Banjarmasin, Aktual.com – Pemerintah pusat menggelontorkan dana untuk pemulihan ekonomi Kota Banjarmasin di tengah pandemi COVID-19 sebesar Rp13,4 miliar melalui dana insentif daerah tambahan.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin Subhan Nor Yaumil di Banjarmasin, Selasa (28/7), mengatakan dana insentif daerah (DID) tambahan tersebut, dimanfaatkan sebagai dana stimulus untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah maupun sektor pariwisata terdampak COVID-19.

Melalui dana tersebut, diharapkan ekonomi Kota Banjarmasin, terutama sektor UMKM dan pariwisata, kembali bangkit setelah terdampak COVID-19.

Pemanfaatan dana tersebut, antara lain untuk UMKM garrmen, yang selama ini mendadak sepi order karena COVID-19 dan beberapa sektor lainnya.

Melalui DID tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin akan memberikan stimulus permodalan, agar para penjahit memproduksi masker kain, yang kemudian hasilnya akan dibeli oleh pemerintah untuk dibagikan kepada warga.

Begitu juga dengan stimulus untuk sektor pariwisata dan lainnya, yang terdampak COVID-19, dengan harapan bisa segera bangkit pada pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru.

Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina pada acara webinar melalui video konferensi, mengatakan optimistis masa pandemi COVID-19 akan segera terlewati, walaupun perlu waktu dan kedisiplinan.

Apalagi, saat ini Banjarmasin terdapat enam dari 52 kelurahan yang ada sudah memasuki zona hijau.

“Dengan asumsi bahwa dari hasil satu pekan ini sudah tidak ada lagi penambahan kasus, dan kasus lama itu sudah sembuh, itu indikatornya,” ujarnya.

Menurut dia, COVID-19 telah berdampak besar pada sektor pariwisata dan hotel.

“Segala sesuatu pasti ada ujungnya, semoga badai ini cepat berlalu, dan dunia pariwisata kembali menjadi primadona seperti sebelum COVID-19,” imbuhnya.

Dia juga berharap, pembangunan insfratruktur dan persiapan terkait dengan objek wisata bahkan dukungan sistemnya, baik dari aspek sumber daya pariwisata serta seluruh pihak terkait, bisa mempersiapkan diri, ketika dibukanya pariwisata khususnya di Banjarmasin.

“Banyak yang ingin datang ke Banjarmasin, apalagi setelah ‘launching’ agenda ‘event’ di Bali kemarin, itulah yang membuat mereka ingin sekali ke Banjarmasin. Tapi karena kondisi sekarang, akhirnya semua itu tertunda,” ungkapnya.(Antara)

(Warto'i)