Jakarta, Aktual.com — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa perbandingan luas kebakaran hutan dan lahan di tahun 1997/1998 dengan tahun 2015, masih jauh lebih luas pada tahun 1997/1998 tersebut.

“Kalau luas yang terbakar, lebih luas pada 1997, tetapi dari dampak ekonomi, masyarakat, jumlah korban jiwa dan aktivitas yang terganggu lebih besar tahun 2015,” demikian jelas Sutopo, kepada Aktual.com, di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (30/10)

‎Namun demikian, menurutnya, jika dilihat dari paparan asap yang hingga ke negara tetangga, tidak jauh berbeda dengan tahun 1997/1998 silam.

Sutopo kembali menjelaskan, di bulan Juni sampai dengan saat ini, kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menyebabkan 24 orang meninggal dunia.

‎”Kalau di data BNPB, 12 orang di Sumatera. Kemudian di Gunung Lawu para pendaki 8 orang sedangkan yang di ponorogo ada 4 orang. Total 24 orang‎,” terangnya menambahkan.

Sekedar informasi, kerugian material atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan, Indonesia mengalami kerugian lebih dari 40 triliun,” keluhnya menutup pembicaraan.

Artikel ini ditulis oleh: