18 April 2026
Beranda blog Halaman 36301

Libur Panjang, Monas Diserbu Warga

Warga melakukan liburan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2015). Warga Jakarta memanfaatkan libur Kenaikan Isa Almasih berkunjung ke sejumlah tempat wisata diibukota, salah satu lokasi favorit yang ramai dikunjungi adalah Monas. Dipilihnya Monas karena harga tiket masuk ke museum dan naik ke atas Tugu Monas relatif murah, untuk anak-anak tiket tetap harga Rp 2 ribu dan dewasa 15 ribu hingga sampai puncak Monas. AKTUAL/MUNZIR

Pesawat Jatuh di Meksiko Utara, Enam Orang Tewas

Jakarta, Aktual.co — Enam orang tewas ketika satu pesawat kecil jatuh di Negara Bagian Chihuahua di Meksiko Utara, kata beberapa pejabat lokal pada Rabu (Kamis WIB).
Lokasi jatuhnya pesawat tersebut pada Selasa malam berada di Cieneguita di Kota Praja Urique, permukiman yang berada di perbatasan antara Chihuahua dan Negara Bagian Sinaloa, yang bertetangga, demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Kejaksaan Negara Bagian tersebut.
Jenazah orang yang tewas, semuanya lelaki, ditemukan, dan di antara mereka terdapat pilot, yang diidentifikasi sebagai Eleazar Ramirez Perez (58) dari Guasave di Sinaloa, kata pernyataan itu.
Warga lokal mengatakan pesawat naas tersebut ditembak hingga jatuh pada Selasa dini hari, demikian laporan Xinhua, Kamis (14/5). Pihak berwenang tidak membantah tapi juga tidak mengkonfirmasi laporan itu, tapi mereka mengatakan mereka telah menambah jumlah personel polisi negara yang berpatroli di wilayah tersebut jadi 120.
“Jaksa Negara Bagian Jorge Enrique Gonzalez Nicolas akan segera mengunjungi beberapa permukiman di Kota Praja Enrique untuk mengawasi langkah yang dilakukan dan menangani langsung keprihatinan masyarakat,” kata juru bicara Kantor Kejaksaan Negara Bagian.
Pesawat itu jatuh setelah serangkaian bentrokan belum lama ini antar-gerombolan penjahat yang bersaing, dan antara penjahat dan penegak hukum, di berbagai wilayah Meksiko, termasuk di Negara Bagian Jalisco, di bagian barat-tengah Meksiko. Di sana, anggota kartel menembak jatuh satu helikopter militer pekan lalu dengan menggunakan granat berpeluncur roket dalam pamer kekuatan yang sangat berani.
Pada Maret, beberapa penyerang yang tak dikenal di daerah itu menewaskan dua petugas survei yang bekerja buat Institut Gegoragi dan Statistik Nasional Meksiko.

Artikel ini ditulis oleh:

Bambang Soesatyo : Celotehan Menteri Yasonna Mengada-ada

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang mengatakan bahwa pihaknya akan menang dalam gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sengketa yang dilayangkan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), mendapat tanggapan sinis dari pihak Munas versi Bali itu.
Bendahara Umum DPP Partai Golkar Munas Bali, Bambang Soesatyo menilai pernyataan Menteri Yasonna mengada-ada.
“Menurut saya yasonna sebagai menteri agak ‘sakit’. Jokowi-JK dan para hakim saja tahu bahwa Munas Golkar di Ancol itu abal-abal,” kata Bamsoet sapaan akrabnya, di Jakarta, Kamis (14/5).
Dikatakan Anggota Komisi III DPR RI itu, faktanya saat ini saja sudah ada dua tersangka baru dalam kasus mandat palsu yang digunakan dalam Munas Ancol tersebut.
“Sebelumnya dua tersangka kasus mandat palsu Munas Ancol. Total 4 orang. Dan sebentar lagi dari keterangan para saksi akan mengarah kepada pihak penyelenggara dan penyandang dana Munas Golkar jadi-jadian tersebut,” ucap pria yang juga menjabat sebagai sekertaris fraksi di DPR RI itu.
Sebelumnya sempat diberitakan, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly menyatakan keyakinannya untuk bisa memenangkan sengketa PTUN yang diajukan kubu Aburizal Bakrie terkait surat keputusan (SK) kepengurusan Golkar yang sah tersebut.
Hal itu berlandaskan atas keterangan saksi di pihaknya yang dianggap meyakinkan dan surat keterangan dari Ketua Hakim Mahkamah Partai Golkar (MPG) Muladi.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Petral Bubar, Faisal Basri: Otomatis Separuh Rejeki Mafia Pupus!

