Jakarta, Aktual.com – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan belum juga menentukan siapa calon yang bakal diusungnya dalam perhelatan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya. Meski demikian, partai pimpinan Megawati Soekarno Putri itu tetap optimis bisa menang dengan mudah.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijo mengklaim jika Kota Pahlawan itu merupakan kandang dari PDI Perjuangan. Terbukti, lanjut Adi, selama tiga periode Wali Kota Surabaya selalu dimenangkan oleh Partai berlambang banteng dengan moncong putih itu.

“Kota Pahlawan menjadi kandang banteng sejak Bambang DH memimpin Surabaya. Di 2010 lalu, kita mengajukan pasangan Risma-Bambang. Meski belakangan, kami tetap menang,” ujar Adi.

Namun, pernyataan jumawa PDI Perjuangan itu mendapat peringatan keras dari pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam. Menurutnya, Pemilukada saat ini berbeda dari sebelum-sebelumnya.

Surokim mengatakan, salah satu yang membuatnya berbeda adalah pemilu kali ini akan diadakan di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, hal tersebut akan mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih.

“terlalu overcovident itu juga berbahaya loh. Karena melihat konteks pemilu saat ini kan berbeda. Bahkan mungkin sangat berbeda dari sebelumnya. Apalagi diselenggarakan di era pandemi covid. Perilaku pemilih dan penyelanggaraan pemilu juga kompleks. Bisa jadi tingkat partisipasi akan jauh menurun,” jelas Surokim.

“Faktor-faktor non teknis seperti itu harusnya dihitung. Sehingga menurut saya PDIP tidak boleh overconvident. Harus memikirkan hal-hal demikian sebagai faktor berpengaruh terhadap Pemilukada langsung seperti sekarang,” tambahnya.

(As'ad Syamsul Abidin)