama Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) dan bersepakat akan melengserkan Ahok lewat jalur konstitusi.
Humas Front Betawi Rempug (FBR) Enjun membenarkan kabar itu. Saat dihubungi Aktual.co, dia mengatakan malam tadi memang ada pertemuan di kediaman salah seorang ulama dan juga merupakan toloh Betawi, KH. Fachrurozi Ishak.
Kata Enjun, dalam pertemuan semalam berhasil dirumuskan dua poin. 
“Pertama menolak Ahok sebagai Gubernur DKI, dan kedua mendesak DPRD untuk menggunakan hak-haknya menolak Ahok,” kata H. Enjun, di Jakarta, Rabu (14/10).
Ditambahkan dia, pertemuan itu juga dihadiri dewan-dewan masjid seluruh Jakarta. Rencananya, dalam waktu dekat mereka akan membuka posko-posko menolak Ahok di masjid dan mushola di Jakarta.
“GMJ ini akan buat posko-posko tolak Ahok di setiap Masjid dan Mushola se-Jakarta. juga dikumpulin petisi tolak Ahok yang nantinya akan dibawa ke DPRD DKI Jakarta, kita desak hak angket dan interpelasi untuk tidak angkat Ahok sebagai Gubernur,” tegas H.Enjun
Selain itu, GMJ juga akan menggelar aksi damai menolak Ahok pada 10 November mendatang yang bertepatan dengan hari Pahlawan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain