16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37862

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Kasus Bintek DPRD Jambi

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menetapkan dua orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi dana Bimbingan Teknis (Bintek) DPRD Kota Jambi periode 2009-2014 senilai sebesar Rp 2,7 miliar.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jambi, Elan Suherlan mengatakan, kedua tersangka dugaan korusi dana Bintek DPRD Kota Jambi itu adalah berinisial R dan J.
“Setelah kasusnya ditingkatkan ke penyidikan maka kita telah tetapkan dua orang tersangka, pertama inisialnya Ir R, dan kedua J SH,” kata Elan di Jambi, Selasa (10/3).
Keduanya diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara kurang lebih untuk sementara hasil perhitungan penyidik sebesar Rp 600 juta.
Dalam hal ini terungkap bahwa modus yang dilakukan kedua tersangka adalah melakukan kegiatan fiktif yaitu bimbingan teknis. Selain itu ada juga penyalahgunaan anggaran dengan berhubungan kegiatan tersebut.
Dalam kasus juga ada Surat Perjalanan (SPJ) yang fiktif dalam menggunakan anggaran Bintek tersebut.
Elan juga mengatakan, dalam penggunaan anggaran tersebut, R merupakan pengguna anggaran, sedangkan J sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Untuk saat ini R masih menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kota Jambi sedang J yang saat ini menjabat Kabag Keuangan DPRD Kota Jambi.
Penyidik Kejati Jambi dalam waktu dekat ini akan segera memeriksa saksi-saksi untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Anggota Pramuka Dikenalkan Habitat Puspa Langka Rafflesia

Jakarta, Aktual.co — Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka Kabupaten Kaur, Bengkulu mengenalkan habitat puspa langka rafflesia ke anggota pramuka dari berbagai sekolah di daerah itu.

“Ratusan anggota pramuka dari 10 sekolah sudah kami kenalkan ke habitat rafflesia arnoldii dengan harapan mereka turut melestarikan,” kata Koordinator Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka Kabupaten Kaur, Bengkulu, Noprianto di Bengkulu, Selasa (10/3).

Ia mengatakan selain anggota pramuka, siswa yang bergabung dalam organisasi pecinta alam juga dikenalkan untuk melestarikan habitat bunga langka itu.

Anggota pramuka yang sudah berkunjung ke habitat bunga rafflesia di hutan Kabupaten Kaur tersebut yakni pramuka SMKN 3, SMKN 5, SMPN 1 Tanjung Ganti, MTsN 1 Kelam Tengah, SMPN 1 Padang Guci Hulu, Pramuka Siaga SDN 08 Desa Manau Sembilan serta SMPN 1 Kaur Utara.

Sedangkan, siswa pecinta alam yang mengunjungi habitat puspa langka di sekitar Desa Manau Sembilan, Kecamatan Padang Guci tersebut yakni Pasukan Pecinta Alam (Paspala) SMAN 4 Kaur Utara dan Siswa Pecinta Alam dari SMAN 2 Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Kami berharap siswa dapat mengenal keunikan flora dari daerahnya sendiri, termasuk rafflesia yang memiliki habitat di hutan Bengkulu,” ujar dia.

Noprianto mengatakan, hasil pemetaan komunitas itu, ada tiga lokasi habitat rafflesia di wilayah Kabupaten Kaur yakni dua titik di hutan sekitar Sungai Penangkulan Manau Sembilan Padang Guci Hulu dan di hutan Sakaian Mayan.
Ada dua jenis rafflesia yang tumbuh di wilayah itu yakni Rafflesia arnoldii dan jenis Rafflesia bengkuluensis.

Pengenalan habitat puspa langka kepada generasa penerus itu menurut Nopri untuk menggugah kepedulian mereka melestarian flora langka dan khas Bengkulu.

“Kami juga menyampaikan kepada masyarakat tentang bunga langka dan berharap mereka turut melindungi puspa kebanggaan Bengkulu itu,” tambahnya.

Pembina Pramuka SMPN 1 Kaur Utara, Aslin yang membawa 60 anggota pramuka dari sekolah itu mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan komunitas puspa langka Padang Guci.

“Ini sangat positif untuk mengenalkan flora fauna dan habitatnya yang perlu dilestarikan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Siang Ini, Kemenkumham Sahkan Kepengurusan Agung Laksono?

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) merencanakan, Selasa (9/3) siang ini akan memberikan keputusannya terkait perselisihan dualisme kepengurusan DPP Partai Golkar, hari ini.
Namun, dari informasi yang diterima aktual.co di lapangan, agenda pengumuman keputusan yang awalnya akan digelar sekitar pukul 10.00 WIB diundur menjadi pukul 12.00 WIB.
Lebih lanjut, masih berdasarkan informasi yang ada, pengumuman keputusan yang akan diumumkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasona Hamonangan Laoly nanti akan mengakomodir kubu Agung Laksono Cs, sebagai kepengurusan yang sah.
“Intinya sih, akan mengakomodir kubu Agung Laksono, ” kata salah satu pegawai Kemenkumham yang tidak ingin disebutkan namanya itu, di Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
Meski mengakomodir keputusan Mahkamah Partai Golkar (MPG) yang dinilai memenangkan kubu Munas Ancol, Jakarta. Namun, kementerian akan meminta kepada pihak Agung Laksono untuk melengkapi persyaratan yang ada.
“Tapi harus melengkapi persyaratan, seperti akta notaris untuk segera di serahkan kepada Kementerian Hukum dan HAM, baru dapat diterbitkan SK nya,” pungkas dia.
Dari pantauan Aktual.co, di lapangan saat ini baru ada sejumlah awak media dari televisi dan beberapa media online yang sudah menunggu sejak pukul 10.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Harga Beras di Palu Turun Jadi Rp 10.000 per Kilogram

Jakarta, Aktual.co — Harga beras di pasaran Kota Palu, Sulawesi Tengah dalam beberapa hari belakangan mulai bergerak turun menyusul pemerintah melalui Bulog setempat menggelar operasi pasar (OP).

“Menurut catatan kami, harga beras yang sebelumnya bergerak naik mencapai Rp12 ribu per kilogram, kini sudah turun menjadi Rp10 ribu,” kata Kepala Pelayanan Publik Bulog Sulteng, Abdul Gani di Palu, Selasa (10/3).

Ia mengatakan Bulog kembali menggelar OP pada awal Maret 2015 karena harga beras di tingkat pengecer di Palu naik tajam. Bulog menjual beras lebih murah dari harga yang berlaku di tingkat pengecer yaitu Rp7.300 per kilogram. “Itu harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,” kata Gani.

Meski harga beras di pasar sudah turun, namun Bulog masih melanjutkan kegiatan OP sampai masa panen raya tiba. Panen raya di Sulteng akan berlangsung mulai akhir Maret hingga Mei 2015. Bulog memperkirakan saat berlangsung panen raya, harga beras akan kembali turun.

Ia juga mengatakan selama OP berlangsung, Bulog Sulteng telah menjual beras kepada masyarakat sekitar 800 ton. Sementara stok beras yang masih ada di gudang Bulog saat ini mencapai 9.000 ton.

Pada tahun ini, Bulog Sulteng menargetkan pengadaan beras untuk stok nasional di provinsi ini sebanyak 36.000 ton. Kepala Seksi Usaha dan Sarana Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng, Rudi Zulkarnain membenarkan harga beras mulai normal setelah Bulog Sulteng menggelar OP.

Kenaikan harga beras di Palu selain karena panen belum berlangsung, juga diduga kuat karena ulah para pedagang besar.

Artikel ini ditulis oleh:

Perdagangan Tiongkok Surplus USD60,6 Miliar pada Februari 2015

Jakarta, Aktual.co — Direktorat Jenderal Administrasi Negara dan Bea Cukai Tiongkok menunjukkan data, bahwa perdagangan Tiongkok di bulan Februari 2015 surplus sebesar USD60,6 miliar. Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya pertumbuhan ekspor dan berkurangnya impor di Tiongkok.

