Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher saat berpidato dalam acara Rapat Koordinasi Perencanaan Program dan Anggaran Kementerian Sosial RI Tahun 2017 dan Memberikan materi, di Jakarta, Selasa (29/11/2016). Dalam acara Rapat Koordinasi Perencanaan Program dan Anggaran Kementerian Sosial RI Tahun 2017 dan Memberikan materi dengan tema "Kebijakan dan Program Prioritas Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial 2017 dan Persiapan Program Prioritas Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial 2018".

Jakarta, Aktual.com – Aksi protes yang dilakukan sejumlah petani dari pegunungan Kendeng, Jawa Tengah yang nekat merendam kakinya dengan semen.

Ketua Komisi VIII, M. Ali Taher mengatakan bahwa tindakan penyemenan yang dilakukan petani tersebut merupakan kegelisahan sosial yang menggambarkan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.

“Ini sebenarnya bentuk-bentuk dari kegelisahan social, kegelisahan social bahwa sekarang ini jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin, anatara ketidakadilan, dan adanya persoalan kesenjangan sosial,” katanya, Kamis (23/3).
“Ini terjadi sebenarnya penyemenan kaki ini merupakan bentuk-bentuk protes social yang harus direspon dengan baik,” tambahnya.

Ketua Komisi VIII ini menjelaskan bahwa setiap pembangunan harus memiliki peran penting bagi lingkungan dan dampak social ekonomi.

“Analisis mengenai dampak dampak lingkungan itu tidak memperhatikan betul mengenai analisis dampak social ekomoni, kesenjangan social adalah pemicu bentuknya ketidak adilan,” kata Ketua Komisi VIII.

[Gespy Kartikawati Amino]

(Andy Abdul Hamid)