2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37796

Disahkan Kemenkumham, Agung Laksono Harus Rangkul Kubu Ical

Jakarta, Aktual.co — Kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono harus merangkul kubu Aburizal Bakrie dan mendiskusikan kerangka bersama dalam mewujudkan cita-cita partai.
Hal ini dikatakan terkait rencana kubu Agung Laksono yang berencana akan merombak susunan anggota Alat Kelengkapan Dewan F-Golkar di DPR.
“Mestinya siapapun dalam konteks kerangka politik, setelah pemenangan dalam kompetisi justru melakukan harmonisasi, merangkul, diskusikan kerangka bersama cita-cita partai,” kata Pengamat Politik Budi Setiono, Selasa (10/3).
Dia menambahkan, jika kubu Agung Laksono melakukan perombakan struktur di DPR hanya akan menambah ketegangan dan berujung perpecahan.
Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM, Yasona Hamonangan Laoly memutuskan bahwa Kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol, sebagai kepengurusan DPP Partai Golkar yang sah.
Menurut dia, keputusan itu berdasarkan atas ketentuan hasil dari putusan majelis hakim Mahkamah Partai yang dikeluarkan, pada Selasa (3/2) kemarin.
“Setelah mempelajari dan membaca ulang putusan Mahkamah Partai, kami memutuskan seperti amar keputusan Mahkamah Partai yang mengatakan mengabulkan untuk menerima kepengurusan hasil Munas Ancol secara selektif dibawah kepemimpinan saudara Agung Laksono,” kata Yasonna.
Keputusan ini sudah melalui sejumlah pertimbangan berdasarkan pada ketentuan Pasal 32 Undang-Undang No 2 Tahun 2011 tentang perubahan UU No 2 tahun 2008 tentang Partai Politik. Dimana, perselisihan Munas Bali dan Ancol adalah perselisihan internal partai politik, sehingga harus diselesaikan secara internal melalui mekanisme partai, yaitu Mahkamah Partai.
Dengan keputusan Mahkamah Partai ini pihaknya meminta supaya DPP kepengurusan partai Golkar pimpinan Agung Laksono segera mengirimkan nama dengan mengakomodir kader Golkar yag memenuhi kriteria.
Kubu Munas Ancol sebelumnya mengklaim sebagai munas yang sah berdasarkan keputusan majelis Mahkamah Partai Golkar (MPG) dan akan merombak struktur fraksi beringin di DPR RI termasuk ketua DPR.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Perayaan Jumat Agung, Pemprov NTT Siapkan Penginapan Untuk Peziarah

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membantu merenovasi rumah-rumah warga untuk penginapan para peziarah yang akan menghadiri acara Jumat Agung di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, pada 3 April 2015.

Bantuan renovasi rumah warga ini dengan alasan banyak peziarah yang terpaksa membatalkan rencana untuk datang ke Larantuka karena keterbatasan tempat penginapan, kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTT Wely Rohimone, di Kupang, Selasa (10/3).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk membantu para peziarah agar bisa mendapatkan tempat penginapan yang layak di Larantuka.

Weli Rohimone mengatakan, selama bertahun-tahun warga Larantuka sudah menyiapkan rumah mereka untuk para tamu yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk mengikuti prosesi Jumat Agung.

Hanya saja, Pemerintah NTT ingin memberikan bantuan dana untuk renovasi agar para peserta bisa lebih nyaman selama berada di kota itu. “Tahun ini kita rencana membantu merenovasi 150 rumah penduduk. Renovasinya hanya untuk kamar tidur, kamar mandi dan wc,” katanya.

Dia menjelaskan, rumah-rumah ini akan berubah wujud menjadi semacam “home stay” dan bisa digunakan oleh para tamu pada setiap momentum hari raya di Larantuka ataupun kegiatan besar lainnya.

Menurut dia, dengan menjadi “home stay” warga Larantuka bisa mendapat pemasukan dari para tamu yang menginap. “Peziarah juga boleh dipungut tetapi besarnya tidak boleh sama dengan kamar hotel,” katanya.

Paling tidak kata dia, untuk membiayai listrik dan air yang digunakan tamu selama penginap.

Artikel ini ditulis oleh:

Koin untuk Bungkam Pernyataan Tony Abbot

Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Pro Indonesia melakukan aksi di depan Kedutuaan Besar Australia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (10/3/2015). Aksi ini untuk memberikan sejumlah koin kepada perwakilan dari kedubes Australia untuk membungkam pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbot yang mengungkit bantuan kemanusiaan korban Tsunami Aceh. AKTUAL/MUNZIR

Pengamat: Ahok “Berteriak”, Ciderai Proses Demokrasi

Jakarta, Aktual.co — Mantan Juru Bicara Era Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie M Massardi menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang kerap kali berapi-api saat marah dapat menciderai proses demokrasi.
“Jadi kalo pengen berteriak teriak,tidak layak. ini akan mencedrai proses Demokrasi,” katanya, Selasa (10/3).
Dikatakan Adhie bahwa seharusnya antara eksekutif dan legislatif mempunyai kekuatan yang sama yakni mengikuti undang-undang dan sumpah.
“Ini antara DPRD legislatif dan eksekutif mempunyai kekuatan yang sama. Seharusnya mengikuti undang-undang dan sumpah,” tambahnya.
Menurutnya DPRD punya undang-undang dan dalam penyusunan RAPBD memang DPRD mempunyai haknya dan tidak bisa dikesampingkan.
“Yang terjadi sekrang belum apa apa gubernur teriak teriak seolah olah ada masalah,” cetusnya

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Mabes Polri: 16 WNI yang Hilang di Turki Sengaja Memisahkan Diri

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Republik Indonesia menilai hilangnya 16 warga negara Indonesia saat tur wisata ke Turki bersama 25 orang lainnya pada 24 Februari 2015, sengaja memisahkan diri dari rombongan.
“Turnya tidak ada masalah. Mereka memang sengaja memisahkan diri, belum ada berita dari sana apakah mereka menyeberang ke ISIS,” kata Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Rikwanto di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
Rikwanto pun membantah paspor yang digunakan oleh 16 WNI tersebut terindikasi sebagai paspor palsu. “Anggap saja sekarang oleh pihak Kedutaan (terdaftar sebagai) orang hilang, hilangnya karena kesadaran.”
Rikwanto mengatakan dokumen keberangkatan mereka benar dan sah tidak menyalahi aturan maupun dipalsukan. “Saat berangkat mereka dokumennya sah, ada paspor, visa, seluruhnya benar. Diharapkan mereka segera memberi kabar dan pulang ke Indonesia.”
Seperti diketahui, Kementerian Luar Negeri masih mencari 16 warga negara Indonesia yang hilang di Turki. 16 WNI ini dikabarkan memisahkan diri dari rombongan 25 WNI lainnya yang saat berada di bandara Ataturk.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pertamina Rugi Rp420 Miliar, Kepemimpinan Dwi Soetjipto Dipertanyakan

Jakarta, Aktual.co — Pada Januari 2015 PT Pertamina (Persero) mencatat kerugian  mencapai USD35 juta (Rp 420 miliar). Kerugian pertamina bisa disebabkan turunnya harga minyak dunia yang mendekati harga biaya produksi sehingga menurunkan pendapatan perusahaan.

“Namun, kerugian yang diderita Pertamina pada awal tahun juga tidak lepas dari jebolnya kuota subsidi BBM tahun 2014 yang semuanya dibebankan kepada pertamina,” ujar direktur eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean kepada Aktual di Jakarta, Selasa (10/3).

Dirinya sudah memperingatkan sejak trend harga minyak turun, bahkan pertamina terancam tidak bisa menggaji karyawannya jika harga minyak turun terus. Untuk menekan kerugian, Pertamina harus melakukan efisiensi secara menyeluruh. Namun sayangnya Pertamina tidak berbenah diri untuk menghindari kerugian. Akhirnya pilihan paling mudah adalah menaikkan harga produk pertamina baik itu BBM maupun gas.

‎”Pertamina harus mengevaluasi biaya produksi yang terlalu tinggi, karena tingginya biaya produksi pertamina mengakibatkan kerugian terus-menerus. Ini tidak boleh dibiarkan. Pertamina jangan menyalahkan harga minyak dunia sebagai alasan kerugian. Kerugian ini lebih kepada kegagalan direksi pertamina untuk berbenah dan melakukan efisiensi,” tegasnya.

‎Saat situasi seperti ini, lanjutnya, Pertamina perlu segera  melakukan evaluasi menyeluruh operasionalnya. Terlalu gemuknya SDM pertamina berpengaruh pada biaya produksi.

“Saya belum melihat konsep dan strategi dari kementerian BUMN serta Direksi membawa Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia ke depan. Saya hanya melihat bahwa direksi Pertamina dan kementerian BUMN hanya punya ilmu cari utang dan menaikkan harga untuk menjalankan roda perusahaan. Sama sekali tidak ada strategi yang dirancang bagaimana supaya Pertamina bisa untung tanpa harus menaikkan harga,” tambahnya.

‎Menurutnya, banyaknya pemborosan dalam operasional menjadi penyebab kerugian Pertamina, kesalahan manajemen Dwi Soetjipto yang tidak mampu menelorkan kebijakan antisipatif dan responsif membuat pertamina jadi gamang dan hanya mampu menelorkan kebijakan reaktif.

‎”Bagaimana fit and proper test Dwi Soetjipto, apakah ditanya tentang strategi pembenahan Pertamina ke depan, ditanya tidak bagaimana mengatasi kebocoran di dalam, atau hanya ditanya mampu cari utangan tidak? Berani naikin harga tidak? Inilah yang disesalkan dari pemilihan direksi pertamina secara tertutup,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain