Jakarta, Aktual. Com – Situasi internasional terus memburuk ;

1. Perang dagang USA Vs China menghajar ekonomi negeri negeri yang bergantung pada pasar China dan USA, maupun yang bergantung pada Dolar Amerika dan impor barang dari China. Dua pasar yang sangat besar yang sama sama menopang ekonomi global salam satu dekade terakhir.

2. Gelombang pembersihan skandal pajak di Amerika Serikat dan Eropa, menyapu para penjahat keuangan dunia. UU ekstradisi China segera akan membawa penjahat keuangan di Hongkong, Taiwan dan juga taipan-taipan di wilayah Asia lainnya ke tiang gantung di Tiongkok.

Baik China maupun USA dalam posisi ingin menyita uang kotor yang tersimpan di bank bank global. Internasional telah menetapkan arah baru bagi pembersihan uang kotor melalui skema Mutual Legal Assistance (MLA) yang berbasis peradilan/pemidanaan pelaku kejahatan keuangan internasional.

3. Ekonomi Singapura memburuk, pertumbuhan ekonomi terendah sejak krisis 2002, membawa negara itu pada krisis ekonomi dan krisis keuangan dalam waktu dekat lebih cepat dari perkiraan. Singapura adalah termometer ekonomi Asia dan global.

Jika keadaan ekonomi Singapura demam tinggi maka itu berarti ekonomi global resesi. Singapura adalah investor terbesar bagi ekonomi Indonesia.

4. Harga komoditas makin memburuk, harga batubara anjlok, hanya minyak tetap rendah, harga CPO jatuh, keuangan negara-negara yang bergantung pada migas jebol. Utang baru tampak sulit karena kemampuan bayar yang berat.

(Abdul Hamid)