Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan bahwa perlambatan pembahasan rancangan APBN 2016 disebabkan belum adanya kesiapan pemerintah dalam menentukan anggaran yang pasti.

Hal itu menyusul penundaan pengesahan RAPBN 2016 yang rencananya diketuk hari ini oleh DPR RI diundur menjadi 30 Oktober 2015, sebelum berakhirnya masa sidang dewan.

“Kita di komisi VIII bertemu tiga mitra kerja. Secara besarannya RAPBN 2016 sudah dibacakan presiden di nota keuangan. Kami kaget, dalam pembahasan ada berkali-kali perubahan di pemerintahan. Dari Kementerian PPPA dipotong Rp500 miliar, ada pemotongan yang mekanismenya tidak dibicarakan dengan DPR,” ucap Hidayat, di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (23/10).

Menurut politikus PKS ini, adanya sejumlah pemotongan anggaran yang sangat signifikan dan tanpa ada pembicaraan dengan DPR, tentu merubah postur anggaran antar mitra kerja komisi dan memakan waktu.

“Butuh pembahasan lagi, waktu berlanjut,” ucap Wakil Ketua MPR RI itu.

Hidayat menanggapi santai seputar kabar KMP yang berencana menunda pengesahan RAPBN 2016.

“Jangan dipolitisasi, tuduh menuduh biasa, liat realitanya. Pemerintah yang sebabkan perlambatan ini,” tandasnya.

(Novrizal Sikumbang)

()