Salah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Ma'ruf Amin periode tahun 2019-2024. SP/Joanito De Saojoao.

Jakarta, Aktual.com – Rencana pemerintah menghapus jalur calon pegawai negeri sipil (CPNS) bagi guru dalam skema rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) menuai pro dan kontra.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, Nadiem layak dicopot sebagai Menteri pada tahun 2021 mendatang, lantaran loyo dan tidak pasang badan terkait hal tersebut.

“Kasihan para Guru. Sudah mengabdi sebagai pendidik pulahan tahun. Tapi tak bisa jadi PNS. Tak bisa jadi abdi negara,” kata Ujang, Senin (4/1).

“Sudah saya katakan jauh-jauh hari. Nadiem perlu untuk di reshuffle. Dia tak cocok disitu,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menyatakan, kebijakan itu diperkirakan akan mempengaruhi turunnya minat kalangan muda untuk memilih profesi sebagai pendidik. Apalagi, guru merupakan profesi yang membutuhkan stabilitas hidup tinggi bagi pelakunya.

“Kami menolak wacana penghapusan jalur CPNS bagi guru dalam seleksi ASN. Kami berharap hal itu masih rencana, bukan suatu keputusan. Apabila masih rencana, kami harap segera dicabut,” kata Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Senin (3/1).

Tidak hanya dari skill mengajar saja, Politisi PKB itu menilai, guru juga disebut harus mampu menjadi teladan dari sisi moral maupun spiritual. Menurut Huda, standar tersebut tidak tercapai jika tidak ada jaminan kesejahteraan maupun karir bagi para pendidik.

“Status PNS (pegawai negeri sipil) bagi guru harus dipandang sebagai upaya negara untuk menghadirkan jaminan kesejahteraan dan karir bagi para guru,” tegasnya.(RRI)

(Warto'i)