Pekalongan, Aktual.com — Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratiko menyebutkan tiga alasan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menolak alasan penyertaan modal negara (PMN) ke BUMN pada RAPBN 2016 senilai Rp34,32 triliun

“Kenapa alasan PDIP bersama partai lain menolak penyertaan modal oleh Menteri BUMN (Rini Soemarno-red), tentu ada tiga alasan yang tidak kredibel,” kata dia saat menjadi pembicara sosialisasi UKM di Hotel Horison Pekalongan, jalan Gajah Mada Pekalongan, Selasa (10/11).

Pertama, kata Hendrawan, Menteri BUMN belum memiliki road map yang jelas dalam pengembangan usahanya.

“Apa yang disampaikan visinnya masih sebatas sloganistik saja. Belum jelas peta jalannya untuk pengembangan ke depan seperti apa,” ujar dia.

Kedua, parameter untuk mengukur kinerja badan usaha yang mendapatkan suntikan PMN belum jelas. Terakhir terdapat program lain yang menyedot anggaran lebih besar untuk kepentingan rakyat.

Ia mengatakan penolakan pengajuan PMN merupakan sinyal dari parlement terhadap reshufle Menteri BUMN Rini Soemarno.
“Atas hal tiga dasar tersebut. Kenapa fraksi-fraksi menolak. Begitu lohh,” imbuh dia.

Oleh karenanya, PDI-Perjuangan meminta agar reshufle menteri mencermati kompetensi berdasarkan portofolio dan proporsional. Seperti diketahui mayoritas fraksi di DPR RI menyoroti kinerja Rini Soemarno. Sejak ditolaknya pencairan dana PMN dalam RAPBN 2016 PDI-P bahkan tercatat sebagai partai yang pertamakali meminta presiden untuk mencopot Rini.

()

()