1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37782

Sahkan Kepengurusan Golkar, Fadli Zon: Pemerintah Bermain Standar Ganda

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa keputusan kemenkumham yang mengesahkan kepengurusan Partai Golkar versi Munas Jakarta, tak menyelesaikan persoalan.
Menurut dia, pemerintah cenderung menggunakan standar ganda dalam mengambil sikap terkait konflik internal parpol.
“Ini pemerintah sedang bermain politik standar ganda,” kata Fadli, Selasa (10/3).
Cara berpolitik yang diperlihatkan pemerintah tidak baik dan justru nantinya akan merugikan pemerintah sendiri.
Koalisi Merah Putih berencana untuk bertemu dalam waktu dekat untuk menyikapi keputusan menkumham.

Artikel ini ditulis oleh:

Sidang Tahunan MPR, Lembaga Negara Laporkan Pertanggungjawaban

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, Sidang Tahunan (ST) akan dihadirkan sesuatu yang baru yaitu menjadi ajang pertanggungjawaban semua lembaga negara.
“Dalam momen Sidang Tahunan MPR itulah rakyat bisa mendengar dan mengetahui ‘progress report’ dari lembaga-lembaga negara seperti MK, BPK, DPR, MA,” kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (10/3).
Menurut Hidayat, hal itu karena di dalam sebuah negara demokrasi rakyat perlu mendengar secara langsung laporan kemajuan tersebut.
Laporan tersebut akan memaparkan sejauh mana lembaga-lembaga negara yang disebut di dalam UUD 1945 melaksanakan kinerjanya.
Sidang tahunan itu bukan dalam rangka menilai kinerja namun sebuah upaya bagi rakyat mengetahui kinerja lembaga negara. “Hasil progress report bisa direspon atau ditindaklanjuti di DPR,” ujarnya.
Hidayat juga mengungkapkan kemungkinan bahwa MPR periode ini akan melakukan amandemen. Hal itu karena banyak hal yang perlu disikapi dan pasca-amandemen diharapkan dapat lahir GBHN.

Artikel ini ditulis oleh:

Bareskrim Kembali Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus BW

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus yang menjerat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bambang Widjojanto.
“Inisialnya S dan P,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Victor Simanjuntak,  di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/4).
Namun untuk saat ini kata Victor, penyidik belum menemukan indikasi keterlibatan Bupati Kotawaringin Barat dalam kasus sengketa tersebut. “Ya nanti kita lihat,” tandasnya.
Sekedar informasi, Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus sengketa Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat, di Mahkamah Konstitusi pada 2010 silam. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non-aktif Bambang Widjojanto dan kerabat Bupati Kobar, Zulfahmi Asryad.
Menurut penyidik keduanya mempunyai peran yang tak jauh berbeda. Jika Bambang diduga mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu sedangkan Zulfahmi diduga menjadi eksekutor membagikan fulus terhadap 68 saksi dalam sengketa Pilkada itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Diduga Hina Ahok, Anggota DPRD DKI Jakarta Dipolisikan ke Polda Metro

Jakarta, Aktual.co — Rapat mediasi pembahasan APBD DKI Jakarta antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Anggota DPRD DKI Jakarta yang berlangusng di Kementerian Dalam Negeri, beberapa hari lalu tak membuahkan hasil.
Namun, justru malah terjadi kisruh antara sejumlah anggota DPRD DKI dan Ahok dalam rapat tersebut. Setelah suasana rapat tak terkendali sempat terdengar celetukan bernada penghinaan terhadap Ahok yang diduga berasal dari orang yang berada diruangan tersebut.
Atas adanya aksi itu, Direktur LBH Pendidikan, Ayat Hidayat melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya. Ia melaporkan angggota DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman yang diduga mengeluarkan kalimat bernada penghinaan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan berdasarkan keterangan pelapor, di akhir rapat terdengar teriakan “Gubernur Goblok, Cina, Anjing, Bangsat, orang gila tuh sinting”, yang mengakibatkan keributan di ruang rapat.
“Teriakan tersebut diduga diucapkan oleh Anggota DPRD DKI alias terlapor,” kata Martinus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/3).
Martin menuturkan, laporan tersebut telah diterima penyidik SPKT Polda Metro Jaya dengan nomor LP/884/III/2015/PMJ/Dit Reskrimum pada Senin 9 Maret 2015 kemarin.
“Tindakan pidana atau pasal yang diduga dilanggar yaitu Pernyataan Permusuhan kebencian terhadap suatu golongan/SARA/Pasal 156 dan Pasal 207 KUHP dan UU nomor 40 tahun 2008,” kata Martinus

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Miliki Budaya Unik, Peserta BSBI Mancanegara Kunjungi Surabaya

Jakarta, Aktual.co — Sedikitnya 12 peserta Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari 12 negara memilih Kota Surabaya sebagai tempat kunjungan karena memiliki dinamika seni dan budaya yang cukup unik.

