(foto ist)

Jakarta, Aktual.com – Kabar bohong alias hoaks terutama yang mengarah pada SARA (Suku Agama Ras dan Antar-golongan) dianggap menjadi ancaman serius bagi proses demokrasi di Indonesia.

“Berita hoaks dan isu SARA menjadi ancaman serius bagi proses demokrasi kita,” kata Tenaga Ahli Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Nurfahmi Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, isu-isu tersebut kerap kali digunakan di tahun politik untuk saling menjatuhkan lawan politik satu sama lain.

Nurfahmi berharap kualitas demokrasi Indonesia tidak dikotori dengan cara-cara penyebaran kabar bohong yang memecah-belah kerukunan tersebut.

“Isu-isu seperti itu saat ini, paling sering dilempar ke dunia maya untuk memengaruhi generasi milenial sebagai mayoritas pengguna media sosial yang dikelompokkan dalam entitas massa mengambang dan kelompok Islam,” katanya.

Ia menilai masih rendahnya tingkat literasi dan minat baca masyarakat di Tanah Air menyebabkan penyebaran kabar bohong semakin mudah meluas hingga banyak kalangan kemudian terhasut.

“Hoaks cepat menyebar karena masih rendahnya literasi dan minat baca bangsa kita. Baru baca judulnya, tanpa mengklarifikasi, orang sudah menjustifikasi sebuah isu,” ungkap Fahmi.

Untuk itu, ia menyarankan para pengguna media sosial untuk bijak dalam berselancar di dunia maya.

 

Ant.

()