Ekspor Tiongkok naik 48,3 persen dibandingkan Februari 2014 menjadi USD169,2 miliar. Sedangkan, pertumbuhan impor turun menjadi USD108,6 miliar.

“Hal ini dipengaruhi oleh faktor festival musim semi, perusahaan di Tiongkok sedang bergegas untuk mengekspor menjelang produk mereka pada musim liburan,” tulis Ditjen Administrasi Negara dan Bea Cukai Tiongkok, demikian dilansir BBCBusiness, Selasa (10/3).

Lebih lanjut, selisih surplus perdagangan Tiongkok pada bulan Februari 2015 dengan Februari 2014 mencapai USD8,9 miliar.

Selain itu, selama dua bulan pertama tahun ini, surplus perdagangan Tiongkok telah mencapai masing-masing USD120,7 miliar dan USD60 miliar.

“Kami masih melihat headwinds yang kuat menghadapi ekspor Tiongkok tahun ini,” pungkas ekonom ANZ Liu Ligang dan Zhou Hao dalam hasil risetnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bulog: Masuk Musim Panen, Seharusnya Harga Beras Sudah Turun

Jakarta, Aktual.co — Bulog Divisi Regional Jawa Tengah terus memantau harga beras di pasaran untuk memastikan tidak ada permainan harga, baik yang diduga dilakukan oleh pedagang maupun distributor.

“Sekarang kan sudah memasuki musim panen, jadi harga beras seharusnya mulai turun,” kata Kepala Bulog Divre Jawa Tengah Damin Hartono di Semarang, Selasa (10/3).

Jika sebelumnya hanya sedikit daerah yang sudah panen, menurut dia, saat ini panen sudah meluas sampai ke sejumlah daerah, di antaranya Purwodadi, Cepu, Pati, Demak, Sragen, dan Blora.

Dampak dari meluasnya panen tersebut harga beras sudah mulai turun mendekati harga normal. Dari hasil pantauan Bulog di beberapa pasar di Jawa Tengah, terutama yang berada di daerah penurunan sudah mencapai Rp3.000,00 per kilogram. “Beberapa pedagang memang sudah menjual untuk beras premium sekitar Rp9.000,00/kg, sedangkan untuk beras medium di kisaran Rp7.000,00/kg,” katanya. Oleh karena itu, pihaknya memastikan tidak perlu ada operasi pasar karena harga sudah mulai turun.

Menurut dia, kenaikan harga beras beberapa waktu lalu karena molornya penyaluran raskin dari Pemerintah kepada masyarakat. Selain itu, juga mundurnya waktu panen sebagai akibat dari terjadinya El Nino pada pertengahan tahun lalu.

“El Nino ini membuat waktu tanam tahun lalu menjadi mundur. Karena waktu tanam mundur, panen juga mundur. Dampaknya adalah penyaluran beras di pasaran menjadi terhambat dan memicu terjadinya kenaikan harga,” katanya.

Meski sudah banyak daerah yang panen, menurut dia, saat ini belum memasuki panen raya. Pihaknya memprediksi panen raya akan terjadi sekitar akhir Maret hingga awal April. “Oleh karena itu, Bulog belum bisa melakukan penyerapan beras karena harga dari petani kan masih tinggi. Yang penting kami berupaya terus mengendalikan harga, di antaranya melalui pantauan yang dilakukan setiap hari dan penyaluran raskin,” katanya.

Damin mengatakan bahwa Bulog belum bisa melakukan penyerapan karena harga pembelian pemerintah (HPP) beras yang masuk ke Bulog masih Rp6.600,00/kg, padahal di tingkat petani harga beras masih di kisaran Rp7.000,00/kg. “Kami masih menunggu kemungkinan keluarnya HPP baru. Kalau memang harga bisa menyamai dengan harga dari petani, Bulog bisa melakukan penyerapan. Kalau tidak, nanti menunggu hingga panen raya baru, kemudian harga dari petani bisa turun,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain