Jakarta, Aktual.com – Khusyu dalam shalat sangat penting untuk dihadirkan. Mengingat, hal ini merupakan kondisi di mana seseorang mampu mendekatkan hati dan pikirannya agar dapat terhubung dengan Allah SWT.

Pada bagian ini Aktual.com bersama Ustadzah Herlini Amran, Senin (14/9), akan membahas seperti apakah cara yang efektif agar mudah khusyu dalam shalat?

“Upaya sholat khusyu itu harus diusahakan semaksimal mungkin, sebagaimana Allah memuji orang beriman yang sholatnya khusyuk dalam Al Quran surat 23:1-2. Di lain sisi, Allah SWT sangat mencela orang yang lalai dalam shalatnya seperti dalam Al Quran surat 107:4-5,” ujarnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendekati shalat, sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, sampai kalain mengetahui apa yang kalian katakan; dan jangan pula dalam keadaan junub, kecuali sekedar lewat, sampai kalian mandi; dan jika kalian dalam keadaan sakit, atau safar, atau salah seorang dari kalian datang dari tempat menunaikan hajat, atau kalian “menyentuh” perempuan, kemudian kalian tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah kalian dengan debu yang suci. Maka usaplah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian, sesungguhnya Allah itu adalah Maha memaafkan lagi Maha mengampuni.” (QS. An-Nisa: 43)

Oleh sebab itu, Ustadzah menjelaskan dalam menafsirkan QS 4:43 yang berbunyi, “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu sholat sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan..”. Dalam hal ini, ada ulama yang menafsirkan termasuk mabuk adalah kondisi dimana orang yang shalat tapi tidak memahami bacaan sholatnya, tuturnya.

Sehingga, menurutnya kondisi seperti itu hanya akan membuat shalat yang dilakukan orang tersebut dalam keadaan mabut tidak berani khusyu dan benar. Lantas, hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan agar shalat-shalat kita bernilai khusyu? Berikut penjabarannya.

Pertama, menghadirkan hati artinya adalah disaat kita sedang sholat maka saat itu sedang bermunajat, sedang berdiri berhadapan langsung dengan Sang Maha Kuasa, berdialog tanpa batas apapun. Maka dalam keadaan seperti itu yakinlah bahwa Allah sedang melihat, memperhatikan dan mengawasi gerak-gerik sholat kita. Benarkah sholat kita, dengan bacaan yang benar atau penuh dengan kesalahan dan lain sebagainya.

Kedua, anggap saat itu adalah sholat yang terakhir yang tujuannya tidak lain agar semakin khusyu, karena bisa jadi usai shalat Allah mencabut nyawa kita. atau bayangkan, disaat kita sedang mengambil wudhu tiba-tiba datang malaikat maut menghampiri kita dan mengabarkan kita, bahwa usai sholat nanti dia akan mencabut nyawa kita.

Ketiga, tuma’ninah dan tidak tergesa-gesa dalam shalat. Sebab dengan ketenangan kita akan bisa fokus dengan bacaan dan juga gerakan dalam shalat. Oleh karena itu, sebelum kita bertakbir memulai shalat, lebih dulu kita tinggalkan segala perkara duniawi, yang dapat membuat shalat kita tidak khusyu.

Keempat, tadabbur ayat-ayat dan dzikir-dzikir yang dibaca dalam shalat. Cara keempat ini sangat penting untuk kita latih dan diterapkan saat shalat. Karena dengan mentadabburi ayat dan dzikir yang kita baca, maka kita akan semakin mudah untuk menggapai kekhusyuan dalam shalat.

Kelima, tartil dan memperbagus suara dalam membaca Al Quran. Allah SWT memerintahkan kita untuk tartil disaat membaca Al Quran, terlebih lagi bacaan tersebut kita baca diwaktu shalat. Begitu juga kita dianjurkan untuk memperindah suara, agar makmum dalam shalat jamaah bisa tenang dan akhirnya mendapatkan kekhusyuan.

Keenam, arahkan pandangan hanya ditempat sujud, dan tidak memalingkan kelainnya. Dalam shalat, janganlah kita mengarahkan pandangan kita selain ke tempat sujud, sebab hal tersebut akan mengganggu kekhusyukan kita dalam shalat. Bahkan terdapat larangan dalam hadits untuk melihat ke atas disaat kita shalat, begitu juga memalingkan seluruh atau sebagian badan kita, karena bisa membatalkan shalat kita, lantaran telah mengubah qiblat disaat sedang shalat.

Ketujuh, hindari segala hal yang bisa menyibukkan saat sedang shalat. Seperti penggunaan alat-alat elektronik (handphone atau alat komunikasi lainnya, dan penggunaan pakaian yang kurang pas), serta hal-hal lainnya yang bisa mengganggu kita dalam shalat.

“Paling tidak, untuk bisa mengupayakan khusyuk semaksimal mungkin adalah dengan memahami bacaan sholat dan Konsentrasi dengan memahami bacaan tersebut,” imbuhnya.

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mampu menjaga kekhusukan ketika shalat. Aamiin. Wallahu a’lam bis showwab.

()