Bandarlampung, aktual.com – Kopi Lesung merupakan produk kopi bubuk andalan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung yang diproses secara tradisional dan diperkenalkan di Festival Kopi Lampung.

“Produk ini pertama kali digagas oleh IKM (Industri Kecil Menengah) Kabupaten Pesisir Barat karena ingin membuat produk yang memiliki ciri khas tersendiri di tengah maraknya produk kopi asal Lampung,” ujar Kabid Perindustrian Kabupaten Pesisir Barat, Yudi, di Bandarlampung, Jumat (8/11).

Menurutnya, sebelum berkembangnya teknologi, masyarakat Indonesia memproses biji kopi secara tradisional, salah satunya dengan menggunakan lesung sebagai alat penumbuk, dan IKM Pesisir Barat ingin melestarikan proses tradisional tersebut.

“IKM (Industri Kecil Menengah) serta Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mencoba membuat suatu keunikan sekaligus melestarikan proses tradisional pengolahan kopi di masa modern dengan membuat kopi Lesung,” ujarnya.

Kopi Lesung khas Pesisir Barat sementara waktu baru dipasarkan untuk wilayah Lampung, dan kini tengah mempersiapkan penjualan secara daring untuk memperluas pasar.

“Saat ini untuk produk kopi kami terbatas untuk wilayah sekitar Lampung, dan kini tengah mempersiapkan pemasaran secara daring untuk memperluas pasar produk kopi khas Pesisir Barat, dan kami bersyukur respon masyarakat akan kopi khas Pesisir Barat sangat baik selama pelaksanaan Festival Kopi Lampung kami telah menjual hampir keseluruhan stok kopi premium,” ujar Yudi.

Menurut Yudi, kopi Lesung yang dijual dengan harga Rp20.000 per plastik 200 gram memiliki keunikan tersendiri dari kopi robusta asal daerah lain, sebab pengolahan kopi sejak di panggang hingga penumbukan dilakukan secara tradisional.

Hal senada juga dikatakan oleh Jefri salah seorang perwakilan dari Kabupaten Pesisir Barat.

“Pesisir Barat yang terkenal akan pantai, kini mengembangkan kopi Lesung sebagai ciri khas kabupaten. Kopi Lesung yang diolah secara tradisional seperti disangrai menggunakan pasir dan tungku kayu, lalu ditumbuk menggunakan lesung menciptakan wangi kopi yang memiliki ciri tersendiri,” ujar Jefri salah seorang perwakilan dari Kabupaten Pesisir Barat.

Menurut Jefri, rasa Kopi Lesung sedikit lebih pahit dari pada kopi robusta lain dengan ada sedikit aroma tanah dan kayu yang alami.

“Aroma alam seperti kayu dan tanah lekat di Kopi Lesung, karena seperti sifat kopi secara umum yang menyerap seluruh bau yang ada di sekitar, itu pun terjadi di Kopi Lesung dan menjadikan aroma tersebut sebagai ciri khas yang seolah-olah mampu membawa konsumen untuk menikmati suasana alam yang tradisional,” ujar Jefri. [Eko Priyanto]

(Zaenal Arifin)