18 April 2026
Beranda blog Halaman 890

Polisi Brutal, Reformasi Struktural Tak Bisa Ditunda

Gelombang kemarahan publik kembali membuncah setelah seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan (21), tewas dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8).

Tegedi ini menambah daftar panjang brutalitas kepolisian, dari tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 135 orang, hingga kasus penembakan, penyiksaan, dan represi terhadap masyarakat sipil.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian (RFP) menegaskan bahwa kekerasan aparat bukan lagi insiden tunggal, melainkan pola berulang yang menggerogoti kepercayaan publik terhadap negara.

“Brutalitas yang berulang telah menormalisasi kekerasan sebagai respons aksi sipil serta menjadi bentuk pembungkaman ruang demokrasi,” tegas pernyataan resmi RFP, Jumat (29/8).

Koalisi menuntut reformasi struktural menyeluruh. Mereka menekankan perlunya distribusi fungsi kepolisian ke kementerian sipil, seperti Sabhara dan fungsi pelayanan publik di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri serta fungsi lalu lintas termasuk registrasi kendaraan dan SIM ke Kementerian Perhubungan.

Selain itu, fungsi penyidikan pidana harus dikonsolidasikan di bawah sistem penegakan hukum yang independen dengan pengawasan ketat hakim, sehingga setiap tindakan paksa penyidik lebih transparan dan akuntabel.

RFP juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap Korps Brimob yang selama ini beroperasi layaknya institusi militer, bukan kepolisian sipil.

“Presiden harus segera lakukan perubahan struktural sekarang juga! Tegakkan supremasi sipil. Polisi harus dirombak, militer kembali ke barak,” tegas Koalisi.

Mereka juga meminta keterbukaan laporan tahunan Polri termasuk penggunaan anggaran publik. Pernyataan ini ditandatangani 19 organisasi sipil, antara lain YLBHI, ICW, AJI Indonesia, KontraS, ICJR, LBH Jakarta, WALHI, Greenpeace Indonesia, dan SAFEnet.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Prabowo Melayat ke Kediaman Affan, Tegaskan Komitmen Tegakkan Keadilan

Presiden Prabowo melayat ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan, Jakarta, Jumat (29/8) malam. FOTO: Ist

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melayat ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah ditabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob pada aksi demonstrasi yang berujung ricuh.

Prabowo tiba di kediaman keluarga Affan di Jalan Blora, Jakarta Pusat, Jumat (29/8) malam sekitar pukul 21.50 WIB. Ia hadir dengan mengenakan peci hitam dan langsung menyalami warga sekitar yang menyambut kedatangannya.

Selama sekitar 20 menit, Presiden menyampaikan duka cita mendalam secara langsung kepada keluarga Affan.

“Saya turut bela sungkawa. Baik-baik ya,” ujar Prabowo kepada ayah almarhum Affan.

“Kita percaya sama Bapak,” sahut ayah almarhum.

Prabowo juga mengutarakan belasungkawa kepada ibunda Affan dan mengucapkan dirinya menyayangkan peristiwa yang terjadi.

“Saya turut berbela sungkawa, saya juga sangat menyesali,” tutur Prabowo sembari menggengam tangan ibunda almarhum.

“Nggak nyangka Bapak bisa kesini,” sahut ayah almarhum kemudian ke Prabowo.

Dengan haru Prabowo kemudian memeluk ibunda almarhum dan adik-adik almarhum.

Pihak keluarga juga menyampaikan kepada Prabowo harapan agar kasus ini dapat diusut tuntas.

“Ini sudah takdir, tapi keadilan, kita keluarga, mohon ditegakkan,” ujar pihak keluarga almarhum.

“Pasti. Pasti,” jawab Prabowo.

Prabowo sebelumnya telah angkat suara soal insiden ini melalui pernyataan resmi. Ia menyatakan kecewa dan terkejut atas tindakan aparat yang dianggap berlebihan.

“Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan. Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab,” tegas Prabowo

“Kita akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Prabowo juga menegaskan pemerintah akan memberikan perhatian penuh kepada keluarga almarhum. “Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, serta memberikan perhatian khusus kepada baik orang tuanya, adik-adik, dan kakak-kakaknya,” ujarnya.

