Jakarta, Aktual.com — Presiden Konfederasi Serikat Nusantara, Mukhtar Guntur, mengatakan, krisis multidimensi yang dirasakan buruh dan pekerja hari ini adalah bukti kegagalasan sistem ekonomi politik kapitalisme. Krisis ini akan terus menjalar keberbahgai belahan dunia, termasuk Indonesia.

“Indonesia justru menjadi pelayan utama bagi kepentingan modal asing dan menghamba kepada sistem kapitalisme global dengan menjalankan agenda neoliberalisme di dalam negeri,” tegas Mukhtar dalam pernyataan yang dibacakan perwakilan aksi di depan Kedubes AS, Jakarta Pusat, Minggu (1/5).

Pada peringatan Hari Buruh kali ini, Mukhtar menyebut kebijakan-kebijakan pemerintah timpang karena mendahulukan kepentingan para pemilik modal dibandingkan kepentingan rakyat pekerja. KSN menilai kondisi Indonesia sekarang dengan ‘Indonesia Darurat Ketenagakerjaan’.

Regulasi yang dilahirkan untuk mengatur permasalahan ketenagakerjaan masih jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan berada sebagaimana dijaminkan dalam UUD 1945. ‘Bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan’.

“KSN mendesak pemerintah mencabut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 203 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2004 tentang Pengadilan Hubungan Industrial,” tegasnya.

Selain itu juga mendesak pencabutan Undang-Undang BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dan Undang-Undang yang mengatur tentang Desentralisasi Ketenagakerjaan,” demikian Mukhtar.

()

()