Rizal Ramli: Loh Kok Baru Ngaku

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menilai pernyataan Sri Mulyani menyiratkan pengakuan utang negara yang jatuh tempo mencapai Rp409 triliun. Setelah sekian lama membantah, akhirnya pemerintah akhirnya mengaku setelah melakukan kebohongan.

“Lho kok baru ngaku? Piye toh? Jadi ngapain ngibul dan bantah2 selama ini Madamme Anomali,” tulisnya Rizal Ramli dalam cuitannya di Twitter.

Sebelumnya, Rizal Ramli sudah mengingatkan pemerintah terkait utang, anjloknya nilai tukar rupiah dan daya beli masyarakat yang tak kunjung membaik. Kondisi tersebut bisa dipantau oleh investor asing. Akibatnya, banyak investor yang kemudian menarik dananya dari pasar modal karena tidak ada kepastian di Indonesia.

“Meskipun Menkeu (Menteri Keuangan) menyerahkan laporan ke Presiden bahwa kita surplus. Bilang ekonomi kita baik-baik saja. Padahal investor asing itu pintar-pintar. Dia bisa menganalisa dari CDS (Credit Default Swap) negara kita dari komputernya,” jelas RR.

Pria yang pernah menjabat berbagai posisi menteri ini menyatakan, tingkat CDS Indonesia justru menunjukkan peningkatan, yaitu dari posisi 80 di Januari 2018 menjadi 144 pada saat ini. Padahal, tingkat CDS ini disebutnya berbanding terbalik dengan rating investasi. Artinya, jika CDS Indonesia kembali naik, maka rating investasi Indonesia bisa kembali turun. Belum lagi utang Indonesia kembali meningkat. Indikator-indikator itu bisa menjadi sentimen bagi investor asing untuk terus menarik dananya dari Indonesia. Jika itu terjadi maka ekonomi Indonesia semakin terbebani. Sebab pasar modal Indonesia masih dikuasai investor asing. Pemerintah selalu mengklaim bahwa kebijakan yang diambil dilakukan secara prudent atau hati-hati untuk mengatasi masalah ini.

“Ini ada Menteri Keuangan yang selalu ngomong bolak balik, kami prudent, kami prudent. I’m sorry you’re not prudent,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga sering membangga-banggakan kondisi perekonomian Indonesia. Padahal, bila dilihat dari sisi neraca perdagangan, Indonesia mengalami defisit dalam beberapa bulan terakhir.

“Ini sebetulnya sudah setengah merah. Kami sopan saja, hati-hati untuk bilang prudent. Ini sudah setengah merah, dan ini sudah kami bilang akhir tahun lalu. Dan ini sama sekali tidak prudent, kalau ada menteri yang bilang prudent-prudent, apanya yang prudent. Kalau prudent ini angkanya positif, bukan negatif,” jelasnya.

[pdfjs-viewer url=”http%3A%2F%2Fwww.aktual.com%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F08%2FFanzine-220818_Gali-Lobang-Tutup-Lobang-Bayar-Utang-Rp409-Triliun-Menyesakkan-Dada.pdf” viewer_width=100% viewer_height=1360px fullscreen=true download=true print=true]

(Eka)