“Karakteristik tarinya pun mempunyai warna tersendiri khas Jawa Timur, apalagi ragam kuliner khas-nya juga menggugah selera,” kata Kepala Seksi Kerja Sama Antar-Lembaga, Dirjen Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Meylia Wulandari di Balai Kota Surabaya, Selasa (10/3).

Menurut dia, 12 peserta BSBI datang dari 12 negara berbeda, di antaranya Filipina, Thailand, Korsel, Vietnam, Serbia, Papua Nugini, Slovakia, Polandia, Jerman, Selandia Baru, Fiji, dan Indonesia.

Meylia mengatakan BSBI merupakan program tahunan dari Kemenlu yang sudah ada sejak 2003. Selama 13 tahun berjalan, program ini sudah menghasilkan 588 alumni dari 58 negara.

Menariknya, setelah lulus, para alumni tersebut selalu membuat testimoni yang baik, sehingga dapat dijadikan alat diplomasi guna mempromosikan seni dan budaya Indonesia di luar negeri.

“Harapannya, mereka (para peserta BSBI), tidak hanya belajar seni dan budaya, tetapi juga bahasa, kearifan lokal, kulinari serta sisi-sisi positif berupa norma yang berkembang di masyarakat kita,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, dengan tema tahun ini yakni, ASEAN Community 2015, maka ada substansi tambahan yang diajarkan, yaitu nilai-nilai ekonomi masyarakat, kehidupan toleransi beragama serta gotong royong.

Ia mengatakan selama tiga bulan di Surabaya, para peserta program BSBI akan menampilkan apa yang dipelajari dalam sebuah event bernama Indonesia Channel (Inchan).

Tahun ini, event tersebut dihelat di Bandung. Sebelumnya, pada 2010 dan 2013, Surabaya sempat menjadi tuan rumah pagelaran Inchan tersebut.

Saat menerima kunjungan para peserta BSBI, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan Surabaya kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal.

Untuk itu, dia ingin para pemuda BSBI mengenal seni dan tradisi Surabaya sehingga lebih paham akan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menantang para peserta BSBI belajar tarian tradisional dengan tingkat kesulitan tinggi. Hal ini karena pada penyelenggaraan Inchan sebelumnya, Risma mengaku terkesima oleh aksi para peserta BSBI.

“Jangan beri (tarian) yang mudah-mudah. Beri saja yang sulit. Saya tahu kapabilitas mereka. Pasti bisa. Tahun lalu saja, saya melihat pertunjukan itu dan saya tahu itu tarian sulit. Saat SD, saya ini juara tari tradisional. Jadi bisa membedakan mana tarian sulit dan mana yang tidak,” katanya.

Mendapat tantangan dari wali kota, Michael K. Thomas, salah satu peserta BSBI asal Selandia Baru mengaku semakin tidak sabar mempelajari seni khas Surabaya.

Kendati pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya, dia tidak mengalami kendala serius dalam penyesuaian kultur. Dengan demikian, Michael mengaku siap menimba ilmu sebaik-baiknya.

“Sebagai seorang yang pertama kali tiba di Surabaya, saya belum tahu banyak tentang budaya di sini. Tapi, saya punya ketertarikan pada tari dan musik tradisional, karenanya belajar bermain gamelan akan sangat menarik,” tutur pemuda 21 tahun ini dalam Bahasa Inggris.

Artikel ini ditulis oleh:

NasDem: Hak Angket Membuat Perda Mangkrak

Jakarta, Aktual.co — Munculnya penggunaan hak angket kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dilakukan DPRD dituding menjadi salah satu faktor mangkraknya pekerjaan di rumah rakyat Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta Bestari Barus kepada wartawan, Selasa (10/3).
“Semua sibuk urusan angket pimpinan ini, sehingga kita tidak bisa membahas legislatif, Perda-perda itu jadi mangkrak nanti,” katanya. 
Bestari mengeluhkan, menurutnya antara kinerja panitia angket dan pekerjaan dewan bisa diseimbangkan. “Biarlah angket ini berjalan. Tapi, tugas kita juga yang lain sebagai wakil rakyat berjalan juga,” keluhnya
Bestari mengaku sampai saat ini tidak ada kegiatan apapun di Komisinya. Sementara itu, sambung dia, di Komisi lainnya hanya satu program berjalan.
“Bayangkan saja sudah berapa lama baru satu. Kan lucu itu. Di Komisi D saya bisa bilang enggak ada kegiatan. Sekarang tidak ada kegiatan sama sekali di Dewan ini. Jadi dampaknya luas,” pungkasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain