Calon Presiden dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan fakta kecurangan acara Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa (14/5/2019). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkapkan data Prabowo Subianto unggul dengan perolehan suara 54,24%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut akan menyampaikan sikap politiknya untuk masuk dalam koalisi atau oposisi pemerintah selama periode lima tahun ke depan usai gelaran rapat koordinasi nasional kader Partai Gerindra dari seluruh Indonesia pada Rabu (17/10).

“Ya, Pak Prabowo nanti akan menyampaikan ini setelah Pak Prabowo tentu saja mendengar keseluruhan dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) seluruh Indonesia,” kata Wakil Ketua MPR dari Fraksi Gerindra Ahmad Muzani di Jakarta, Senin (14/10).

Muzani menyampaikan, rakornas Gerindra akan dihadiri pimpinan DPD dan DPC, serta anggota dari kabupaten/kota, serta provinsi seluruh Indonesia.

“Mereka ini nanti akan memberi masukan pada dewan pembina atas apa yang akan dilakukan atau apa yang akan diputuskan oleh Ketua Dewan Pembina dalam mengambil sikap politik akhir-akhir ini,” papar Muzani.

Kendati demikian, Muzani menyampaikan bahwa apabila terjadi perbedaan pendapat antar kader di tubuh Gerindra, maka hal tersebut menjadi hal yang biasa.

“Ah itu biasa karena di Gerindra kan sebelum ada keputusan dari ketua dewan pembina selalu saja ada perbedaan dan kita tidak melarang perbedaan itu,” ujar Muzani.

Namun, lanjutnya, apabila Ketua Dewan Pembina Gerindra yakni Prabowo Subianto telah mengambil keputusan, maka seluruh kader akan taat dan mengikuti arahan yang dikumandangkan.

“Dalam tradisi Gerindra, begitu ketua dewan pembina sudah mengambil keputusan semua taat dan semua dalam satu barisan,” pungkasnya.

Ant.

(Zaenal Arifin)