Jakarta, Aktual.co — Kepala Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Faisal Basri menyebut langkah pembubaran anak usaha PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) telah memupuskan rejeki mafia migas yang selama ini memanfaatkannya.
“Otomatis separuh rejeki mafia pupus karena main di RON 88. Disana gelap, harga tidak jelas, campur-campur nafta,” kata Faisal di Kementerian ESDM, Jakarta, ditulis Kamis (14/5).
Faisal mengklaim bahwa pembubaran Petral juga telah melumpuhkan para mafia migas yang selama ini ketergantungan dengan kinerja Petral dalam melakukan pengadaan minyak dan gas nasional.
Ia menambahkan, sejauh timnya telah melayangkan tiga kali rekomendasi terkait hal ini kepada jajaran direksi PT Pertamina (Persero). “Rekomendasi 26 Desember 2014. Kami sudah kasih 3 kali rekomendasi. Rekomendasi tersebut sudah kami filing juga,” tambahnya.
Selain itu, Faisal berpendapat bahwa pembubaran Petral juga menjadi momen bagi Pertamina untuk memperkokoh kelembagaan unit usahanya, yakni Integreted Supply Chain (ISC) yang saat ini telah mengemban fungsi pengadaan, menggantikan peran Petral.
“Di sana memperkokoh kelembagaan dengan aturan main baru seperti hapuskan RON 88,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pekan Depan, Pemerintah Siap Terbitkan Hasil Kajian Pertalite RON 90

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan segera mengeluarkan hasil kajian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru dengan RON 90 alias Pertalite.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan formula Pertalite kepada Lembaga Minyak dan Gas (Lemigas).
“Pertalite sedang proses, hasil uji Lemigas udah masuk, antara sekitar seminggu sampai 10 hari lagi lah,” kata Wiratmaja kepada wartawan, Jakarta, Kamis (14/5).
Menurutnya, meski hasil uji Lemigas mengenai Pertalite sudah ada saat ini, namun pihaknya tetap harus melakukan verifikasi kembali serta evaluasi.
“Verifikasi selesai, dicek segala macam, nanti kalau kriteria terpenuhi semua kita berikan izin ke Pertamina untuk mendistribusikan karena spek sudah ada di Kementerian ESDM,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Pewaris Adat Kinali Blokade Jalan Masuk PT PANP

Jakarta, Aktual.co — Puluhan masyarakat yang tergabung dalam tiga kaum pewaris pemangku adat di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memblokade jalan masuk ke perusahaan kelapa sawit PT Perkebunan Anak Nagari Pasaman (PT PANP) dengan portal, Kamis (14/5).
Tuntutan ketiga pewaris kaum adat yang terdiri dari adat Dt Majo Indo, Dt Rangkayo Basa, Dt Itam Putiah adalah realisasi untuk kewajiban plasma 20 persen kepada masyarakat.
Menurut Waris Kaum Dt Rangkayo Basa, Katik Munir, aksi ini sebagai bentuk protes terhadap perusahaan yang tidak menepati janji. Massa itu merupakan kaum waris yang ada di sekitar PT PANP.
Sebelum aksi, berbagai upaya sudah dilakukan untuk dicarikan solusinya, namun tuntutan masyarakat sampai saat ini tidak digubris oleh perusahaan. “Kami sebagai ahli waris pemangku adat Dt Majo Indo, Dt Rangkayo Basa, Dt Itam Putiah Wilayah Anam Koto Selatan akan terus menuntut agar perusahaan merealisasikan plasma 20 persen,” katanya.
Sebelumnya, kaum waris sudah mengirimkan surat tuntutan rampas hak plasma kaum tiga ninik mamak Anam Koto Selatan PT PANP ke perusahaan pada 12 Mei 2014 disusul dengan surat 3 Juni 2014. Tetapi sampai hampir setahun tidak mendapat tanggapan serius dari perusahaan, maka kaum waris yang tergabung dari tiga ninik mamak tentu menganggap perusahaan sudah memandang sebelah mata.
Bahkan, sebelum dilakukan aksi pemortalan jalan itu, pewaris kaum sudah menyurati pihak Pemda, DPRD, Polres setempat dan lainnya untuk penyelesaian plasma ini. Namun, tidak ada penyelesaian yang memihak kepada kaum waris, maka untuk itulah kaum waris mengambil kebijakan untuk membuat aksi. Tujuannya sebagai bentuk protes kepada perusahaan, agar mereka memberikan hak-hak dari kaum waris tiga ninik mamak.
Kalau seandainya tidak ada penyelesaian, maka ke depan akan terus dilakukan upaya menuntut ke perusahaan. Karena plasma itu sesuai dengan aturan perundang-undangan. “Kami sebagai kaum waris akan terus menuntut perusahaan hingga permasalahan yang merugikan masyarakat ini tuntas,” kata Katik Munir.
Ia menjelaskan dalam hal ini kalau seandainya sudah ada sertifikat hak guna usaha (HGU) perusahaan tentu harus ada plasma bagi masyarakat. “Jadi, sesuai aturan, sekitar 400 hektare adalah lahan plasma hak kaum kami sesuai surat penyerahan tahun 1988. Tapi selama ini tetap dinikmati perusahaan. Kami juga akan menuntut dana kompensasi,” tegasnya.
Salah satu warga, Munar, menyampaikan sesuai informasi saat pertemuan dengan DPRD Pasaman Barat diperoleh lahan yang sudah diolah saat ini mencapai 1.840 hektare dari 2.000 hektare yang diserahkan kepada PT Pasaman Permai yang saat ini sudah beralih manajemen ke PT PANP.
Penyerahan lahan melalui pemerintah daerah tingkat II itu dilakukan di Kinali pada tanggal 28 September 1988. Rencana awal lahan itu akan dipergunakan sebagai lahan perkebunan cokelat dengan ketentuan perusahaan akan melakukan atau memenuhi ketentuan silih jariyah atau adat diisi “limbago dituang” (uang pengganti) sesuai dengan kesepakatan dengan pemilik ulayat.
Tetapi, di pertengahan jalan pengolahan kebun dijadikan kebun sawit dengan mengesampingkan program pemerintah dan perundang-undangan yang berlakum sehingga sampai sekarang kaum waris pemangku adat tidak ada yang mengetahui status izin kebun sawit perusahaan tersebut. Bahkan masyarakat masih ragu terkait kepemilikan yang dikelola oleh PT PANP, karena PT PANP ini membeli tanah kaum ulayat kepada siapa.
Secara terpisah, pihak manajemen PT PANP belum berhasil dihubungim sebab saat aksi itu pimpinan perusahaan tidak berada di tempat.
Namun, menurut salah satu staf atau karyawan PT PANP Efta kepada wartawan, pimpinan sedang berada di PT AMP Agam untuk mengurus warga yang juga sedang demonstrasi di sana.
“Saya tidak bisa berkomentar pak, pimpinan tidak ada. Mereka di PT AMP Agam Kabupaten Agam mengurus orang yang demo juga,” kata Efta.
Sementara itu, Kapolsek Kinali Iptu Nasrul mengatakan saat ini aksi blokade jalan dengan portal itu sudah dibubarkan, sebab jalan yang diberi portal oleh masyarakat itu memang merupakan jalan umum.
“Ke depan, kami akan melakukan musyawarah dengan mengundang pihak yang terkait persoalan itu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain