Jakarta, Aktual.com — Kantor Kepala Staf Kepresidenan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjalin kerja sama untuk pengawasan pelaksanaan program kerja pemerintah.

“Kami dan BPKP sudah bekerja beberapa bulan terakhir untuk rampungkan ini, tujuannya ingin membuat pengendalian dan pengawasan dalam skala program prioritas dalam berbagai skala dan efektif,” kata Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan di kompleks Istana Presiden Jakarta, Jumat (10/7) siang.

Luhut mengatakan dengan jumlah auditor di BPKP yang mencapai 6.000 orang diharapkan dapat bekerja sama dalam memantau program-program pemerintah.

“Bermanfaat memonitor program strategis sebagaimana kehendak Pesiden, kita fokus beberapa program yang kita anggap bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Tugas pengawasan Sementara itu Kepala BPKP Ardan Adi Pradana mengatakan sesuai dengan keputusan Presiden Joko Widodo,maka BPKP melakukan reorientasi tugas pengawasan.

“Dalam komitmen dan ekspektasi pemerintah, kita menyambut baik kerja sama ini untuk memastikan program pembangunan dicapai sesuai target yang ditetapkan dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ardan.

Menurut dia, dengan kerja sama ini maka program yang dicanangkan Presiden dapat tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Sesuai Perpres Nomor 192 tahun 2014, BPKP juga diberi tugas mengoordinasikan penyelenggaraan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara atau daerah dan pembangunan nasional bersama-sama dengan aparat pengawas intern pemerintah lainnya.

Tahun ini, Kantor Staf Kepresidenan akan memantau 100 program prioritas yang menjadi janji Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Ada empat cluster janji tersebut yaitu di bidang pangan, energi, maritim dan infrastruktur.

Cluster kedua di bidang pendidikan, kesehatan dan kemiskinan.

Cluster ketiga di bidang reformasi birokrasi dan terakhir adalah bidang industri dan pariwisata serta sejumlah bidang lain seperti desa, perdagangan dan kawasan perbatasan.

Dalam acara yang berlangsung di ruang rapat utama kantor KSP di Bina Graha tersebut hadir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinov Chaniago, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menkominfo Rudiantara.

()