Medan, Aktual.com – Terkait dugaan penipuan 23 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Medan, pihak agensi PJTKI Satria Parang Tritis tak menjawab konfirmasi yang dilayangkan aktual.com melalui seluler, Senin (7/12).

Unsur pimpinan perusahaan yang disebut-sebut sebagai HRD PJTKI. Satria Parang Tritis, Tata yang dikonfirmasi melalui selulernya sempat mengangkat telepon. Tata balik mempertanyakan apakah berita soal dugaan penipuan itu telah terbit.

“Diberita kamu ada rupanya itu?,” ujar Tata menanyakan wartawan aktual.com.

Wartawan pun menjelaskan bahwa berita dugaan penipuan itu telah terbit. Sayang, setelah ditunggu beberapa menit, Tata akhirnya menutup gagang telepon.

Dicoba beberapa kali dihubungi dan dilayangkan pesan singkat terkait konfirmasi ke nomor seluler yang sama, Tata tak lagi mengangkat telepon dan tak membalas pesan itu.

Diberitakan sebelumnya, 23 TKI asal Medan diduga mengalami penipuan perusahaan PJTKI Satria Parang Tritis yang beralamat di jalan Gaperta Komplek Gaperta Centre, blok 6 B Medan.

“Sudah 6 bulan rekan-rekan TKI berada disana, yang tadinya di Indonesia dijanjikan buat kerja konstruksi, namun setibanya di Malaysia, sebahagian justru bekerja sebagai cleaning service untuk membersihkan bangunan yang sudah jadi,” ujar Willy dalam keterangan pers di Medan, Minggu (6/12) kemarin.

Penuturan Willy, selain dugaan penipuan pekerjaan, para TKI juga diduga ditipu terkait upah yang diterima.

“Menurut Dedek, jika mereka bersedia bekerja, akan diberikan upah antara 45 hingga 65 Ringgit Malaysia. Dimana 45 RM untuk non ahli dan 65 RM untuk tenaga ahli. Nominal upah, juga dicantumkan dalam kontrak kerja yang ditandatangi di Medan saat itu,” sebut Willy.

Dikatakan Willy, saat ini nasib ke 23 TKI tersebut sedang terlantar dan tak punya uang. Dirinya pun berharap, pemerintah dapat menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kita meminta Menteri Tenaga Kerja atau instansi terkait untuk menyelesaikan persoalan ke 23 TKI tersebut,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh: