Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (Dok DPR)

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamza melalui akun sosial medianya, menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), surat ini mengenai keprihatinan atas pembantaian etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar.

Fahri yang juga sebagai tokoh gerakan islam (Presiden KA KAMMI) meminta Jokowi menggunakan mandat rakyat Indonesia untuk menyikapi pembantaian suku Rohingya yang mayoritas memeluk Islam di Myanmar.

Pentingnya sikap tegas Indonesia karena Indonesia merupakan negara dengan umat islam terbesar di dunia, nomor 3 negara terbesar demokrasi dan tentu negara yang menganut pancasila dengan notabene anti sara, sebagaimana yang terjadi di Myanmar.

Berikut surat Fahri untuk Jokowi, yang dipantau Aktual.com di Jakarta, Minggu (3/9):

Pak Jokowi yth,
Ada genosida di Rakhine,
Apakah bapak belum dengar?
Apakah bapak belum lihat?

Kami telah menyaksikannya berkali-kali dan menangis berkali-kali… doa bangsa dalam Idul Adha kemarin dipenuhi rintihan

Jutaan bangsa kita dan di belahan dunia lain terpukul dan terhempas rasa hina..karena tak bisa berbuat apa-apa…

Genosida kepada Rohingya terlalu kasat mata, biadab dan tak bisa ditulis kata-kata. Dunia terdiam dan tidak menyangka.

Bicaralah bapak Presiden,
Berwibawa lah bapak Presiden,
Karena bapak adalah pemimpin bangsa beradab! Bangsa merdeka!

Orang tidak bisa disalahkan karena menyembah Tuhan yang berbeda… karena Pancasila berketuhanan yang maha esa.

Orang tidak bisa diusir dan dibantai karena berbeda suku dan warna kulit karena Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab..

Tegakkan Pancasila bapak Presiden,
Kemanusiaan adalah jiwa universal ideologi negara kita! Karena itu penjajahan harus dihapuskan!

Bersikaplah bapak Presiden,
Tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangsa besar agar kami memiliki kebanggaan!

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Sampai hati ini sudah 30.000 Muslim Rohingya terusir ke hutan dan sungai…

Sebagian telah menemukan ajal karena dibantai atau karena sakit tak terobati, perburuan, kelaparan dan sakit terus mendera…

Bapak tidak perlu menunggu berita baru karena ini telah sangat nyata. Dunia telah berteriak kencang.. Dengarlah!

Panggillah duta besar Myanmar dan minta penjelasan, jangan percaya propaganda sepihak mereka… ungkap fakta.

Panggil duta besar kita pulang dan minta penjelasan intelijen negara… dan minta pertanggungjawaban mereka…

Jika mereka menolak bertanggungjawab dan tidak jujur dengan situasi yang ada maka apa boleh buat pertemanan kita hentikan sementara..

Kita telah membantu Myanmar secara aktif sejak Presiden SBYudhoyono karena kita ingin mereka berubah seperti kita..

Tapi tidak seperti militer kita, militer Myanmar haus kuasa, mereka mengacau dan tidak terkendali…

Tapi itu urusan pemimpin sipil yang katanya hebat berkelas dunia seperti aung San Su kyi itu. Ternyata tak berdaya.

Urusan kita adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, dan tentang orang-orang yang terusir karena menyembah Tuhannya.

Itu saja, Kita telah tunjukkan kebaikan sebagai tetangga menarik mereka ke ASEAN segala. Tapi mereka tak tau adab kita..

Ya sudah, Tinggalkan mereka agar mereka sadar bahwa dunia mengucilkan mereka karena sikap yang menghina manusia.

Bapak Presiden, Bapak pemimpin negara demokrasi terbesar nomor tiga di dunia…

Bicaralah kepada dunia yang bebas bahwa ada sekelompok manusia yang sedang mengalami genosida di abad 21 yang megah..

Bicaralah kepada PBB dan ambil tindakan nyata, jangan biarkan ada darah menetes dan airmata kembali tumpah.

Bapak Presiden, Bapak adalah pemimpin negara Muslim terbesar. Ambillah kepemimpinan, bicaralah kepada OKI… solidkankah.

Sikap Indonesia sedang ditunggu oleh dunia Islam. Dirunggu karena kita adalah abang besar. Kita adalah negara muslim yg stabil.

Kepemimpinan Indonesia akan menentukan masa depan Indonesia juga . Kita sudah terlalu lama diam! Ini saat bertindak!

Bapak Jokowi yth,
Surat ini saya tulis kepada bapak, karena bapak pemimpin yang sah. Mendapat mandat rakyat dan bangsa.

Tidak ada orang sekuat bapak di Negeri ini. Maka bapak lah yang pantas dititipi nasib rakyat Rohingya.

Bisakah Ummat Islam dan kemanusiaan berharap kepada bapak?

Bismillah Pak, Pada diri Rakyat Rohingya ada masa depan Ummat manusia”
Laporan Dadangsah Dapunta

()