????????????????????????????????????

Jakarta, Aktual.com — Kitab Suci Al Quran menjadi kitab pedoman hidup bagi umat Islam. Setiap ayat-ayatnya mengajarkan Muslim berbagai solusi dari kehidupan di Bumi yang fana ini. Seperti yang disebutkan di dalam Al Baqarah ayat 2, “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,”

Terlebih lagi turunnya Al Quran tepat di Bulan Ramadan. Allah SWT berfirman dalam QS Al Baqarah 185, “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”

Penjelasan kedua Al Baqarah di atas, mengatakan, bahwa Al Quran berfungsi sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (Huda Lil Muttaqin), yakni orang-orang yang memelihara diri dari siksaan Allah SWT dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; juga sekaligus menjadi petunjuk bagi manusia secara umum (Huda Lin Naas)

Huda Lil Muttaqin
Al Quran dikatakan sebagai “Huda Lil Muttaqin” yang artinya petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. yang artinya dapat menjauhkan dari kekufuran, kemusyrikan, dan perbuatan maksiat yang keji. Hanya orang-orang yang mukmin yang muttaqin yang merasa perlu mengetahui bagaimana keadaan hari kebangkitan dari kubur, hari pengadilan di padang mahsyar, dan bagaimana kesudahan nasib manusia, apakah akan mendapatkan kenikmatan abadi dalam al jannah ataukah mendapatkan derita tiada akhir di dalam Neraka Jahannam wal’iyaadzu billah.

Maka mereka yang bertaqwa akan menegakkan Salat sebagai rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberinya kehidupan dan menginfakkan sebagian rezeki yang diyakini berasal dari Allah SWT.

Huda Lin Naas
Al Quran dikatakan sebagai Huda Lin Naas yang artinya Petunjuk hidup bagi manusia. bahkan dapat dimanfaatkan oleh yang beriman maupun tidak. penjelasan-penjelasan (Bayyinnaat) yang khusus tentang hukumnya, baik yang muhkam maupun mutasyabih, juga sebagai al furqan yakni pemutus perkara yang haq dan yang batil.

Dengan demikian jelaslah, bahwa Al Quran sebagai sumber kebenaran bagi kehidupan manusia telah memberikan jalan bagi manusia agar bisa menyibak jalan lurus dari segala kesesatan dan memberikan bekal pengetahuan hukum kepada manusia untuk memutuskan berbagai perkara yang dihadapinya sehingga tahu mana yang haq dan mana yang batil, mana yang halal dan mana yang haram.

Tanpa Al Quran manusia berada dalam jalan kesesatan, tak akan mampu membuka tabir kegelapan dan tak akan mampu memutuskan perkara apapun dengan kebenaran yang hakiki.

Oleh karena itu, kebenaran Al Quran bersifat mutlak, berlaku bagi siapapun, di mana pun dan sampai kapan pun selama dunia ini masih ada. Maha benar Allah SWT yang telah memerintahkan Nabi-Nya Saw, yang berkuasa atas masyarakat di kota Madinah, yang beriman maupun tidak beriman, untuk menghukum perkara mereka dengan hukum yang diturunkan Allah dalam Al Quran sebagaimana firman-Nya pada QS Al Maidah 49

“Dan, hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah SWT, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.”

()