12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 742

Korea Utara Murka atas Serangan AS ke Iran, Siap Ikut Campur Tangan?

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menghadiri upacara peluncuran kapal selam serang nuklir taktis baru di Korea Utara, dalam gambar yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara pada 8 September 2023 .Aktual/ KCNA via REUTERS

JAkarta, aktual.com – Korea Utara menyampaikan kecaman keras terhadap serangan militer Amerika Serikat (AS) ke tiga fasilitas nuklir utama milik Iran, yakni Natanz, Isfahan, dan Fordow. Pyongyang menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keamanan nasional sebuah negara.

Mengutip pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang dilansir Reuters, Senin (23/6/2025), negara itu menilai AS dan Israel sebagai aktor utama di balik meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah. Serangan itu dipandang sebagai bentuk nyata dari “gerakan perang tanpa henti dan ekspansi wilayah” yang dilakukan oleh Yerusalem dan didukung negara-negara Barat.

“Korea Utara mengecam keras serangan AS terhadap Iran yang dengan kejam menginjak-injak integritas wilayah dan kepentingan keamanan negara yang berdaulat,” ujar juru bicara Kemlu Korea Utara yang tidak disebutkan namanya.

Pyongyang juga menyerukan komunitas internasional untuk bersatu dan mengecam tindakan konfrontatif yang dilakukan AS dan Israel, demi menjaga stabilitas global.

Di sisi lain, pernyataan keras ini memunculkan spekulasi akan adanya dukungan langsung Korea Utara terhadap Iran, khususnya dalam membantu membangun kembali fasilitas nuklir yang hancur akibat serangan udara AS.

Peneliti senior dari Carnegie Endowment for International Peace, Ankit Panda, mengungkapkan bahwa Korea Utara bisa saja memberikan bantuan teknis dan strategis bagi Iran untuk merelokasi atau menyembunyikan fasilitas barunya dari pengawasan global.

“Iran dan Korea Utara memiliki sejarah panjang dalam kerja sama militer, termasuk pengembangan rudal balistik. Tapi sejauh ini belum jelas apakah mereka akan memperluas kolaborasi ke program senjata nuklir secara terbuka,” kata Panda.

Lebih jauh, berdasarkan informasi dari intelijen AS dan Ukraina, Korea Utara selama satu tahun terakhir telah memperkuat bantuan militernya kepada Rusia, yang juga merupakan mitra strategis Iran. Dukungan itu mencakup pengiriman ribuan tentara, rudal balistik, hingga senjata ringan untuk keperluan perang di Ukraina.

Kondisi ini menambah rumit dinamika geopolitik global, karena menunjukkan poros kerja sama strategis antara Korea Utara, Iran, dan Rusia, yang berseberangan langsung dengan koalisi negara-negara Barat.

Sementara itu, Iran belum mengambil tindakan balasan besar terhadap serangan AS, namun telah menyatakan akan menggunakan seluruh opsi untuk membela kedaulatan negaranya. Ketegangan di kawasan diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu dekat jika tidak ada inisiatif diplomatik yang kuat.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

DPR Minta Polisi Sigap Cegah Potensi KDRT

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah. ANTARA/HO-DPR

Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta pihak kepolisian lebih sigap menggencarkan tindakan preventif guna mencegah potensi timbulnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), seperti yang viral terjadi di Bekasi, Jawa Barat, seorang pemuda yang menganiaya ibunya sendiri.

Abdullah mengungkapkan bahwa kasus KDRT marak terjadi terutama kepada perempuan, tetapi tidak viral seperti kasus yang terjadi di Bekasi. Maka, pencegahan kasus KDRT tidak cukup hanya dengan upaya represif saja, dengan memenjarakan pelaku.

“Pencegahan peristiwa KDRT mesti lebih digencarkan agar tidak banyak pihak yang menjadi korban dan mengalami kerugian,” kata Abdullah di Jakarta, Senin (23/6).

Menurut dia, pencegahan kasus KDRT merupakan tugas kepolisian sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam UU tersebut, polisi berperan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan dalam masyarakat.

Untuk itu, dia mengatakan bahwa tindakan preventif terhadap KDRT juga mesti melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Misalnya, dengan Komnas Perempuan, Komnas Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta pemerintah daerah, mulai dari dinas terkait, kelurahan, RT, RW, hingga lembaga layanan korban.

Melalui kolaborasi tersebut, dia ingin agar pihak kepolisian mampu aktif mendeteksi potensi-potensi kasus KDRT yang bisa timbul berdasarkan laporan jejaring masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Dengan penguatan internal kepolisian dan kolaborasi bersama berbagai pihak, kita berharap polisi tidak lagi sekadar menunggu laporan,” katanya.

Wakil rakyat ini mengecam atas adanya kasus seorang pemuda yang menganiaya ibunya tersebut.

“Tidak boleh ada satu pun warga negara yang menjadi korban KDRT akibat kelengahan dari sistem,” katanya.

Dengan memperkuat tindakan preventif atau pencegahan, dia berharap masa depan yang lebih aman dan beradab dapat diwujudkan untuk semua keluarga Indonesia.

Sebelumnya, polisi sudah membekuk pemuda berinisial MI (22) yang diduga menganiaya ibunya sendiri di Kota Bekasi, Jawa Barat. Dari penuturan kepolisian, MI menganiaya ibunya karena menolak untuk meminjam motor dari tetangga.

Aksi MI yang menganiaya ibunya itu pun sempat terekam melalui video yang beredar, salah satunya diunggah di akun Instagram resmi Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (@ahmadsahroni88). Aksi pemuda itu pun menuai kecaman dari warganet.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Konflik Geopolitik Ancam Stabilitas Pangan, Johan Rosihan Desak Transformasi Kebijakan Fundamental

Anggota MPR dari Fraksi PKS, Johan Rosihan. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Anggota MPR dari Fraksi PKS, Johan Rosihan menilai konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Israel, dengan keterlibatan Amerika Serikat, telah menimbulkan ancaman serius terhadap stabilitas ketahanan pangan Indonesia. Situasi ini menuntut respons kebijakan cepat dan strategis dari pemerintah.

“Perang yang terjadi di Timur Tengah kini menjelma menjadi krisis global yang turut mengancam stabilitas harga pangan di dalam negeri,” ujar Johan Rosihan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Johan menyoroti dampak langsung konflik ini terhadap lonjakan harga minyak mentah global. “Harga Brent pernah menyentuh 93 dolar AS per barel. Di Indonesia, ini artinya biaya distribusi pangan naik, transportasi terganggu, dan ongkos usaha tani melonjak. Petani kita menanggung beban ganda,” jelasnya.

Menurut Johan, meskipun data terkini per Mei-Juni 2025 menunjukkan harga minyak Brent berada di kisaran $79.21 per barel dan Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) turun menjadi $62.75 per barel pada Mei 2025 dari $76.81 pada Januari 2025, volatilitas harga tetap menjadi risiko fundamental yang mengancam stabilitas biaya produksi dan distribusi pangan.

Johan menambahkan dampak dari kenaikan harga bahan pokok melampaui indikator ekonomi semata. Kenaikan harga ini secara langsung menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, peningkatan angka kemiskinan, dan masalah gizi serta kesehatan, terutama di kalangan anak-anak. Krisis pangan juga dapat memicu ketidakpuasan dan keresahan sosial, bahkan berujung pada protes atau penjarahan oleh kelompok masyarakat rentan.  Indonesia sendiri pernah menduduki peringkat ketiga tertinggi dalam tingkat kelaparan di kawasan ASEAN pada tahun 2020.

“Kondisi ini memperlihatkan bahwa sistem pangan nasional kita masih sangat rentan terhadap guncangan global. Ketergantungan impor untuk komoditas strategis seperti kedelai, gandum, dan bawang putih semakin memperparah risiko ketahanan pangan,” tegas anggota DPR Komisi IV ini. Data menunjukkan ketergantungan impor kedelai mencapai 78,44%, gandum hampir 100%, dan bawang putih mencapai 90,64% bahkan 95% pada Desember 2023.

Menanggapi kerentanan ini, Johan Rosihan mendesak pemerintah untuk mendorong transformasi kebijakan yang komprehensif menuju kemandirian pangan jangka panjang. “Langkah reaktif seperti penambahan impor atau operasi pasar belum cukup menjawab tantangan struktural tersebut,” katanya.

Karena itu, Johan Rosihan menawarkan solusi mencakup Percepatan Transisi Energi di Sektor Pertanian.  Dia mencontohkan keberhasilan pemanfaatan pompa listrik untuk irigasi di Kabupaten Cirebon yang menekan biaya dari Rp4,8 juta menjadi hanya Rp720 ribu per musim tanam. Program “Electrifying Agriculture” oleh PLN telah menunjukkan dampak positif signifikan, dengan lebih dari 240.000 peserta di seluruh Indonesia pada akhir 2023, dan konsumsi listrik khusus untuk EA meningkat 9% menjadi lebih dari 5 Terawatt-jam (TWh). Penggunaan motor listrik terbukti lebih efisien dibandingkan diesel, menghasilkan penghematan biaya bahan bakar sekitar 183%.

Selain itu, Johan juga menyebutkan soal Penguatan Hilirisasi Pangan Lokal, yaitu pengolahan produk pertanian mentah menjadi barang olahan bernilai tambah tinggi, dapat meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha. Setiap peningkatan satu unit kebijakan hilirisasi dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan di sektor pertanian sebesar 3,309 unit, Hilirisasi juga menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi ketergantungan impor, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. “Menteri Pertanian bahkan menargetkan peningkatan ekspor kelapa dari Rp20 triliun menjadi Rp60 triliun melalui hilirisasi,” ungkapnya

Kemudian, Pengembangan Sistem Distribusi Terintegrasi Berbasis Energi Terbarukan. “Konsep ini, yang merupakan perpanjangan logis dari transisi energi di sektor pertanian, bertujuan untuk mengurangi biaya logistik, meminimalkan kerugian pascapanen, dan memastikan ketersediaan pangan yang lebih stabil di seluruh wilayah,” tambah Johan

“Jika negara ingin tahan terhadap krisis global, maka dapur rakyat harus dijaga. Ketahanan pangan harus menjadi prioritas kebijakan fiskal, energi, dan perdagangan kita,” kata Johan .

“Ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi atau pertanian, melainkan pilar fundamental dari stabilitas dan pertahanan nasional. Krisis pangan dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, politik, dan sosial yang mendalam.  Mengintegrasikan ketahanan pangan ke dalam strategi pertahanan nasional adalah hal yang terpenting untuk menjaga ketahanan jangka panjang, kedaulatan, dan kesejahteraan warga negara,” pungkas Johan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Menlu Iran Tiba di Moskow Bahas Serangan Amerika Terhadap Fasilitas Nuklir

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.

Istanbul, aktual.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, MInggu (22/6) tiba di Moskow untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas serangan terbaru yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran, menurut laporan kantor berita Mehr.

Araghchi dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin (23/6) bersama Putin dan pejabat tinggi Rusia untuk membahas isu-isu regional dan internasional pasca serangan tersebut.

Sebelumnya, di Istanbul, Sabtu (21/6), Menlu Iran mengumumkan bahwa kunjungannya ke Moskow merupakan bagian dari “kemitraan strategis” antara Teheran dan Moskow.

Presiden AS Donald Trump, Minggu pagi memastikan bahwa pasukannya telah membombardir tiga lokasi fasilitas nuklir Iran yang terletak di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Serangan tersebut dilakukan dengan enam bom penghancur bunker yang dijatuhkan ke fasilitas Fordow menggunakan pesawat siluman B-2, disusul dengan puluhan rudal jelajah yang diluncurkan dari kapal selam ke fasilitas Natanz dan Isfahan.

Serangan itu menjadi bagian dari eskalasi terbaru dalam serangan militer Israel terhadap Iran yang didukung Amerika Serikat sejak Jumat (13/6), yang kemudian memicu respons balasan dari Teheran.

Otoritas Israel menyatakan bahwa sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan rudal Iran sejak serangan balasan dimulai.

Sementara itu, di Iran, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa 430 orang tewas dan lebih dari 3.500 lainnya terluka akibat serangan Israel.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Nadiem Makarim Penuhi Panggilan Kejagung Terkait Kasus Chromebook

Salah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019)

Jakarta, aktual.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin pagi (23/6/2025). Kehadiran Nadiem terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), khususnya laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun.

