JEJAK KESULTANAN BANTEN MELAWAN OLIGARKHI
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain
Washington DC, Aktual.com – Kabar baik diterima warga Gaza Palestina. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan ada penggusuran warga Palestina dari Jalur Gaza, meskipun ia terus mendorong rencana kontroversial untuk mengambil alih wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Trump saat jumpa pers bersama Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di gedung Putih, pada Rabu (12/3) waktu setempat. ”Tidak ada yang akan mengusir warga Palestina,” lontar Trump menjawab pertanyaan wartawan. Namun ia menekankan bahwa Washington bekerja ”sangat keras” dalam berkoordinasi dengan Israel untuk mencapai solusi terhadap situasi di Gaza.
Pernyataan Trump ini seakan merespon pernyataan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang menyebutkan bahwa Tel Aviv akan membuka kantor baru di bawah Kementerian Pertahanan untuk mengelola pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza, sebagaimana dilaporkan oleh berbagai media. Smotrich mengklaim bahwa rencana tersebut didukung oleh pemerintahan Trump.
”Beberapa pejabat di pemerintahan telah mengatakan kepada saya berulang kali : ”Kami tidak akan membiarkan 2 juta Nazi tinggal tepat di luar pagar. Dulu bicara tentang pemindahan warga dari Gaza dianggap tabu, tapi sekarang gagasan yang dulu dianggap gila justru menjadi yang paling realistis. Ini satu-satunya rencana yang benar-benar masuk akal,” kata Smotrich.
Terkait pernyataan Trump tersebut, pihak kelompok kemerdekaan Palestina, Hamas menyambut baik
keputusan Trump untuk menarik diri dari rencana pemindahan massal warga Gaza. Dilansir dari Al Jazeera, juru bicara Hamas Hazem Qassem menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tampaknya mundur dari usulannya untuk memindahkan secara permanen lebih dari dua juta warga Palestina dari Gaza.
”Jika pernyataan Presiden AS Trump menunjukkan kemunduran dari gagasan menggusur warga Jalur Gaza, maka pernyataan tersebut disambut baik. Kami menyerukan agar posisi ini diperkuat dengan mewajibkan pendudukan Israel untuk melaksanakan semua ketentuan perjanjian gencatan senjata,” kata Qassem dalam pernyataan tersebut.
Batalnya niat Trump untuk mengusir paksa warga Gaza itu tampaknya setelah para menteri luar negeri Arab bertemu di Qatar pada hari Rabu (12/3) dengan utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff untuk membahas rekonstruksi Gaza.
Menteri luar negeri dari Qatar, Yordania, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina hadir pada pertemuan tersebut, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Qatar.
”Para menteri luar negeri Arab membahas rencana rekonstruksi Gaza, yang disetujui pada KTT Liga Arab yang diadakan di Kairo pada 4 Maret 2025,” kata kementerian tersebut.
“Mereka juga sepakat dengan utusan AS untuk melanjutkan konsultasi dan koordinasi mengenai rencana ini sebagai dasar bagi upaya rekonstruksi di sektor tersebut,” tambahnya.
Pada hari Sabtu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 orang secara resmi mengadopsi rencana untuk Gaza yang diajukan oleh Liga Arab pada pertemuan darurat di Arab Saudi. Prakarsa yang dipelopori Mesir tersebut muncul sebagai usulan untuk membangun kembali Jalur Gaza di bawah pemerintahan Otoritas Palestina di masa mendatang sebagai tanggapan atas ancaman Trump untuk mengambil alih Gaza dan mengosongkan wilayah tersebut dari penduduknya.
(Indra Bonaparte)
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain
Den Haag, Aktual.com – Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte sudah menjalani penahanan di penjara khusus para tersangka dan terdakwa Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC), yakni Penjara Scheveningen. Duterte langsung menjalani penahanan setiba di Kota di Den Haag Belanda pada Rabu pagi (12/3), ia ditahan sambil menunggu proses persidangan hingga vonis dijatuhkan.
Jika dalam persidangan terbukti bersalah melakukan kejahatan kemanusiaan terkait kampanye anti narkoba yang dilakukannya selama menjadi presiden Filipina, maka Duterte bisa menghadapi hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Usai penangkapan dan penahanan terhadap Duterte, Kepala Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional
Karim Asad Ahmad Khan atau yang biasa disapa Karim Khan angkat bicara. Dilansir dari Globalnation-Inquirer, ia mengatakan bahwa surat perintah penangkapan ICC telah dilaksanakan adalah ’hal penting bagi para korban’.
”Saya pikir itu sangat berarti bagi para korban. Banyak yang mengatakan bahwa hukum internasional tidak sekuat yang kita inginkan, dan saya setuju dengan itu. Namun, seperti yang saya tekankan berulang kali, hukum internasional tidak selemah yang dipikirkan sebagian orang,” demikian pernyataan Khan.
Pernyataan Khan tersebut merespons kritikan sejumlah pihak bahwa ICC tidak punya kekuatan untuk menangkap pelaku kejahatan kemanusiaan yang merupakan kepala negara. ICC dinilai baru bisa menangkap pelaku jika suatu negara menangkap dan menyerahkan sendiri pelaku ke peradilan internasional tersebut.
Di antara contoh kasus adalah Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang masuk dalam daftar tangkap oleh ICC. Kedua kepala negara itu hingga kini masih bebas berkeliaran di negaranya sendiri maupun di beberapa negara asing, lantaran negara tersebut tak bersedia bekerja sama dengan ICC.
Khan sendiri optimistis dengan penangkapan Duterte bahwa ICC akan jadi pengadilan dunia yang akan diperhitungkan demi keadilan. ”Jika kita bersatu untuk bekerja bersama, aturan hukum akan bisa ditegakkan,” tandas Khan.
Terkait pelayanan medis, seperti dilansir dari The Hindu, ICC memastikan bantuan medis disediakan ’sebagai tindakan pencegahan’ di bandara setiba Duterte di Den Haag, hal ini dilakukan sesuai dengan prosedur standar saat seorang tersangka tiba. Namun ICC sejauh ini tidak mengomentari kondisi kesehatannya.
The Hindu juga melaporkan, sebuah ambulans melaju ke hanggar tempat pesawat yang membawa Duterte tiba, selanjutnya petugas medis mendorong brankar ke dalam. Sebuah helikopter polisi terbang dekat bandara, dan kemudian sebuah SUV hitam terlihat meninggalkan bandara didampingi aparat polisi. Tujuannya belum jelas. Di saat yang sama, massa pendukung Duterte, maupun para keluarga korban berkumpul di luar pusat penahanan untuk tersangka ICC.
Untuk diketahui, dalam beberapa hari, Tn. Duterte akan menghadapi sidang perdana dimana pengadilan akan mengkonfirmasi identitasnya, memeriksa apakah ia memahami tuduhan terhadapnya dan menetapkan tanggal sidang untuk menilai apakah jaksa memiliki cukup bukti untuk mengirimnya ke pengadilan penuh.
Sementara itu, sejumlah kelompok hak asasi manusia dan keluarga korban memuji penangkapan Duterte. ”Ini adalah langkah monumental dan sudah lama ditunggu-tunggu demi keadilan bagi ribuan korban dan keluarga mereka,” kata Jerrie Abella dari Amnesty International.
”Oleh karena itu, ini merupakan pertanda harapan bagi mereka, juga di Filipina dan di luar negeri, karena ini menunjukkan bahwa para tersangka pelaku kejahatan terburuk, termasuk para pemimpin pemerintah, akan diadili di mana pun mereka berada di dunia,” lanjut Abella.
Sedangkan Emily Soriano, ibu dari salah satu korban tindakan keras tersebut, mengatakan ia menginginkan lebih banyak pejabat yang diadili. ”Duterte beruntung dia memiliki proses hukum yang semestinya, tetapi anak-anak kita yang terbunuh tidak mendapatkan proses hukum yang semestinya,” kata Emily.
Untuk diketahui, ICC membuka penyelidikan pada tahun 2021 terkait pembunuhan massal yang terkait dengan apa yang disebut perang melawan narkoba yang digagas Duterte saat ia menjabat sebagai Wali Kota Davao di Filipina selatan dan kemudian sebagai Presiden Filipina sejak Juni 2016 hingga Juni 2022.
Perkiraan jumlah korban tewas dalam kampanye anti narkoba itu lebih dari 6 ribu sebagaimana dilaporkan kepolisian Filipina, hingga sekitar 30 ribu orang seperti yang disebutkan berbagai kelompok hak asasi manusia. Dalam kampanye anti narkoba itu, para pengguna, pengecer kecil, pengedar, hingga bandar besar narkoba tewas dibunuh. Namun terungkap banyak juga korban salah sasaran.
Hakim ICC yang memeriksa bukti penuntutan yang mendukung permintaan mereka untuk penangkapannya, dalam surat perintah penangkapan menyebutkan ’alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa Duterte secara individu bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan sebagai pelaku tidak langsung karena diduga mengawasi pembunuhan tersebut ketika ia menjabat sebagai wali kota Davao dan kemudian menjadi presiden Filipina’.
(Indra Bonaparte)
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain
Belasan Penulis, dari Buya Hamka, Ismail Marzuki, Joko Pinurbo, hingga NH Dini
“Provinsi yang besar, juga melahirkan penulis besar.”
Demikian pernyataan Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena. Ia mengumumkan gerakan terbaru Satupena yang bertujuan merayakan para penulis besar dari setiap provinsi di Indonesia.
Di setiap tanah, ada kata-kata yang pernah ditanam. Di setiap provinsi, ada suara yang tak hanya menggema di zamannya, tetapi terus beresonansi dalam lembaran sejarah.
Satupena kini hadir sebagai penjaga jejak itu. Kita menghidupkan kembali nama-nama yang pernah menerangi peradaban dengan tulisan mereka.
Melalui inisiatif ini, setiap koordinator Satupena provinsi memilih satu penulis besar atau inspiratif yang telah wafat, yang berasal dari atau memiliki keterikatan mendalam dengan daerah mereka.
Gerakan ini adalah penghormatan, perayaan, sekaligus sebuah janji bahwa kata-kata mereka tak akan hilang dalam kabut waktu.
Mengenang seorang penulis adalah menghidupkan kembali pemikirannya. Mengenang seorang penulis adalah menolak lupa.
Melalui program ini, Satupena mengukuhkan bahwa karya sastra bukan sekadar rangkaian aksara, tetapi juga warisan peradaban yang harus dirawat.
Respons dari pengurus Satupena di berbagai provinsi pun mengalir dengan cepat. Hingga saat ini, sudah ada belasan nama penulis yang telah diajukan, sementara provinsi lain tengah berdiskusi untuk memilih sosok terbaik dari tanah mereka.
Di antara nama-nama yang telah terpilih, kita menemukan tokoh-tokoh besar yang telah meninggalkan jejak mendalam di dunia sastra, musik, dan pemikiran:
📍 Jawa Tengah (Ketua: Gunoto Saparie) → NH Dini
📍 Sumatra Barat (Ketua: Sastri Bakry) → Buya Hamka
📍 Jawa Timur (Ketua: Akaha Taufan Aminudin) → Dwianto Setyawan
📍 Lampung (Ketua: Yusrizal Karana) → Montinggo Busye
📍 Bali (Ketua: Drs. I. Wayan Suyadna) → Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus
📍 DKI Jakarta (Ketua: Nia Samsihono) → Ismail Marzuki
📍 Sumatra Selatan (Ketua: Anwar Putra Bayu) → Bur Rasuanto
📍 Sumatra Utara (Ketua: Dr. Shafwan Hadi Umri) → BY Tand (Burhanuddin Yusuf Tanjung, Byung Tanjung)
📍 Riau (Ketua: M. Husnu Abadi, S.H., Ph.D.) → Suman HS
📍 Papua (Ketua: Vicktor) → Mas Ipong (FX Purnomo)
📍 Jawa Barat (Ketua: Antonius Wagiyo Topo Aji) → Joko Pinurbo
📍 Sulawesi Selatan (Ketua: Rusdin Tompo) → Rahman Arge
Sebagai panduan dalam pemilihan, terdapat tiga kriteria utama yang ditetapkan:
✔ Penulis tersebut lahir, berkarya, atau menghabiskan masa tuanya di provinsi yang memilihnya.
✔ Telah wafat, tetapi meninggalkan warisan sastra yang tak lekang oleh waktu.
✔ Dikenal luas dan diakui kualitasnya, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.
Namun, pemilihan ini bukan sekadar memilih nama. Ini adalah pencarian sosok yang telah membentuk wajah budaya di daerahnya.
Satupena mengajak seluruh provinsi untuk tidak hanya menetapkan nama, tetapi juga menggelar perayaan bagi para penulis tersebut.
Bentuk kegiatan penghormatan bisa berupa:
📚 Seminar tentang kehidupan dan karya penulis yang dipilih.
📖 Pameran, peluncuran ulang, atau diskusi mendalam atas karyanya.
🎙 Konferensi pers untuk mengenalkan kembali sosok penulis tersebut kepada publik.
🎭 Pembacaan puisi atau cerpen, serta testimoni dari rekan sejawat dan pembaca setia.
💻 Webinar via Zoom, agar diskusi tentang warisannya bisa menjangkau audiens lebih luas.
🤝 Kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas sastra, atau pengusaha lokal guna memperkuat dukungan bagi perayaan ini.
Dengan berbagai cara ini, Satupena ingin memastikan bahwa nama-nama tersebut kembali hidup, tak hanya dalam buku-buku lama, tetapi juga dalam ingatan generasi sekarang dan yang akan datang.
-000-
Program ini bukanlah yang pertama kali digagas oleh Satupena dalam menjaga warisan intelektual bangsa.
Sebelumnya, Satupena telah meluncurkan program 100 buku yang membentuk Indonesia, yang mencakup karya-karya dari masa pra-kemerdekaan hingga era modern.
Melalui kurasi ketat dan survei akademik, dipilihlah 100 buku yang telah membentuk pemikiran bangsa, mulai dari Habis Gelap Terbitlah Terang (RA Kartini), Di Bawah Bendera Revolusi (Bung Karno), hingga Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer).
Tidak berhenti di situ, setiap tahunnya Satupena juga memberikan penghargaan tahunan kepada para penulis, serta menggelar talk show yang mendokumentasikan proses kreatif lebih dari 100 penulis.
-000-
Namun, tantangan sastra kini memasuki babak baru. Menurut Denny JA, kita kini memasuki era yang menempatkan sastra di persimpangan jalan baru: era Artificial Intelligence (AI).
“Jika dahulu penulis hanya bersaing dengan sesama manusia, kini kata-kata juga lahir dari mesin yang sangat cerdas.”
“Tapi sastra adalah napas, bukan sekadar susunan algoritma. Ia adalah kesaksian batin, pergulatan jiwa.”
“Dan justru di era AI ini, kita perlu mengingat kembali bahwa sastra lahir dari pengalaman manusia, dari perasaan yang tak bisa sepenuhnya direplikasi oleh kecerdasan buatan.”
Melalui tangan-tangan para pengurus, program ini dikelola oleh Jonminofri sebagai Ketua Harian, Satrio Arismunandar sebagai Sekjen, dan Aji Sulaeman sebagai Bendahara.
Mereka memastikan bahwa Satupena tetap menjadi cahaya yang menerangi dunia kepenulisan Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Pada akhirnya, perayaan ini bukan sekadar penghormatan kepada masa lalu, tetapi juga komitmen untuk masa depan.
“Seorang penulis boleh tiada, tetapi kata-katanya akan terus mengembara.”
Mereka yang kita kenang hari ini akan hidup dalam memori kita, dalam perayaan kita, dalam kesadaran kita bahwa sastra dan karya non-fiksi adalah api yang terus menyala.
Oleh : Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – “Menjatuhkan pidana penjara tiga tahun dikurangi masa tahanan, dengan perintah tetap ditahan,” kata Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Selatan, Fitrah Renaldo, saat membacakan amar putusan di ruang sidang, Rabu (12/3/2025).
Majelis Hakim menyatakan Ted terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan terkait peminjaman kredit ke PT Bank Mayapada Internasional Tbk, yang menyebabkan kerugian sebesar Rp133 miliar. Perkara ini diatur dalam Pasal 378 KUHP.
“Menyatakan terdakwa Ted Sioeng telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam dakwaan pertama penuntut umum sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP,” jelas Hakim Fitrah.
Pada putusannya, hakim mempertimbangkan sejumlah faktor yang memberatkan dalam menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada Ted Sioeng.
Hakim Anggota, Agung Sutomo Thoba, menyatakan bahwa hukuman Ted diperberat karena terbukti melakukan tindak pidana penipuan dalam peminjaman kredit, yang menyebabkan PT Bank Mayapada Internasional mengalami kerugian sebesar Rp133 miliar.
“Keadaan yang memberatkan, perbuatan terdakwa (Ted) menyebabkan kerugian pada PT Bank Mayapada Internasional sebesar Rp133 miliar,” kata Hakim Agung
Selain itu, Hakim Agung menambahkan bahwa Ted tidak kooperatif selama proses penyidikan kasus ini karena melarikan diri ke luar negeri, sehingga Interpol mengeluarkan Red Notice terhadapnya sejak 27 April 2023. Diketahui, jejak pelarian Ted dari Singapura, Amerika hingga tertangkap di Cina.
“Terdakwa tidak kooperatif dalam proses penyidikan dengan melarikan diri ke luar negeri setelah melakukan perbuatan dan menjadi buronan Interpol,” ucapnya.
Sementara pertimbangan yang meringankan hukuman Ted, adalah karena ia belum pernah diproses hukum sebelumnya dan telah lanjut usia, yakni 80 tahun.
“Keadaan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa telah mengembalikan sebagian uang ke PT Bank Mayapada Internasional Tbk sebesar Rp70 miliar, dan terdakwa telah lanjut usia,” ujar Hakim Agung.
Ted mengikuti sedang secara daring dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Ia mengaku siap mengikuti proses sidang putusan walaupun dalam kondisi terbaring di rumah sakit.
“Jadi Puji Tuhan, sekali lagi. Disini (RSPAD) saya akan mengikutinya (sidang putusan secara langsung di PN Jaksel)” ujar Ted melalui virtual zoom di PN Jaksel.
Sementara itu, legal staff Bank Mayapada, Tony Aries memberikan apresiasi kepada Majelis Hakim PN Jaksel yang telah memutuskan Ted bersalah melakukan tindak pidana penipuan.
“Alhamdulillah sudah ada putusan terbukti melanggar pasal 378 KUHP. Terdakwa (Ted) terbukti melakukan penipuan terhadap Bank Mayapada,” ujar Tony usai sidang.
Vonis yang dijatuhkan kepada Ted tidak jauh berbeda dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yang sebelumnya meminta hukuman tiga tahun 10 bulan penjara.
“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ted Sioeng selama tiga tahun dan 10 bulan, dikurangi masa tahanan sementara, serta memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan,” ujar Jaksa Setyo Wicaksono dalam sidang di ruang sidang 5 PN Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025).
Dalam surat dakwaan, Ted Sioeng didakwa melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan senilai Rp133 miliar terhadap PT Bank Mayapada Internasional Tbk.
Menurut JPU Setyo Wicaksono, kasus ini bermula pada Agustus 2014 hingga Agustus 2022. Saat itu, Ted mengajukan pinjaman kredit bertahap hingga mencapai Rp203 miliar.
“Terdakwa Ted Sioeng pada 5 Agustus 2014 mengajukan pinjaman sebesar Rp70 miliar kepada PT Bank Mayapada Internasional Tbk. Jaminannya berupa personal guarantee atas nama terdakwa. Tujuan pinjaman tersebut adalah untuk membeli 135 vila di Vila Taman Buah, Puncak, Cianjur. Dana pengembaliannya direncanakan berasal dari penjualan dan penyewaan vila,” kata JPU.
Seiring waktu, Ted mengajukan tambahan pinjaman untuk berbagai keperluan, termasuk pembelian apartemen. Namun, aset yang dijadikan jaminan, seperti tanah dan bangunan, ternyata tidak sesuai dengan klaimnya.
Hingga April 2021, total pinjaman Ted Sioeng mencapai Rp203 miliar. Dari jumlah tersebut, ia baru mengembalikan Rp70 miliar. Sejak Agustus 2022, ia tidak lagi membayar pokok maupun bunga pinjaman, lalu melarikan diri ke luar negeri.
Ted sempat menjadi buronan internasional dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Interpol melalui Red Notice. Akibat perbuatannya, Bank Mayapada mengalami kerugian sebesar Rp133 miliar.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.com – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk memastikan Lebaran Idul Fitri 2025 berlangsung dengan tenang dan menyenangkan bagi masyarakat.
“Pemerintah mengupayakan pangan stabil dan mencukupi, demi Idul Fitri yang tenang dan menyenangkan,” kata Arief dalam keterangan di Jakarta, Kamis (13/3).
Dia menyampaikan bahwa pemerintah melalui Bapanas memastikan ketersediaan pangan pokok strategis selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1446 Hijriah dalam kondisi yang aman dan mencukupi.
“Karena ini memang sudah kita persiapkan jauh-jauh hari bersama-sama. Kedua, harga pangan secara umum stabil. Concern kita hari ini ada di cabai rawit yang harganya masih cukup pedas,” papar Arief.
Arief menggarisbawahi pada komoditas yang tengah fluktuasi terutama cabai karena kondisi hujan sehingga panen terganggu.
“Cabai ini berkaitan dengan hujan, karena kalau hujan ini biasanya bunga akan rontok dan memang ke depan perlu menggunakan cungkup atau green house. Kemudian yang satu lagi yang perlu concern kita adalah harga MinyaKita. Harganya harus Rp15.700 per liter, tapi di pasaran Rp17.000-18.000 per liter,” sambungnya.
Dia mengemukakan, jika terjadi harga jual yang melebihi harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP) diperlukan intervensi pemerintah. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar selama Ramadhan sampai Idul Fitri, harga-harga terutama pangan harus baik dan stabil.
“Guna intervensi ke pasar, pemerintah bersama Perum Bulog telah kembali menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Selama Ramadhan ini, kami siapkan 150 ribu ton untuk tiga zona,” ujarnya
Bapanas mencatat, realisasi SPHP beras di tingkat konsumen sebelum diberhentikan sementara pada Februari 2025, telah tersalurkan 100,9 ribu ton per 7 Februari. Sementara realisasi SPHP beras setelah ada penyaluran kembali, per 7 Maret telah berada di angka 12,1 ribu ton.
Program SPHP juga turut menyentuh jagung pakan bagi kalangan peternak layer mandiri. Realisasinya per 7 Maret telah menyentuh kuantitas 2,162 ton. Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang ada di Bulog, oleh Bapanas telah ditetapkan dapat dilakukan lelang dengan harga penjualan af (di depan) Gudang Bulog di Rp5.500 per kilogram (kg).
Adapun rata-rata harga jagung di tingkat peternak per 9 Maret dicatat Panel Harga Pangan telah berada di Rp6.129 per kg atau 5,67 persen di atas HAP. Tentunya, kata Arief, tatkala peternak memperoleh jagung dengan harga lebih rendah dapat menstabilkan pula harga daging ayam dan telur ayam.
“Berikutnya lagi ada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) se-Indonesia, termasuk Operasi Pasar Pangan Murah selama Ramadan dan Idul Fitri. Berkat kolaborasi bersama, saat ini sudah ada lebih dari seribu titik,” ungkap Arief.
Program GPM yang merupakan kolaborasi Bapanas bersama dinas pangan pemerintah daerah beserta berbagai stakeholder pangan, hingga 7 Maret telah menyentuh 1.762 kali di 17 provinsi dan 100 kabupaten/kota. Rinciannya Januari telah terlaksana 171 kali, Februari 731 kali, dan di Maret ini 860 kali.
Sementara realisasi pelaksanaan Operasi Pasar Pangan Murah hingga per 9 Maret 2025, telah ada di 1.165 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 351 kabupaten/kota. Masyarakat yang tersasar dalam program ini tercatat sebanyak 202 ribu orang. Pelaksanaan Operasi Pasar Pangan Murah ini diupayakan ada setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 11.00 waktu setempat.
Bapanas mencatat, 1.165 titik operasi pasar pangan tersebut ada di 976 Kantor PT Pos Indonesia, 92 gerai PT Charoen Pokphand Indonesia, 73 titik di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian, 12 titik di Pinsar Petelur Nasional (PPN).
Kemudian, empat lokasi di kios PT Pupuk Indonesia, tiga lokasi masing-masing di Dinas Pangan dan Dinas Pertanian, dan satu lokasi masing-masing di gerai PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan Pinsar Indonesia.
Mengenai stok pangan pokok strategis seperti beras, Arief meyakini stok beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ia turut menuturkan proyeksi produksi beras di Maret dan April ini akan menjadi kunci keberhasilan swasembada.
“Stok beras Bulog per 7 Maret sebanyak 1,9 juta ton. Ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan ini adalah stok terbaik selama lima tahun terakhir. Lalu stok di Pasar Induk Beras Cipinang terpantau sekitar 50-51 ribu ton. Biasanya kalau stok di atas 40 ribu ton itu memang Insya Allah aman,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pada Maret akan ada panen setara beras kurang lebih 5,48 juta ton dan April 4,97 juta ton. Baginya, kedua bulan tersebut merupakan kunci sukses untuk menyetop impor.
“Maret dan April ini adalah peak season-nya. Kami berterima kasih kepada seluruh teman-teman di Kepolisian dan juga TNI, karena membantu kita semua untuk penyerapan,” kata Arief.
Artikel ini ditulis oleh:
Sandi Setyawan