4 April 2026
Beranda blog Halaman 43049

Jokowi Temui Ical, Bendum Golkar: Tak Ada Kesepakatan Politik

Jakarta, Aktual.co — Bendahara umum Partai Golkar Setya Novanto memastikan tidak ada kesepakatan politik dalam pertemuan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie dengan presiden terpilih Joko Widodo, Selasa (14/10) kemarin.
Bahkan setelah bertemu Jokowi, Ical langsung menyampaikan prihal pertemuan dirinya dengan Jokowi ke seluruh Ketua Parpol yang tergabung di dalam Koalisi Merah Putih.
“Saya rasa Aburizal Bakrie mewakili KMP dan tadi malam Pak Aburizal dengan ketua-ketua (KMP) telah sampaikan pertemuan itu,” kata Setya Novanto di gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/10).
Petinggi KMP, kata Setya, menilai pertemuan Jokowi-Ical sangat positif dalam konteks hubungan pemerintah dengan KMP sebagai penyeimbang dan kekuatan terbesar di parlemen.
“Apa yang jadi program pemerintah yang baik dikoordinasikan dengan DPR, dan kita selaku fungsi legislasi, pengawasan dan budgeting tentu akan berikan konstribusi yang besar kalau pemerintah baik,” kata Setya yang juga Ketua DPR RI.
Pihaknya membantah ada deal politik antara Jokowi dengan Ical, terutama jelang pemilihan pimpinan komisi, dan juga jelang finalnya pembentukan kabinet Jokowi-JK.
“‎Tidak ada deal  (Kesepakatan) politik. Tapi bagaimana ini hal yang kondusif antara KMP dengan pemerintah,” kata Setya.
Seperti diketahui, Presiden terpilih Joko Widodo menggelar pertemuan dengan ketua umum Golkar yang juga ketua presidium Koalisi Merah Putih Aburizal Bakrie, Selasa (14/10) kemarin.

Artikel ini ditulis oleh:

Fadli Zon Pastikan Prabowo Terima Kunjungan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, Ketua Umum Partainya Prabowo Subianto pasti akan menerima kunjungan Presiden terpilih Joko Widodo.
Menurut Fadli, pertemuan ini adalah sebuah silaturahmi sekaligus menepis ketegangan antara mereka berdua.
“Kalau ada keinginan dari Pak Jokowi untuk ketemu, saya kira Pak Prabowo menerima. Masa orang mau silaturahmi tidak bisa,” kata Fadli di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/10).
Namun Fadli mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti rencana Jokowi untuk pertemuan tersebut.
“Kita dengar tapi kita belum tahu rencana untuk melakukan itu,” kata dia. (Baca:  Setelah Bertemu Ical, Jokowi Akan Temui Prabowo)
Sebelumnya, Jokowi berencana menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Hal itu dilakukan Jokowi setelah dirinya bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua Presidium Koalisi Merah Putih (KMP), Aburizal Bakrie, di Restoran Kunstkring, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/10).
Hal itu disampaikan langsung oleh Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto yang turut menemani Jokowi bertemu Ical.

Artikel ini ditulis oleh:

Bisa Bikin Macet, Ahok Tetap Izinkan Arak-arakan Jokowi-JK

Jakarta, Aktual.co —Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata mengizinkan ribuan relawan pendukung pasangan presiden terpilih Joko Widodo -Jusuf Kalla untuk melakukan aksi arak-arakan dari Gedung DPR/MPR RI hingga kawasan Monas, saat pelantikan 20 Oktober nanti.
Alasannya, Ahok menganggap acara tersebut adalah acara lima tahun sekali dan dianggap wajar.
“Lima tahun sekali, okelah. Monas juga boleh kok,” ujar Ahok, di Balaikota, Selasa (14/10).
Dia bahkan tidak mengkhawatirkan akan resiko kemacetan yang sangat mungkin terjadi saat dilakukannya arak-arakan, mengingat hari pelantikan Jokowi-JK jatuh pada hari Senin yang merupakan hari kerja. 
Ditambah lagi kawasan yang menjadi jalur arak-arakan merupakan kawasan vital di Jakarta yang padat gedung perkantoran. 
Ahok justru menyerahkan semua pengaturan ketertiban di pelaksanaan arak-arakan kepada pihak kepolisian.”Biar polisi saja itu yang ngatur,” ujarnya.
Sebagai informasi, puluhan ribu relawan Jokowi-JK dikabarkan akan mengarak pasangan itu usai pelantikan 20 Oktober di Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta Pusat.
Arak-arakan akan berpusat di kawasan Monas. Pasangan itu pun dijadwalkan membuka acara dan berpidato di hadapan rakyat yang telah berkumpul. 

