Ada juga mitos dewi ratih yang diyakini sebagai dewi kecantikan. Menurut mitologi, saat terjadi gerhana, dewi Ratih yang berlari di kahyangan tertangkap oleh Kala Rau. Ia dikejar karena telah memberi tahu dewa Wisnu bahwa Kala Rau hendak minum Tirta Amertha (Air kehidupan abadi). Selain itu tentu masih ada juga mitos-mitos yang lainnya.

Ketika Islam datang, perlahan diluruskan soal cerita dari berbagai mitos yang pernah ada tentang gerhana. Fenomena gerhana pada masa Rasulullah SAW pun pernah terjadi yaitu ketika terjadinya peristiwa gerhana matahari di hari kematian putera beliau; Ibrahim.

Kemudian Rasulullah SAW mulai meluruskan pemahaman bahwa sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana disebabkan kematian atau kelahiran seseorang akan tetapi itu adalah tanda kebesaran Allah.

“Rasul pun menganjurkan untuk berdoa kepada Allah dan menunaikan salat gerhana hingga matahari nampak kembali,” ujar DR H.Fathul Bari. SS. M.Ag dari Pondok Pesantren Wisata An’nur 2 Malang Jawa Timur, dalam keterangan tertulisnya kepada Redaksi, Sabtu (27/1).

(Andy Abdul Hamid)