11 Januari 2026
Beranda blog Halaman 743

Kualitas Udara di Jakarta Tidak Sehat

Arsip foto - Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Kamis (6/3/2025). ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/sgd/Spt/pri.

Jakarta, aktual.com – Kualitas udara Kota Jakarta masuk kategori tidak sehat pada Senin ini dan masyarakat disarankan mengenakan masker saat keluar rumah, demikian seperti dinyatakan dalam laman IQAir yang diperbaharui pada pukul 05.00 WIB.

IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 154 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 11,9 mikrogram per meter kubik atau 13,1 kali lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Adapun PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara termasuk debu, asap dan jelaga. Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Rekomendasi kesehatan mengingat kualitas udara saat ini, yakni menghindari beraktivitas di luar ruangan, mengenakan masker saat berada di luar, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor, dan menyalakan penyaring udara.

Kualitas udara Jakarta tercatat berada pada urutan ketiga sebagai kota paling berpolusi di Indonesia, selain Tangerang, Banten dengan poin 180 diikuti Bandung, Jawa Barat (157).

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembangkan Kawasan Rendah Emisi Terpadu (KRE-T) untuk mengendalikan polusi udara, menurunkan emisi, memperbaiki kualitas udara, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara adil dan inklusif.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan KRE-T bukan sekadar kebijakan tunggal, melainkan rangkaian intervensi multi sektor.

Ini merupakan kelanjutan komitmen Jakarta dalam Rencana Pembangunan Rendah Karbon sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2021 dan Keputusan Gubernur Nomor 576 Tahun 2023 tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Catur Iran

Foto, Gedung di Israel yang hancur dihantam Rudal Iran.

Oleh: Tengku Zulkifli Usman

Pengamat GeoPolitik.

SERANGAN yang dilakukan AS terhadap 3 situs nuklir Iran, sampai saat ini tidak bisa menjawab satu pertanyaan besar, apakah benar AS dan Israel telah berhasil melumpuhkan kekuatan nuklir Iran?

Jawabannya sangat simpel, serangan AS ke situs nuklir Iran sama sekali tidak merusak apapun secara substansial dalam program nuklir Iran. Itu hanya langkah frustasi trump dibawah tekanan Netanyahu dan lobby Israel di gedung putih.

Iran sudah tau persis bahwa AS akan menyerang situs nuklirnya, Iran sudah lama memindahkan semua aset nuklirnya ke lokasi yang aman. Dan itu bukan Fordow, Isfahan, atau Natanz. Yang tau persis lokasinya hanya Ali Khamenei dan Tuhan saja. Yang lain gak tau.

Iran memiliki 9.000 kg uranium, dan ini semua sudah diamankan sejak jauh jauh hari sebelum Israel dan AS menyerang Iran peka lalu.

Iran sangat well prepared soal ini, isu nuklir Iran adalah isu sensitif dan Iran sangat paham bagaimana cara mengamankan nuklirnya.

Akan terdengar sangat konyol bagi Iran yang sudah diembargo 46 tahun, dan diserang Israel membabi-buta pekan lalu, tapi fasilitas nuklir Iran tidak diamankan lalu bebas menjadi sasaran empuk AS – Israel.

Dua bulan sebelum Israel menyerang Iran, Iran telah memindahkan total 1,100 unit Centrifugal jenis IR-1 dan 3,000 unit Centrifugal jenis IR-6. Semuanya sudah diamankan jauh-jauh hari. Serangan AS ke situs nuklir Iran adalah serangan kosong.

Yang menarik justru, pesawat pengebom AS yang melakukan serangan ke Fordow, Isfahan, dan Natanz kemarin melakukan serangan dengan buru buru. AS tau, telat sedikit meninggalkan Iran, maka pesawat bomber seharga puluhan triliun itu bisa jadi debu. Iran saat ini memiliki sistem senjata yang bisa menembak jatuh pesawat bomber B2 AS yang diklaim sangat siluman tersebut.

Ditambah lagi, pada dasarnya Fordow, Isfahan, dan Natanz bukanlah situs nuklir Iran paling penting, masih ada beberapa titik penyimpanan nuklir Iran yang sangat rahasia lain yang saya sering sebut, bahkan jin pun gak tau persis adanya dimana.

Sumber sumber yang dekat dengan Ali Khamenei menyebut, lokasinya ada di Parchin dan Busher. Sekali lagi tidak ada yang tau persis. Jadi, jika AS dan Israel mengklaim mereka telah menghancurkan nuklir Iran, itu adalah ilusi dan delusi.

Nuklir Iran dibangun sejak tahun 2000an. 2006 tepat nya. Dan 10 tahun lalu, perjanjian JCPOA antara Iran dan AS, plus 6 negara besar lainnya tidak menemukan titik temu apapun. Sampai sampai AS menarik diri  dari perjanjian ini.

Perlu dipahami, bahwa nuklir Iran diawasi oleh IAEA, Iran adalah negara anggota NPT, seharusnya nuklir Iran dilindungi internasional karena bersifat damai. Tapi AS dan Israel ngotot bahwa nuklir Iran apapun jenisnya wajib dimusnahkan. Ini adalah kekonyolan AS dan Israel.

Iran dengan mendapatkan serangan ini, ada baiknya menarik diri dari keanggotaan NPT atau Non Poliferation Treaty. Percuma jadi anggota NPT, kalau nuklirnya diserang. Tapi saat ini, Iran perlu bersabar sedikit.

Iran tidak perlu mengambil sikap membalas serangan AS dengan menyerang semua pangkalan militer AS di seluruh kawasan teluk. Iran hanya perlu terus fokus menggempur Tel Aviv sampai babak belur tanpa ampun. Karena setiap rudal yang jatuh ke Israel adalah pil pahit bagi Washington dan semua sekutunya.

Membalas serangan AS dengan menargetkan pangkalan militer AS di seluruh kawasan teluk hanya akan menyedot energi Iran dan hal ini sangat tidak substansial. Kecuali AS menaikkan eskalasi di hari hari mendatang. Sejauh ini, Iran Masih melakukan aksi-aksi retaliasi yang terukur dan on the right track.

Kehancuran kota-kota di Israel saat ini adalah pukulan politik dan GeoPolitic paling berat terhadap AS dan Israel itu sendiri. Ini lebih sakit daripada kena hantam rudal secara langsung.

Ekonomi Israel saat ini lumpuh, sosial chaos, sesama elit politik Israel saling cakar cakaran, elit politik Israel hidup di bungker, jutaan rakyat Israel dalam ketakutan, dan Israel dalam dua pekan berubah menjadi negara yang tidak layak huni. Hal seperti ini tidak akan kita ketahui dari media, kena sensor.

Iran juga tidak perlu menutup selat Hormuz, karena ini akan merugikan ekonomi global terutama yang paling kena dampak adalah China, partner Iran itu sendiri. Selat Hormuz adalah selat dimana 50% wara-wiri minyak dari dan ke China melintas, dan hanya 5% kepentingan minyak AS melintas lewat selat itu. Yang paling berdampak justru China dan Eropa.

Menutup selat Hormuz hanya akan mendapatkan tekanan terhadap Iran secara internasional, dan tekanan ini akan dimanfaatkan AS untuk mencari legitimasi menyerang Iran skala penuh dengan alasan stabilitas keamanan perairan internasional.

Iran baru harus menutup selat Hormuz, jika AS meningkatkan eskalasi dan membahayakan kepentingan Iran secara eksistensial. Maka jangankan selat Hormuz, Iran juga perlu mengaktifkan seluruh sel kekuatan yang ada di berbagai belahan dunia untuk menyerang kepentingan AS dan Israel tanpa aba-aba.

Sejauh ini, pemimpin Tertinggi Iran masih mengambil sikap yang terukur tapi sangat destruktif. Iran sangat fokus menyerang Israel dan tidak mau fokusnya terbelah. Iran menyerang Israel dengan rudal-rudal yang sangat mematikan. Tidak pernah kebayang dalam pikiran pimpinan Israel akan mendapatkan balasan sepahit ini.

Di hari-hari mendatang, kemungkinan Iran akan membidik fasilitas nuklir Israel yang ada di Dimona dan gurun Negev. Serangan nuklir wajib dibalas dengan serangan nuklir, mata dengan mata, dan nyawa bayar nyawa.

Aktivitas diplomasi Iran saat ini berjalan dengan lancar dan profesional walaupun di tengah kondisi perang, Menlu Iran dijadwalkan akan terbang ke Rusia menemui Putin. Tema -tema besar akan mereka bahas. Ini perang fisik sekaligus perang propaganda. Iran perlu intens dengan China dan Rusia. Negara yang saat ini berperang dengan AS di Ukraina dan di Taiwan.

Di lain sisi, Iran terus meningkatkan serangan terhadap Israel, ini akan sangat memukul mental dan psikologi Israel dan AS. Iran juga memberikan sinyal akan menutup pintu diplomasi dengan AS apabila penyerangan terhadap Iran berlanjut.

Setelah menyerang situs nuklir Iran kemarin, AS memberi sinyal siap berdialog. Menlu AS Marco Rubio mengatakan siap kembali duduk dengan Iran untuk diskusi. Iran cuek.

AS juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan AS di Iran kemarin adalah menyerang nuklir Iran bukan melawan rakyat Iran. AS melawan rezim Iran bukan ingin memerangi rakyat Iran. Retorika ini menunjukkan AS khawatir akan soliditas rakyat Iran yang saat ini solid disamping Ali Khamenei untuk melawan AS dan Israel.

AS mengirim sinyal dialog dan membuka jalan diskusi setelah serangan kosong kemarin ke Fordow, Isfahan, dan Natanz. Jawaban Iran simpel: No Thanku, gak ada dialog apapun dengan AS saat ini.

Semakin lama perang ini berlangsung, semakin hancur Tel Aviv dan seluruh kota kota di Israel. Dan ini sangat cukup bagi Iran untuk menjelaskan posisinya soal kedaulatannya.

Semakin hancur Israel baik secara politik, ekonomi, atau Geopolitik, ini juga sangat cukup untuk membuat AS malu di depan dunia internasional, tanpa Iran harus membalas AS dengan rudal rudal hipersonik ke aset aset militer AS sebagai balasan atas serangan kemarin.

Apa yang harus Iran fokuskan sekarang adalah, continue to destroy Israel harshly and trust no one! ***

 

 

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

Rizal Maulana Malik

Harga Emas Antam Stabil di Harga Rp1.942 Juta/Gram

Emas batangan antam

Jakarta, aktual.com – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (23/6) tetap dibanderol dengan harga Rp1.942.000 per gram atau harga jual yang sama sejak 21 Juni 2025.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut stabil di Rp1.786.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.021.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.942.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.824.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.711.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.485.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.915.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp47.162.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp94.265.000

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp188.412.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp470.765.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp941.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.882.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

UPN Veteran Jakarta Dorong UMKM Subang Tingkatkan Penjualan Melalui Media Pemasaran Berbasis Syariah

Subang, Aktual.com – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Kediri, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Media dalam Pemasaran Berbasis Syariah untuk Meningkatkan Penjualan Usaha UMKM”, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM dalam menggunakan media digital sebagai sarana promosi yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah, sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan.

Kegiatan yang diinsiasi oleh tim dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Program Studi Ekonomi Syariah ini juga bertujuan untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua tim pelaksana, Fadhli suko menjelaskan dalam kegiatan ini pelaku usaha diberikan pengetahuan praktis yang relevan dengan era digital.

“Kami membekali mereka (pelaku UMKM) dengan kemampuan membuat konten promosi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sesuai dengan etika syariah, seperti kejujuran dalam informasi, menghindari unsur manipulatif, serta mendorong transaksi yang adil dan transparan,” ujar Fadhli (16/06).

Lebih lanjut, dia menjelaskan peserta diajarkan membuat media promosi digital seperti poster, katalog produk, hingga pengelolaan media sosial secara profesional. Selain itu peserta juga diberikan pemahaman tentang konsep pemasaran syariah serta penerapannya dalam konteks bisnis sehari-hari.

Pelatihan ini meliputi Pelatihan dilakukan sebanyak tiga sesi setiap harinya, para pemateri merupakan Dosen dari program studi ekonomi syariah UPN “Veteran” Jakarta yang memberikan materi mengenai media promosi dan cara promosi sesuai prinsip islam.

Sesi terakhir dilakukan praktek langsung oleh peserta, peserta mencoba menggunakan Membuat media promosi dari berbagai platform media sosial yang akan mereka gunakan untuk memasarkan produk yang mereka jual.

Peserta menyambut baik kegiatan ini dan berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa dapat terus berlanjut.

“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Banyak pelaku UMKM di desa kami yang belum memahami pentingnya promosi digital. Semoga ini menjadi awal perubahan menuju usaha yang lebih maju dan berkah,” ujar Salkim, salah seorang peserta antusias.

Bukan hanya meberikan pelatihan teknis saja, pelaksanaan kegiatan ini juga akan dilakukan evaluasi guna memantau dan membina peserta.

“Monitoring dan evaluasi akan dilakukan dalam beberapa waktu kedepan selama 3 bulan untuk memantau laporan penjualan dan pemasaran pelaku usaha peserta,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Usai Dibombardir AS, Menlu Iran Berangkat ke Moskow Temui Presiden Putin

Keterangan pers Menlu Iran Abbas Araghchi di Istanbul Turki sebelum berangkat ke Moskow Rusia untuk temui Presiden Rusia Vladimir Putin - tangkapan layar X

Istanbul, Aktual.com – Eskalasi konflik semakin memuncak setelah militer Amerika Serikat bersama Israel  menyerang  tiga fasilitas nuklir vital Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan. Setelah pernyataan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, yang juga mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang mengatakan kalau sejumlah negara siap memasok langsung senjata nuklir ke Iran. Kini Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan berangkat ke Rusia, langsung dari Istanbul Turki, pada Minggu (22/6) sore waktu setempat.

Dilansir dari Times of India, keberangkatan Abbas Araghchi merupakan kunjungan tingkat tinggi ke Moskow untuk bertemu dengan tokoh-tokoh penting Kremlin yang mengisyaratkan kemungkinan dukungan nuklir untuk Teheran. ”Saya akan ke Moskow sore ini,” kata Araghchi pada konferensi pers di Istanbul, Turki pada Minggu siang (22/6) waktu setempat.

Ia juga mengatakan di Moskow pihaknya akan mengadakan konsultasi serius dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (23/6). Araghchi menyebut Moskow sebagai mitra strategis, sambil menambahkan bahwa Iran dan Rusia ”selalu berkonsultasi satu sama lain dan sambil mengkoordinasikan posisi kami.”

Berikut point-point penting pernyataan Menlu Iran Abbas Araghchi dalam keterangan pers-nya di Istanbul, Turki, sebelum berangkat ke Moskow : ”Semua orang harus tahu bahwa kami menempuh jalur diplomasi, tetapi AS dan rezim Zionis melancarkan serangan agresif terhadap Iran dan rakyatnya, dan kami akan menggunakan semua kemampuan kami untuk membela diri.”

Ia juga mengatakan : ”Tidak masuk akal untuk menuntut Iran kembali ke jalur diplomasi. Saya tidak tahu seberapa banyak ruang yang tersisa untuk diplomasi setelah fasilitas nuklir kita dibom oleh AS & Israel.”

Araghchi juga menyindir AS yang menurutnya hanya paham bahasa kekerasan. ”AS tidak diplomatis dan hanya memahami bahasa kekerasan dan ancaman. Mereka telah menunjukkan bahwa mereka tidak menghormati piagam internasional dan hukum internasional, serta tidak mematuhi satu pun dari hukum tersebut,” kata Araghchi.

Menurut Araghchi, Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) telah gagal melindungi Iran. ”NPT gagal melindungi kita. Saya akan menuju Moskow untuk bertemu dengan Putin. Rusia adalah sahabat Iran dan kami memiliki kemitraan strategis dengannya.”

Sementara dilansir dari Politico Eu, diketahui kalau Rusia sejak lama adalah sekutu dekat Iran. Teheran memasok Moskow dengan drone militer untuk menyerang Ukraina, dan sebagai imbalannya, Iran menerima bantuan untuk program nuklir sipilnya.

Sejak awal, Kremlin secara konsisten menyuarakan penentangan keras terhadap gagasan pergantian rezim di Iran. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov baru-baru ini menyebut diskusi semacam itu ”tidak dapat diterima” dan memperingatkan bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan ”membuka kotak Pandora,” yang mengarah pada ekstremisme di dalam negeri.

Untuk diketahui, masih dilansir dari Times of India,  pengumuman keberangkatan Araghchi ke Moskow hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pesawat pengebom siluman B-2 AS telah menyerang situs nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan milik Iran.

Kunjungan tersebut menyusul panggilan telepon antara Araghchi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang mengutuk agresi Israel dan menjanjikan dukungan diplomatik berkelanjutan dari Moskow.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran – Fordo, Natanz, dan Isfahan – dengan dukungan penuh dari Israel. Langkah ini secara resmi menandai keterlibatan langsung AS dalam perang antara Israel dan Iran, yang kini memasuki eskalasi paling serius dalam beberapa dekade.

”Militer AS baru saja melaksanakan serangan presisi besar-besaran terhadap tiga fasilitas utama nuklir rezim Iran… Fordo, Natanz, dan Isfahan,” ujar Trump dalam pidato dari Gedung Putih. Ia menyebut operasi tersebut sebagai ”operasi yang dunia belum lihat dalam puluhan tahun.”

Trump juga memperingatkan bahwa jika tidak ada perdamaian, maka akan ada tragedi bagi Iran yang jauh lebih besar. ”Fasilitas nuklir Iran telah hancur total. Iran sekarang harus hidup damai. Jika ini tidak dilakukan, maka serangan akan semakin gencar,” ancam Trump. Ia juga mengatakan setiap balasan Iran terhadap AS akan dihadapi dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

Padahal baru sehari sebelum serangan itu, Trump Meski mengatakan akan menunggu dua minggu sebelum memutuskan aksi militer AS ke Iran. Namun kenyataannya serangan ini menjadi sinyal berakhirnya jalur diplomatik. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang sedang berupaya merintis dialog damai di Jenewa, Swiss menegaskan bahwa ”sudah tidak mungkin bernegosiasi ketika rakyat kami dibombardir oleh AS dan Israel.”

Serangan AS ini dilakukan dengan peluncuran lebih dari 30 rudal Tomahawk dari beberapa kapal selam AL AS, dan dikombinasikan dengan beberapa pesawat bomber siluman B-2 yang  menembakkan belasan bom khusus penghancur bunker GBU-57 yang masing-masing seberat 13,6 ton.

Iran sendiri menyebut serangan AS ini sebagai ’titik balik’ dan mengutuk keterlibatan langsung AS. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan : ”Setiap intervensi militer AS akan direspons dengan kerusakan yang tak bisa diperbaiki.”

Menurut media pemerintah Iran, jumlah korban tewas di Iran akibat serangan Israel dan kini ditambah AS telah mencapai 430 orang, dengan lebih 3.500 orang luka-luka. Sedangkan di pihak Israel, tercatat 24 warga sipil tewas akibat serangan rudal Iran.

(Indra Bonaparte)

 

 

Dmitry Medvedev : Sejumlah Negara Siap Pasok Hulu Ledak Nuklir Langsung ke Iran

Mantan Presiden Rusia/Mantan PM Rusia Dmitry Medvedev, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia - foto X

Moskow, Aktual.com – Seusai serangan udara militer Amerika Serikat (AS) ke Iran yang menargetkan tiga fasilitas nuklir vital Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan. Iran langsung bereaksi keras dengan menyatakan pasti merespon serangan tersebut. Namun yang lebih mengkhawatirkan justru datang dari mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang juga mantan Perdana Menteri Rusia, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia.

Melalui akun X resminya, Medvedev mengatakan bahwa serangan AS dan Israel tersebut telah gagal secara militer dan politik, dan justru dapat memicu konsekuensi nuklir yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia juga menegaskan, bahwa sejumlah negara siap memasok langsung Iran dengan hulu ledak nuklir mereka sendiri.

”Pengayaan bahan nuklir — dan, sekarang kita dapat mengatakannya secara langsung, produksi senjata nuklir di masa depan — akan terus berlanjut. Sejumlah negara siap memasok langsung Iran dengan hulu ledak nuklir mereka sendiri,” tulis Medvedev, pada Minggu (22/6).

Berikut pernyataan Medvedev di akun X-nya : ”Infrastruktur penting siklus bahan bakar nuklir tampaknya tidak terpengaruh atau hanya mengalami kerusakan kecil. Pengayaan bahan nuklir — dan, sekarang kita dapat mengatakannya secara langsung, produksi senjata nuklir di masa depan — akan terus berlanjut. Sejumlah negara siap memasok langsung Iran dengan hulu ledak nuklir mereka sendiri.”

Selain itu ia mengatakan : ”Israel sedang diserang, ledakan mengguncang negara itu, dan orang-orang panik. AS kini terjerat dalam konflik baru, dengan prospek operasi darat yang tampak di cakrawala. Namun rezim politik Iran telah bertahan — dan kemungkinan besar, telah menjadi lebih kuat. Rakyat bersatu mendukung pemimpin spiritual negeri ini, termasuk mereka yang sebelumnya acuh tak acuh atau menentangnya.”

Dia akhir tulisannya, Medvedev menyindir Presiden AS Donald Trump yang telah menarik bangsanya ke dalam perang baru di Timur Tengah. ”Donald Trump, yang pernah dipuji sebagai presiden perdamaian, kini telah mendorong AS ke dalam perang lain. Sebagian besar negara di seluruh dunia menentang tindakan Israel dan Amerika Serikat. Pada tingkat ini, Trump bisa melupakan Hadiah Nobel Perdamaian — bahkan dengan betapa curangnya hadiah itu. Sungguh cara yang tepat untuk memulai, Tuan Presiden. Selamat!”

(Indra Bonaparte)

 

 

 

Berita Lain