Artikel ini ditulis oleh:

Bonaran: Yang Kenal Akil Wakil Saya

Jakarta, Aktual.co —  Tersangka Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang, menegaskan dirinya tidak mengenal dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar. Bonaran juga menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan uang kepada Akil Mochtar.
“Soal saya, saya kan dari dulu saya katakan saya tidak kenal Akil Mochtar, saya tidak pernah memberikan uang ke Akil Mochtar dan kepada siapapun di dunia ini 1,8 miliar, 2 miliar, 3 miliar, kok saya jadi tersangka sekarang?,” ujar Bonaran saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/10).
Bonaran menjelaskan, wakilnya dia lah yang pernah bertemu dengan Akil Mochtar dan berbincang mengenai Pilkada Tapanuli Tengah. Mengenai hal itu, Bonaran mengakui dirinya sangat tidak setuju.
“Saya sudah katakan yang pernah bertemu dengan Akil Mochtar itu wakil saya, Syukron Jamila Tanjung. Saya sudah katakan Syukron Jamila Tanjung ketemu di Akbar Institute. Itu mereka saling bicara mengenai Pilkada Tapanuli Tengah. Saya marah, tidak boleh bicara seperti itu.Jadi begitu,” tegas Bonaran yang mengenakan rompi oranye tahanan KPK.
KPK menyangkakan Bonaran sebagai penyuap Akil. Bonaran membantah hal tersebut, menurutnya Akil bukanlah hakim panel dirinya. Ia menegaskan tidak ada hubungan antara dirinya dengan Akil.
“Sangkaan KPK saya menyuap Akil. Akil itu bukan hakim panel saya dan bukan ketua MK waktu perkara saya,” jelas Bonaran.
“Apa korelasinya Akil saya suap? Nggak ada gitu loh. Dan saya tidak kenal Akil dan saya tidak pernah memberikan uang kepada Akil atau kepada siapapun termasuk anda! (menunjuk pewarta),” tegas Bonaran.
“Kalau ada yang bisa membuktikan saya pernah memberikan uang kepada siapapun silakan tahan saya. Tidak adauang saya kan,” tantang Bonaran.
Bonaran disangkakan KPK melanggar Pasal 6 ayat 1 a, uu nomor 31 sebagaimana diubah nomor 20 ayat 1. Kasus ini masih dikembangkan. Pemberian sesuatu atau hakim dalam hal ini adalah Akil Mochtar. Dalam kasus sengketa Pilkada di Tapanuli Tengah.
Sebelumnya, Raja Bonaran Situmeang mendaftarkan pengujian UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) ke Mahkamah Konstitusi terkait penetapan tersangka dirinya oleh KPK dalam kasus suap terhadap mantan Ketua MK Akil Mochtar.
Bonaran meminta MK membatalkan pasal 1 angka 14, pasal 17, dan pasal 21 ayat 1 KUHAP atau paling tidak mahkamah memberikan tafsir mengenai dua alat bukti sah tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

KPK Periksa Pimpinan Umum Harian Koran Riau

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi terkait kasus‎ dugaan suap terkait Pengajuan Revisi Fungsi Hutan di Provinsi Riau tahun anggaran 2014 ke Kementerian Kehutanan.
Saksi-saksi tersebut akan diperiksa untuk tersangka Gubenur Riau Annas Maamun dan Pengusaha kelapa sawit Gulat Medali Emas Manurung, Rabu (15/10).
Dua orang saksi untuk politisi Golkar Annas Maamun tersebut yaitu anggota Polri yang merupakan ajudannya, Triyanto dan Edi Ahmad RM, Pimpinan Umum Harian Koran Riau.
“Mereka jadi saksi untuk tersangka AM (Annas Maamun),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Rabu (15/10).
Sedangkan saksi untuk Gulat Manurung adalah Noor Charis Putra yang merupakan Kepala Seksi Jalan Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi Riau‎.
“Kalau yang bersangkutan untuk tersangka GM (Gulat Manurung),” kata Priharsa.
Seperti yang diberitakan, sebelumnya Ketua KPK, Abraham Samad menetapkan Annas Maamun (AM) dan Gulat Medali Emas Manurung (GM) sebagai tersangka dalam kasus alih fungsi hutan tanaman industri dan ijon proyek lainnya di Riau.
Tersangka AM, gubernur Riau tersebut disangkakan pasal melanggar pasal 12 a atau 12 b atau pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
Sedangkan tersangka GM, yang merupakan pihak pemberi suap, disangkakan pasal melanggar pasal 5 ayat 1 a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
GM adalah pengusaha yang mempunyai kebun kelapa sawit seluas 140 hektar yang masuk kedalam Hutan Tanaman Industri (HTI). GM menginginkan kebun kelapa sawitnya diberikan izin untuk berubah wilayah.
Annas diduga menerima uang suap sebesar Rp 2 miliar dari Gulat.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Amien Rais-Hatta Rajasa Adakan Pertemuan dengan Anggota Fraksi PAN

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa dan Ketua Majelis Pertimbangan Amien Rais datang ke ruang Fraksi PAN di lantai 20, gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/10). 
Kehadiran dua tokoh ini dibenarkan oleh politikus PAN Viva Yoga Mauladi melalui pesan singkat. Menurutnya, Hatta dan Amien hadir dalam rangka pembekalan anggota DPR Fraksi PAN periode 2014-2019.
“Pak Amien Rais dan Ketua Umum Hatta Rajasa hadir di Fraksi PAN DPR dalam rangka pembekalan anggota DPR periode 2014-2019,” kata dia.
Dia mengatakan, 48 anggota Fraksi PAN hadir dalam acara tersebut, termasuk Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain