Ilustrasi RAPBN 2017 (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Kahar Muzakir mengatakan bahwa DPR dan pemerintah sepakat berdasarkan asumsi dasar terhadap pendapatan negara terkait rancangan APBN Tahun Anggaran 2017, sebesar Rp1.750,3 triliun.

“Dengan asumsi dasar tersebut maka pendapatan negara dalam APBN TA 2017 disepakati sebesar Rp1.750.283,4 miliar yang terdiri dari penerimaan dalam negeri sebesar Rp1.748.910,7 miliar dan penerimaan hibah Rp1.372,7 miliar,” kata Kahar saat membacakan laporan Banggar DPR RI, dalam Sidang Paripurna, Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (26/10).

Masih dikatakan Kahar, dewan dan pemerintah juga sudah bersepakat di dalam pembahasan atau tingkat I RAPBN 2017 terhadap besaran indikator asumsi dasar ekonomi makro.

“Pada asumsi pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 5,1 persen. Inflasi sebesar 4.0 persen. Nilai tukar sebesar Rp13.000. Tingkat suku bunga SPN 3 Bln disepakati 5.3 persen. Harga Minyak US$45/ barel. Lifting Minyak 815 ribu/barel dari 780 ribu barel yang diajukan. Dan Lifting Gas Bumi 1.150 ribu barel untuk per harinya,” ujar dia.

Selain asumsi dasar ekonomi, Kahar juga menjelaskan target pembangunan 2017 yang juga telah disepakati antara DPR dengan Pemerintah.

“Tingkat penggangguran disepakati 5.6 persen. Tingkat Kemiskinan 10.5 persen. Gini Rasio (indeks) 0,39 persen. Dan target pembangunan terhadap Indeks Pembangunan Manusia mencapai 70.1 persen dari yang diajukan 75.3 persen dalam RAPBN,” tandas dia.

 

*Novrizal

()