Nadiem tiba di Gedung Bundar Kejagung sekitar pukul 09.10 WIB, didampingi tim kuasa hukumnya. Ia tampak mengenakan batik krem dan membawa tas jinjing hitam. Saat disapa awak media, pendiri Go-Jek itu hanya tersenyum tanpa memberikan komentar, kemudian langsung memasuki ruang pemeriksaan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menjelaskan bahwa Nadiem diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Mendikbudristek periode 2019–2024 yang dinilai mengetahui proses dan pelaksanaan pengadaan program digitalisasi pendidikan, termasuk pengadaan Chromebook.

“Itu nanti akan dipertanyakan bagaimana prosesnya, bagaimana pengetahuan yang bersangkutan terhadap hal ini,” kata Harli di Kejagung, Jumat (20/6/2025).

Kasus ini bermula dari program pengadaan peralatan TIK bagi jenjang SD, SMP, dan SMA yang dilakukan oleh Kemendikbudristek. Salah satu komponen utamanya adalah pengadaan laptop Chromebook yang sempat diuji coba sejak era Mendikbud sebelumnya, Muhadjir Effendy.

Meski saat itu perangkat dinilai tidak optimal karena bergantung pada jaringan internet—yang belum merata di seluruh Indonesia—pengadaan Chromebook tetap dilanjutkan pada masa kepemimpinan Nadiem.

Pihak Kejagung menduga adanya pemufakatan jahat dalam pengadaan alat TIK tersebut, dengan nilai total proyek mencapai Rp9,9 triliun. Hal ini menjadi dasar penyelidikan lanjutan terhadap sejumlah pejabat terkait, termasuk Nadiem.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Nadiem menyatakan bahwa pengadaan Chromebook dilakukan khusus untuk wilayah-wilayah yang telah memiliki akses internet stabil. Ia juga menekankan bahwa Chromebook dipilih karena tingkat keamanannya yang lebih tinggi, serta harga yang lebih murah 10–30% dibandingkan laptop konvensional lainnya.

Hingga kini, Kejagung masih mendalami sejauh mana peran dan tanggung jawab para pihak dalam proyek tersebut. Nadiem menjadi salah satu tokoh kunci yang dimintai keterangan untuk mengungkap proses pengambilan keputusan dalam program pengadaan digitalisasi pendidikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Denny JA Lahirkan Genre Lukisan Imajinasi Nusantara

Ayatollah Ali Khamenei (Iran)
Jakarta, aktual.com – Panasnya perang Israel–Iran. Gempuran udara Amerika Serikat ke wilayah Iran. Luka kemanusiaan yang terus menganga di Jalur Gaza. Dunia seperti mendekati titik kulminasi sejarah kelam abad ini.
Namun di tengah gejolak itu, satu narasi tanding ditawarkan bukan lewat senjata, melainkan lewat karya seni. Denny JA, sastrawan, pelukis, dan pemikir publik Indonesia, merespons tragedi global ini dengan melahirkan serial lukisan perdamaian yang diberi judul The Deal of Century.
Ujar Denny, “lukisan ini sekaligus doa agar imajinasi perdamaian tercipta.”
Bukan sekadar lukisan. Ia menawarkan sebuah genre baru yang digagasnya sendiri: Imajinasi Nusantara.
The Deal of Century adalah Mimpi yang Dilukiskan
Empat tokoh dunia hadir dalam kanvas: Donald Trump (AS), Benyamin Netanyahu (Israel), Ayatollah Ali Khamenei (Iran), dan Mahmoud Abbas (Palestina).
Mereka berdiri dengan ekspresi khas, mengenakan batik Nusantara yang memesona. Di belakang mereka: merpati membawa ranting zaitun, jet tempur yang berhenti di langit, bola dunia, mikrofon perdamaian.
Tajuk besar terpampang: THE DEAL OF CENTURY.
Sebuah kesepakatan perdamaian global digambarkan secara simbolik: dua negara merdeka berdampingan—Israel dan Palestina—yang saling menghormati.
Dalam narasi imajiner itu, keempat tokoh menandatangani perjanjian bersejarah dan dianugerahi Nobel Perdamaian. Dunia pun bernafas lega.
Namun Denny JA tak berhenti hanya pada pesan damai. Ia memperkenalkan sesuatu yang lebih besar: genre lukisan baru yang disebutnya sebagai Imajinasi Nusantara.
Apa Itu Genre Imajinasi Nusantara?
Jika dalam sastra Denny JA dikenal sebagai pencetus puisi esai, maka dalam seni rupa ia kini memperkenalkan genre Imajinasi Nusantara—sebuah pendekatan lukisan yang belum pernah ada sebelumnya.
Genre ini lahir dari tiga elemen utama:
1.Batik sebagai representasi budaya Nusantara, dikenakan para tokoh dengan corak mencolok dan sangat detail. Batik bukan sekadar dekorasi, tapi menjadi simbol identitas, harmoni, dan spiritualitas lokal.
2.Figur manusia yang dilukis secara realistis dan proporsional, dengan wajah yang kuat secara ekspresif, tubuh yang utuh secara anatomis, dan emosi yang disampaikan secara lembut namun dalam.
3.Latar belakang yang imajinatif dan surealis, dengan langit tak biasa, burung-burung simbolik, awan yang bermakna, kabut yang menyiratkan harapan, serta benda-benda melayang yang menyuarakan semesta batin dan spiritualitas.
Apa Bedanya dengan Genre Lukisan Lain?
Berbeda dari realisme murni yang meniru dunia apa adanya, atau surrealisme murni yang membebaskan bentuk tanpa batas, Imajinasi Nusantara menggabungkan realisme tubuh dan surrealisme lingkungan dengan akar budaya Indonesia.
Di dunia Barat, kita mengenal Impresionisme lahir di Prancis, Kubisme dari Picasso, Ekspresionisme dari Jerman, dan Abstrak dari Kandinsky.
Kini, dari Indonesia, muncul genre baru yang menyatukan estetika lokal dan visi global: Imajinasi Nusantara.
Ini bukan genre eksotik yang hanya berlaku lokal. Dengan tokoh dunia seperti Trump dan Netanyahu memakai batik, genre ini menjadi medium diplomasi kultural. Lukisan menjadi pernyataan.
Galeri di Hotel: Demokratisasi Seni
Sejak 2022 hingga 2025, Denny JA telah menghasilkan lebih dari 600 lukisan bersama asisten AI-nya. Lukisan-lukisan ini tidak disimpan di ruang elitis galeri internasional, tapi justru dipamerkan di 8 hotel budget di Jakarta dan Jawa Barat, agar masyarakat dari berbagai latar dapat menikmatinya secara langsung.
Lukisan menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Seni tidak harus eksklusif. Itulah semangat demokratisasi seni rupa yang diusung Denny JA.
Kini, ia melangkah lebih jauh. Sebanyak 50 lukisan baru sedang disiapkan, semuanya dengan genre Imajinasi Nusantara.
Ini bukan proyek biasa. Ini adalah deklarasi seni dari seorang seniman yang ingin memberi sumbangan pada sejarah lukisan dunia—bahwa dari Indonesia, ada genre lukisan khas yang lahir dari batik, dari surrealisme, dan dari tubuh manusia yang utuh.
Denny JA menegaskan bahwa semua pelukis besar dunia yang mewarnai sejarah seni—umumnya juga membawa serta satu genre baru yang memperkaya dunia. Kini giliran Indonesia ikut meletakkan warna dalam palet sejarah itu.
Di tengah luka dan bara konflik, lukisan The Deal of Century hadir bukan sebagai utopia kosong. Ia adalah doa visual, sebuah ziarah estetis menuju kemungkinan yang lebih damai, lebih beradab.
Seperti kata Rumi: “What you seek is seeking you.”
Maka, jika perdamaian yang kita cari, biarkan lukisan ini menjadi doa kolektif kita.
Denny JA telah membukakan jalannya: melalui Imajinasi Nusantara, dunia bisa kita bayangkan ulang—dengan batik, dengan seni, dan dengan harapan. *

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain