Pengendara melintas di samping enam truk tanah milik tersangka kasus dugaan suap sengketa pilkada Lebak dan Banten serta dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di halaman parkir gedung KPK, Jakarta, Sabtu (8/3/2014). KPK menyita enam truk tanah sedang yang diduga hasil pencucian uang wawan. Aktual/Tino Oktaviano
Pengendara melintas di samping enam truk tanah milik tersangka kasus dugaan suap sengketa pilkada Lebak dan Banten serta dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di halaman parkir gedung KPK, Jakarta, Sabtu (8/3/2014). KPK menyita enam truk tanah sedang yang diduga hasil pencucian uang wawan. Aktual/Tino Oktaviano
Pengendara melintas di samping enam truk tanah milik tersangka kasus dugaan suap sengketa pilkada Lebak dan Banten serta dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di halaman parkir gedung KPK, Jakarta, Sabtu (8/3/2014). KPK menyita enam truk tanah sedang yang diduga hasil pencucian uang wawan. Aktual/Tino Oktaviano
Pengendara melintas di samping enam truk tanah milik tersangka kasus dugaan suap sengketa pilkada Lebak dan Banten serta dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di halaman parkir gedung KPK, Jakarta, Sabtu (8/3/2014). KPK menyita enam truk tanah sedang yang diduga hasil pencucian uang wawan. Aktual/Tino Oktaviano
Pengendara melintas di samping enam truk tanah milik tersangka kasus dugaan suap sengketa pilkada Lebak dan Banten serta dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di halaman parkir gedung KPK, Jakarta, Sabtu (8/3/2014). KPK menyita enam truk tanah sedang yang diduga hasil pencucian uang wawan. Aktual/Tino Oktaviano
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan (BNP2) TKI Jumhur Hidayat mendeklarasikan Aliansi Rakyat Merdeka di Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (8/3/2014). Dalam orasinya, Jumhur mengatakan dirinya percaya integritas PDI Perjuangan sebagai partai yang memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia. Aktual/Tino Oktaviano
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan (BNP2) TKI Jumhur Hidayat mendeklarasikan Aliansi Rakyat Merdeka di Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (8/3/2014). Dalam orasinya, Jumhur mengatakan dirinya percaya integritas PDI Perjuangan sebagai partai yang memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia. Aktual/Tino Oktaviano
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan (BNP2) TKI Jumhur Hidayat mendeklarasikan Aliansi Rakyat Merdeka di Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (8/3/2014). Dalam orasinya, Jumhur mengatakan dirinya percaya integritas PDI Perjuangan sebagai partai yang memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia. Aktual/Tino Oktaviano
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan (BNP2) TKI Jumhur Hidayat mendeklarasikan Aliansi Rakyat Merdeka di Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (8/3/2014). Dalam orasinya, Jumhur mengatakan dirinya percaya integritas PDI Perjuangan sebagai partai yang memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia. Aktual/Tino Oktaviano
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) memegang kaos bertuliskan "I Love Prabowo" saat peluncuran merchandise I Love Prabowo di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Ahok mendukung penuh terhadap Calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dukungan itu dibuktikan saat dirinya ikut mengkampanyekan merchandise I Love Prabowo yang dibuat oleh para simpatisan dan kader Gerindra, juga setuju dengan istilah I Love Prabowo yang telah mau membuat merchandise baik tas, topi maupun game oleh para simpatisan. Aktual/Tino Oktaviano
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) memegang kaos bertuliskan "I Love Prabowo" saat peluncuran merchandise I Love Prabowo di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Ahok mendukung penuh terhadap Calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dukungan itu dibuktikan saat dirinya ikut mengkampanyekan merchandise I Love Prabowo yang dibuat oleh para simpatisan dan kader Gerindra, juga setuju dengan istilah I Love Prabowo yang telah mau membuat merchandise baik tas, topi maupun game oleh para simpatisan. Aktual/Tino Oktaviano
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) memegang kaos bertuliskan "I Love Prabowo" saat peluncuran merchandise I Love Prabowo di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Ahok mendukung penuh terhadap Calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dukungan itu dibuktikan saat dirinya ikut mengkampanyekan merchandise I Love Prabowo yang dibuat oleh para simpatisan dan kader Gerindra, juga setuju dengan istilah I Love Prabowo yang telah mau membuat merchandise baik tas, topi maupun game oleh para simpatisan. Aktual/Tino Oktaviano
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) memegang kaos bertuliskan "I Love Prabowo" saat peluncuran merchandise I Love Prabowo di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Ahok mendukung penuh terhadap Calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dukungan itu dibuktikan saat dirinya ikut mengkampanyekan merchandise I Love Prabowo yang dibuat oleh para simpatisan dan kader Gerindra, juga setuju dengan istilah I Love Prabowo yang telah mau membuat merchandise baik tas, topi maupun game oleh para simpatisan. Aktual/Tino Oktaviano
