Ilustrasi Pajak (Istimewa)

Jakarta, Aktual.com – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Moh Nizar Zahro memprediksi capaian peneriamaan pajak pada akhir tahun ini tidak akan mencapai target.

Sebab, hingga 30 Oktober 2017 baru mencapai Rp858,05 triliun. Angka itu sekitar 66,85 persen dari target dalam APBNP yang sebesar 1.283,6 triliun.

“Melihat sempitnya waktu yang tersedia, rasanya sulit bagi pemerintah untuk memenuhi setoran pajak sebagaimana yang sudah ditetapkan,” kata Nizar saat dikonfirmasi, Minggu (12/11).

Dikatakan dia, jelang akhir tahun ini, pemerintah setidaknya harus mampu mengumpulkan sekitar Rp425,5 triliun jika ingin memenuhi target yang telah ditetapkan.

Bahkan, sambung politikus Gerindra itu, bisa memastikan setoran pajak akan meleset. Imbasnya, bila terjadi selisih kekurangannya mencapai Rp250 triliun, maka akan terjadi pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga pemerintahan.

“Kondisi ini tentunya sangat buruk bagi perekenomian, di mana saat ini belanja pemerintah diharapkan menjadi stimulus perekenomian nasional,” papar dia.

Masih dikatakan Nizar menyebutkan, dengan menurunnya belanja pemerintah, maka pertumbuhan ekonomi akan sulit dipacu, karena di saat yang bersamaan tingkat konsumsi masyarakat juga mengalami tren penurunan.

Pun demikian, bukan berarti kondisi tersebut membuat pemerintah tidak membabibuta dalam mengumpulkan setoran pajak, dengan menekan rakyat.

“Pemerintah harus berpikir cerdas dalam mengatasi problem kekurangan pajak. Rakyat tidak boleh dikorbankan hanya demi memacu penerimaan negara,” pungkas anggota komisi V DPR RI itu.

Novrizal Sikumbang