Reporter: Erwin C Sihombing

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Ayahanda Alm Affan Tak Menyangka Presiden Prabowo Melayat

Presiden Prabowo melayat ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan, Jakarta, Jumat (29/8) malam. FOTO: Ist

Jakarta, Aktual.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melayat ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah ditabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob pada aksi demonstrasi yang berujung ricuh.

Prabowo tiba di kediaman keluarga Affan di Jalan Blora, Jakarta Pusat, Jumat (29/8) malam sekitar pukul 21.50 WIB. Ia hadir dengan mengenakan peci hitam dan langsung menyalami warga sekitar yang menyambut kedatangannya.

Selama sekitar 20 menit, Presiden menyampaikan duka cita mendalam secara langsung kepada keluarga Affan.

“Saya turut bela sungkawa. Baik-baik ya,” ujar Prabowo kepada ayah almarhum Affan.

“Kita percaya sama Bapak,” sahut ayah almarhum.

Baca juga:

Presiden Prabowo Kasih Rumah ke Keluarga Alm Affan

Prabowo juga mengutarakan belasungkawa kepada ibunda Affan dan mengucapkan dirinya menyayangkan peristiwa yang terjadi.

“Saya turut berbela sungkawa, saya juga sangat menyesali,” tutur Prabowo sembari menggengam tangan ibunda almarhum.

“Nggak nyangka Bapak bisa ke sini,” sahut ayah almarhum kemudian ke Prabowo.

Dengan haru Prabowo kemudian memeluk ibunda almarhum dan adik-adik almarhum.

Pihak keluarga juga menyampaikan kepada Prabowo harapan agar kasus ini dapat diusut tuntas.

“Ini sudah takdir, tapi keadilan, kita keluarga, mohon ditegakkan,” ujar pihak keluarga almarhum.

“Pasti. Pasti,” jawab Prabowo.

Baca juga:

Mengapa dan Siapa Di Balik Aksi Anarkis Jelang Satu Tahun Pemerintahan Prabowo?

Prabowo sebelumnya telah angkat suara soal insiden ini melalui pernyataan resmi. Ia menyatakan kecewa dan terkejut atas tindakan aparat yang dianggap berlebihan.

“Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan. Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab,” tegas Prabowo

“Kita akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Prabowo juga menegaskan pemerintah akan memberikan perhatian penuh kepada keluarga almarhum. “Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, serta memberikan perhatian khusus kepada baik orang tuanya, adik-adik, dan kakak-kakaknya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Presiden Prabowo Kasih Rumah ke Keluarga Alm Affan

Presiden Prabowo Subianto saat melayat ke rumah almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas rantis Brimob, Jakarta, Jumat (29/8) malam. FOTO: Ist

Jakarta, Aktual.com – Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan di Jakarta, Jumat malam, menemui keluarga korban dan memberikan mereka rumah, yang merupakan mimpi Affan untuk ibundanya, Herlina.

Presiden Prabowo tiba di rumah duka, yang merupakan kontrakan seluas 3×11 meter di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada pukul 21.50 WIB, untuk menyampaikan langsung ucapan belasungkawa kepada keluarga, sekaligus mendengarkan keluhan-keluhan dan harapan mereka.

“Bapak datang langsung ke rumah. Bapak mengunjungi rumah kediaman almarhum, dan juga tadi Bapak memberikan bantuan. Bantuan, semua yang menjadi harapan, keinginan keluarga, Bapak penuhi, termasuk rumah,” kata Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria saat ditemui di depan rumah duka, Jakarta, Jumat (29/8) malam, selepas Presiden bertakziah.

Riza kemudian bercerita rumah yang dimiliki sendiri oleh keluarga merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh Affan untuk ibundanya, mengingat Affan dan keluarganya selama ini mengontrak di rumah petak.

Affan, pemuda kelahiran 2004, putus sekolah sejak usia 14 tahun dan kemudian bekerja menjadi penjaga portal selama 2 tahun. Affan kemudian menjalani profesi sebagai pengendara ojek online (ojol) sampai akhir hayatnya. Riza menceritakan almarhum Affan telah menabung dan membeli sebidang tanah untuk keluarganya di Lampung dan juga telah membelikan motor untuk adik perempuannya.

Terkait bantuan rumah yang diberikan oleh Presiden kepada keluarga Affan, Riza menjelaskan rumah itu berada di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Bapak Ara sudah memberikan ya, terutama ibunya,” kata Riza.

Ara yang dimaksud merujuk kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Riza melanjutkan Presiden Prabowo saat menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga, juga menyampaikan kepada mereka pelaku yang membunuh Affan segera ditindak sekeras-kerasnya.

Di rumah duka, jajaran menteri yang ikut bertakziah bersama Presiden, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Ada pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Affan Kurniawan meninggal dunia karena dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob Polri di kawasan Jalan Penjernihan I, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) malam. Affan dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke RSCM, Jakarta Pusat. Tujuh polisi yang berada di dalam Barracuda itu saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Pemeriksaan mereka dilakukan oleh Divisi Propam Mabes Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Presiden Prabowo Melayat ke Rumah Duka Alm Affan

Presiden Prabowo melayat ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan, Jakarta, Jumat (29/8) malam. FOTO: Ist

Jakarta, Aktual.com – Presiden RI Prabowo Subianto melayat rumah duka Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban dalam insiden unjuk rasa yang terjadi di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.

Presiden Prabowo tiba Jumat malam, sekitar pukul 21.50 WIB. Presiden datang dengan mengenakan setelan safari berwarna krem dan kopiah hitam. Nampak pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut serta melayat bersama Presiden.

Dilansir dari Antara, Presiden Prabowo berada di rumah duka sekitar 10 menit. Kepala Negara tidak memberikan keterangan pers kepada media dan langsung meninggalkan rumah duka.

Selain Presiden Prabowo, nampak pula hadir melayat ke rumah duka adalah Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria, dan mantan politisi Partai Golkar Jusuf Hamka.

Diketahui, Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek daring, meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). Kericuhan di Pejompongan tersebut terjadi setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, dipukul mundur oleh polisi.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat dini hari mengungkapkan bahwa ada tujuh aparat Brimob yang diduga terlibat dan berada di dalam rantis tersebut dan mereka kini masih dalam proses pemeriksaan.

Insiden yang menewaskan Affan tersebut memicu unjuk rasa susulan yang melibatkan ratusan anggota masyarakat dan sejawat pengemudi ojek daring di depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Massa Aksi Jebol Pagar Samping DPR

Sejumlah aparat TNI membuat barikade untuk menutupi pagar yang jebol di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (29/8/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Jakarta, Aktual.com – Massa unjuk rasa di depan kompleks parlemen, Jakarta, masih bertahan hingga Jumat malam hari, dan menjebol sebagian pagar yang berada di samping gedung wakil rakyat tersebut.

Dilansir dari Antara, Mereka menjebol pagar sekitar pukul 20.00 WIB, terhadap pagar di samping gerbang akses menuju Sekretariat Jenderal DPD RI. Pagar itu tampak patah hingga sebagiannya hilang.

Setelah pagar itu jebol, sejumlah orang dari massa aksi masuk ke dalam kompleks parlemen sambil membawa sejumlah barang, baik bambu, batu, maupun botol air mineral. Namun sesaat setelahnya, aparat Brimob dan TNI menghalau massa itu dan mendorong mundur.

Setelah massa kembali ke luar area parlemen, aparat TNI membentuk barikade secara fisik untuk menggantikan pagar yang jebol tersebut. Massa kemudian melakukan aksi pembakaran, dan melemparkan barang-barang, termasuk menyalakan petasan.

“Teman-teman mohon bersabar, ada abang-abang kalian dari TNI. Mohon kerja samanya,” kata seorang polisi melalui pengeras suara.

Polisi pun mengimbau kepada massa untuk tak melakukan aksi anarkis karena sudah diberikan waktu yang panjang untuk menyampaikan aspirasi. Polisi pun menyatakan tak ingin bentrok dengan massa aksi.

“Kami tak ingin bentrok, silakan keluar,” kata dia.

Massa pun kemudian beberapa kali mencoba kembali masuk ke kompleks parlemen. Di sisi lain, aparat Brimob pun tetap membuat barikade dengan tameng untuk menghalau massa.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Berita Lain