Pembeli nampak antre saat akan membeli daging sapi di Pasar Tradisional Ciledug, Tangerang, Kamis (16/7/2015). H-1 jelang lebaran daging sapi laris manis, harga yang ditawarkan kisaran Rp 120 ribu - 150 ribu.

Jakarta, Aktual.com — Perum Bulog menyatakan harga daging sapi yang akan dijual BUMN tersebut bisa di atas Rp100.000/kg akibat kenaikan nilai rupiah terhadap dolar AS yang melebihi Rp14.000. Pemerintah menargetkan harga jual daging sapi dapat diturunkan di bawah Rp100.000/kg melalui penjualan daging oleh Bulog.

“Sekarang kurs mahal, sudah di atas Rp14.000 per dolar. Di kisaran Rp100.000/kg lah (harga jual daging Bulog). Saya akan melaporkan kepada kementerian terkait mengenai apa yang harus kami lakukan,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti di Jakarta, Selasa (8/9).

Selain Perum Bulog diskusi tersebut juga melibatkan kalangan pemerintah seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, asosiasi seperti Asosiasi Pengusaha Feedlot Indonesia (Apfindo), Aspidi, ASDI, Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia, Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI).

Menurut dia, sebelumnya pihaknya mengasumsikan dolar masih Rp13.000 sehingga dapat menjual daging sapi di bawah Rp100.000/kg, namun, Bulog harus menyesuaikan harga karena pelemahan nilai tukar rupiah.

Pihaknya akan segera melaporkan kemampuan Bulog menjual daging dengan kondisi kurs rupaih saat ini kepada pemerintah, karena operasi pasar daging sapi oleh Bulog tanpa subsidi.

“Saya sudah menggunakan kurs sampai asumsi Rp14.000 per dolar, maka kita bisa jual di kisaran Rp 100.000/kg,” katanya.

Namun demikian Dirut Bulog belum dapat memastikan berapa harga daging sapi yang akan dijual perusahaan itu karena dokumen penagihan dari produsen masih belum sampai.

Sementara itu pada hingga awal September ini Perum Bulog telah merealisasikan impor sapi siap potong sebanyak 8.000 ekor dari total izin impor 50.000 ekor sapi siap potong hingga akhir tahun.

Pemerintah memberikan izin impor sapi potong kepada Bulog untuk menstabilkan harga daging sapi yang masih di atas Rp 120.000/kg dengan operasi pasar (OP).

Selain sapi siap potong, Bulog juga mendapat izin impor 1.000 ton daging sapi jenis secondary cut dan pada kuartal IV 2015, serta akan diberikan izin impor 10.000 ton daging sapi jenis prime cut.

Djarot menyatakan pihaknya akan segera melakukan operasi pasar (OP) untuk menurunkan harga daging sapi hingga kisaran sekitar Rp 100.000/kg.

OP Bulog hanya akan dilakukan di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebagai sentra konsumsi daging atau bukan daerah penghasil daging karena, gejolak harga daging sapi hanya terjadi di wilayah tersebuti, sementara harga daging sapi di 30 provinsi lain relatif stabil.

“Operasi pasar ini tentunya mengarah pada wilayah yang ada gejolaknya. Kalau gejolaknya di Jakarta dan sekitarnya sampai Jawa Barat dan Banten, tentu kita konsentrasinya ke sana,” katanya.

()

(Eka)