Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni saat kunjungan kerja di Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (10/8).

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengajak masyarakat agar tak terbawa isu SARA pada pesta demokrasi pemilu serentak 2019 mendatang. Menurut dia, memilih calon presiden dan wakil presiden harus sesuai kata hati tanpa adanya paksaan.

“Termasuk dari isu agama yang kerap dimainkan dalam pelaksanaan pemilihan umum,” ujar Sahroni di sela-sela kunjungan kerja di Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (10/8).

Ia menekankan, para calon presiden dan wakil presiden keseluruhannya merupakan putra bangsa. Karena itu Sahroni menekankan masyarakat tak terpecah belah meski pilihan politik berbeda.

“Bapak ibu tadi malam sudah melihat dan mendengar langsung calon presiden dan calon wakil presiden, baik Jokowi dan Ma’ruf Amin, baik Prabowo dan Sandiaga Uno. Silahkan bapak-ibu pilih dengan sesuai kata hati, jangan memilih karena paksaan, jangan jadikan agama untuk pedoman menjalankan politik,” sambung dia.

“Kita sebagai masyarakat mendokan bangsa dan negeri ini menjadi bangsa yang hebat, bangsa yang kuat,” tukas Sahroni mengingatkan.

Hari ini kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden telah mendaftarkan diri ke KPU. Ia mengajak seluruh warga negara Indonesa menghadapi pesta demokrasi dengan kegembiraan.

Kata Sahroni demokrasi dalam pemilu harus saling menunjukkan gagasan, ide, rekam jejak, dan prestasi.

Selain mengingatkan demokrasi tanpa paksaan, dalam kunjungan kerjanya Ahmad Sahroni turut mengingatkan pentingnya asuransi kesehatan, termasuk BPJS kesehatan.

Hal ini menjawab pertanyaan sejumlah warga mengenai kepastian masih atau tidak kebijakan BPJS Kesehatan dari pemerintah dan pelayanan di rumah sakit terkait aturan dikeluarkan.

“BPJS terus tetep ada, bu, nggak akan pernah berhenti selama pemerintah tidak pernah menyetop soal kesehatan. Ibu jangan khawatir,” kata Sahroni menjawab pertanyaan warga Jati Pulo bernama Feby susinta.

Diakui Sahroni, hingga kini masih ada keluhan yang didengarnya terkait pelayanan rumah sakit terhadap pasien menggunakan BPJS Kesehatan. Politisi NasDem ini meminta pembenahan lebih baik oleh BPJS, khususnya pelayanan di rumah sakit.

“Tapi banyak memang yang kekurangan (BPJS) yang luar biasa di tiap-tiap daerah. Saya nggak tau apakah di Jati Pulo dan sekitarnya BPJS sudah sesuai atau belum. Untuk di Jakarta Utara luar biasa banyak sekali kekurangan atau hambatan yang dalam prosesnya menerima pasien BPJS,” bebernya.

Selain di Jati Pulo, Sahroni hari ini juga melakukan kunjungan kerja di Lapangan Kopajaya, Bojong, Rawa Buaya Jakarta Barat. Sama seperti di Jati Pulo, sekitar 1000 warga yang hadir tampak antusias bertanya dan meminta foto bersama dengan anggota dewan yang sempat menjalani pekerjaan sebagai sopir pribadi hingga tukang semir dan ojek payung itu.

Laporan: Fadlan Syiam Butho

(Nebby)