Jakarta, Aktual.com — Komisi VI DPR RI terbuka untuk melakukan rapat gabungan dengan Komisi XI DPR RI untuk mendapatkan penjelasan secara detail terkait dugaan penyimpangan pinjaman yang dilakukan tiga Bank BUMN terhadap China Development Bank (CDB) sebesar US$3 miliar.

Pasalnya, dana pinjaman yang tujuannya untuk pembangunan di sektor infrastruktur, kabarnya dipinjamkan kepada PT Medco Group untuk membeli saham PT Newmont.

“Dalam dokumen (perjanjian) juga mengatakan yang terkait dengan perusahaan China yang mendapat pinjaman itu, yang tidak terkait dengan China bagaimana komitmennya? dan ini tidak ada konsistensi, apa yang disampaikan dalam dokumen itu harus disetujui CDB di perusahaan manapun di Indonesia,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Asman Natawijana, Senin (25/4).

Menurut Azam, komisi VI terbuka untuk dilakukan rapat gabungan bila memang diperlukan. Namun, sejauh ini komisi ingin mendapat penjelasan terlebih dahulu dari pihak terkait untuk menentukan langkah kedepan seperti apa.

“Tetapi kita jalan dulu karena manajemen ini ranah komisi VI. Makanya kita mau mendapatkan penjelasan hari ini, tetapi Deputi BUMN dan Dirut bank tidak bisa hadir dan menjadi pertanyaan kita, tentu ini menjadi bahan di interen kita,” sebut politikus Demokrat dari Dapil Jawa Timur III itu.

(Novrizal Sikumbang)

()