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) memegang kaos bertuliskan “I Love Prabowo” saat peluncuran merchandise I Love Prabowo di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Ahok mendukung penuh terhadap Calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dukungan itu dibuktikan saat dirinya ikut mengkampanyekan merchandise I Love Prabowo yang dibuat oleh para simpatisan dan kader Gerindra, juga setuju dengan istilah I Love Prabowo yang telah mau membuat merchandise baik tas, topi maupun game oleh para simpatisan. Aktual/Tino Oktaviano
Dari kiri ke kanan, Peneliti Hukum Perludem Fadli Ramadhanil, Moderator Ibrahim dan Koordinator Fitra Uchok Sky Khadafi, saat berdiskusi seputar penyelewengan dan Bansos di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Angaran negara menjadi rawan diselewengkan demi modal Pemilu April mendatang. Data Indonesia Corruption Watch (ICW), menyebutkan total dana bansos di 15 kementerian naik dari Rp 40,30 triliun pada APBN 2012 menjadi Rp 69,54 triliun pada APBN 2013. Bahkan dana tersebut meningkat menjadi Rp 82 triliun pada APBN-P 2013. Aktual/Tino Oktaviano
Dari kiri ke kanan, Peneliti Hukum Perludem Fadli Ramadhanil, Moderator Ibrahim dan Koordinator Fitra Uchok Sky Khadafi, saat berdiskusi seputar penyelewengan dan Bansos di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Angaran negara menjadi rawan diselewengkan demi modal Pemilu April mendatang. Data Indonesia Corruption Watch (ICW), menyebutkan total dana bansos di 15 kementerian naik dari Rp 40,30 triliun pada APBN 2012 menjadi Rp 69,54 triliun pada APBN 2013. Bahkan dana tersebut meningkat menjadi Rp 82 triliun pada APBN-P 2013. Aktual/Tino Oktaviano
Dari kiri ke kanan, Peneliti Hukum Perludem Fadli Ramadhanil, Moderator Ibrahim dan Koordinator Fitra Uchok Sky Khadafi, saat berdiskusi seputar penyelewengan dan Bansos di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Angaran negara menjadi rawan diselewengkan demi modal Pemilu April mendatang. Data Indonesia Corruption Watch (ICW), menyebutkan total dana bansos di 15 kementerian naik dari Rp 40,30 triliun pada APBN 2012 menjadi Rp 69,54 triliun pada APBN 2013. Bahkan dana tersebut meningkat menjadi Rp 82 triliun pada APBN-P 2013. Aktual/Tino Oktaviano
Dari kiri ke kanan, Peneliti Hukum Perludem Fadli Ramadhanil, Moderator Ibrahim dan Koordinator Fitra Uchok Sky Khadafi, saat berdiskusi seputar penyelewengan dan Bansos di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Angaran negara menjadi rawan diselewengkan demi modal Pemilu April mendatang. Data Indonesia Corruption Watch (ICW), menyebutkan total dana bansos di 15 kementerian naik dari Rp 40,30 triliun pada APBN 2012 menjadi Rp 69,54 triliun pada APBN 2013. Bahkan dana tersebut meningkat menjadi Rp 82 triliun pada APBN-P 2013. Aktual/Tino Oktaviano
Dari kiri ke kanan, Peneliti Hukum Perludem Fadli Ramadhanil, Moderator Ibrahim dan Koordinator Fitra Uchok Sky Khadafi, saat berdiskusi seputar penyelewengan dan Bansos di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Angaran negara menjadi rawan diselewengkan demi modal Pemilu April mendatang. Data Indonesia Corruption Watch (ICW), menyebutkan total dana bansos di 15 kementerian naik dari Rp 40,30 triliun pada APBN 2012 menjadi Rp 69,54 triliun pada APBN 2013. Bahkan dana tersebut meningkat menjadi Rp 82 triliun pada APBN-P 2013. Aktual/Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.co — Memanasnya kembali perbincangan publik atas kasus bailout Bank Century yang menjerat beberapa nama Deputi Bank Indonesia (BI) membuat salah satu Peserta Capres Konvensi Rakyat, Rizal Ramli, turut angkat bicara atas kasus tersebut. Dalam komentarnya Rizal Ramli, mengatakan bahwa Budiono harus mempertanggungjawabkan secara hukum atas kasus bailout Bank Century yang merugikan negara Rp6,7 triliun, dan segera mengundurkan diri dari jabatanya. Selain itu Rizal Ramli juga meminta Budiono untuk tidak selalu menyalahkan bawahannya sewaktu ia menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Pasalnya menurut Rizal Ramli, “perilaku tersebut tidak mencerminkan Sikap pemimpin atau ksatria Jawa yang pantas dijadikan teladan.” Hal itu ia kemukakan seusai mengikuti acara Serial Seminar Dewan Guru Besar Universitas Indonesia dengan tema “Indonesia Menjawab Tantangan: Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang” yang digelar di aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Jakarta Pusat, Jumat (7/3).
Jakarta, Aktual.co —Enam kandidat calon presiden Konvensi Partai Demokrat dan Konvensi Rakyat bentukan Salahuddin Wahid mulai berani buka mulut. Mereka saling debat tentang masa depan negara dalam acara Serial Seminar Dewan Guru Besar Universitas Indonesia yang digelar di aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Jakarta Pusat, Jumat (7/3/2014) dengan tema “Indonesia Menjawab Tantangan: Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang” Kubu capres konvensi Demokrat diwakili Gita Wirjawan, Anies Baswedan, dan Ali Masykur Musa, beradu melawan capres Konvensi Rakyat Yusril Ihza Mahendra, Rizal Ramli dan Isran Noor. Seusai mengikuti acara tersebut,satu dari enam peserta debat Capres Konvensi yaitu, Isran Noor mengatakan bahwa dirinya sangat mensyukuri dengan adanya acara tersebut. karena menurutnya, dengan acara tersebut dapat dijadikan panggung untuk menyampaikan gagasan dan pemikiranya untuk kemajuan bangsa.