18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37890

Wali Kota Palembang Nonaktif Divonis Enam Tahun Penjara

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Palembang nonaktif Romi Herton divonis hukuman penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Romi Herton dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan,” kata Hakim Anggota, Supriyono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/3).
Romi telah terbukti melakukan Tipikor yang ancamannya diatur dalam Pasal 22 junto Pasal 35 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomer 31 tahun 1999 tentang Tipikor.
Bukan hanya itu, dalam sidang yang dipimpim oleh Hakim Ketua, Mohammad Muchlis itu juga menjatuhkan vonis kepada istri Wali Kota Palembang nonaktif itu, Masyitoh dengan hukuman penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.
“Menyatakan terdakwa satu dan terdakwa dua terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan,” kata Hakim Muchlis.
Sidang yang digelar sekitar pukul 14.30 WIB itu, Hakim Anggota juga menjelaskan beberapa hal yang memberatkan dan meringankan hukuman bagi Romi sebagai terdakwa satu dan Masyitoh sebagai terdakwa dua.
Untuk Romi hal yang meringakan adalah telah berperilaku kooperatif selama sidang dan menyesali perbuatannya, serta telah berjasa membangun kota Palembang. Dan yang memberatkan adalah para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
“Terdakwa dua sebagai ibu dan istri masih memiliki anak yang masih perlu mendapat perhatian dan keduanya terdakwa belum pernah dihukum,” jelas Hakim Anggota. 
Hal yang memberatkan, keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan KKN.
Kendati demikian, vonis tersebut lebih rendah dibandingkan dari tuntutan JPU KPK yakni hukuman sembilan tahun penjara, dan denda Rp 400 juta subsider lima bulan kurungan, untuk Romi. 
Sedangkan Masyito dituntut enam tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, meyakini Romi dan Masyito telah memberikan uang suap Rp 14,145 miliar dan USD 316,700 kepada Akil Mochtar selaku Hakim Konstitusi dan hakim panel yang menyidangkan perkara, melalui Muhtar Ependy.
Tujuan suap tersebut adalah untuk mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil Pilkada Kota Palembang yang diajukan Romi Herton dan pasangannya Harno Joyo.
Atas perbuatannya itu, baik Romi dan Masyito didakwa melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

TransJakarta Minta Jaminan Tertulis ZhongThong, Antisipasi Kasus Terbakar

Jakarta, Aktual.co —Untuk memperjelas siapa pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden busway terbakar, PT TransJakarta akan minta jaminan tertulis dari Agen Pemegang Merk (APM) ZhongThong asal Tiongkok. 
Meskipun masih ada klaim garansi karena usia pemakaian bus yang masih satu tahun, PT TransJakarta tidak mau mengambil resiko.
“Yang pasti kita minta jamin secara tertulis kita minta notaris terus kita daftarkan ke pengadilan, supaya berkekuatan hukum,” kata Dirut PT TransJakarta Antonius Kosasih di Balai Kota DKI, Senin (9/3).
Kata Kosasih, APM lain seperti YuThong dan Akai yang tercatat paling banyak armadanya juga sudah melakukan hal serupa, yakni memberi jaminan tertulis.
“Bukannya kita mau lempar tanggungjawab, tapi kan busnya merk itu. Yang dari bus Eropa yang kita beli juga kita minta hal yang sama. Yang agak lama sama Yuthong, bolak-balik ya. Kan masalah legal ya,” ungkap dia.
Setelah memegang jaminan tertulis dan dilakukan pengecekan, barulah TransJakarta  membolehlah bus-bus tersebut meluncur di koridor-koridor busway.

Artikel ini ditulis oleh:

Seperti Ini PASI Orbitkan Penyanyi Cilik Bertalenta

Jakarta, Aktual.co — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Selibritis Indonesia (PASI) mengorbitkan seorang penyanyi cilik asal Bali, yakni Karin Diva dengan lagu berjudul “Ke Bintang”.

Ketua Umum PASI Casko Wibowo di Kuta, Bali, Senin (9/3) mengatakan, pengorbitan penyanyi cilik di belantika musik saat ini sebuah terobosan untuk menggali bibit penyanyi yang memiliki talenta dalam khasanah tarik suara.

“Kami komitmen untuk mengorbitkan penyanyi cilik maupun penyanyi remaja serta dewasa. Karena kami memandang seni tarik suara di Indonesia, khususnya di Pulau Dewata cukup banyak memiliki potensi, namun belum tergarap secara maksimal,” ucapnya.

 Ia mengatakan saat ini para produser hanya penyanyi lokal dipandang sebelah mata, padahal potensi tarik suara justru kebanyakan datang dari daerah di Tanah Air.

“Kami mengakui dunia keartisan, khususnya penyanyi cilik di Indonesia kurang bergairah. Alasan itu kami komitmen untuk menaikan artis atau penyanyi cilik yang ada di Pulau Dewata,” ucapnya.
 
Ia mengatakan untuk mengorbitkan penyanyi Karin Diva yang memiliki nama asli Gusti Ayu Karin Diva Nugraha (8), saat ini masih duduk di bangku kelas II SD di kawasan Renon, Kota Denpasar.

“Penyanyi Karin Diva mendapatkan sentuhan aransemen musik Bobby Sandhora. Sehingga talenta putri dari ibu Fanina Yulianthi semakin tersalurkan lewat lagu ‘Ke Bintang’,” ujarnya.

Casko Wibowo lebih lanjut mengatakan peluncuran album Karin Diva merupakan urutan ketiga album kompilasi edar nasional jaringan distribusi Disc Tarra melalui VALF dan Sandhora Productions.

“Kami dan Sandhora Productions juga mempersiapkan dua artis cilik, yakni Saka Sandoz Pastika & Ian DotCom untuk proses rekaman dan syuting video klip nasional. Kami pun turut road show keliling kota-kota besar di Indonesia pada Juni 2015 untuk wawancara di radio, televisi dan jumpa pers,” ujarnya.

Karin Diva yang juga cucu dari pasangan politikus asal Buleleng, Bali Gede Dharma Wijaya dan Tutik Kusuma Wardani memang sudah mempunyai talenta yang kuat di bidang tarik suara, karena sudah menguasai olah vokal dari usia kecil.

Artikel ini ditulis oleh:

Uchok Sky Akui Temukan Anggaran Ganda di APBD Versi Ahok

Jakarta, Aktual.co —Adanya anggaran ‘siluman’ di kisruh APBD DKI 2015 jangan melulu menyalahkan oknum DPRD DKI semata.
Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, mengatakan dalam kasus kisruh APBD DKI ini, Pemprov juga patut dicurigai dengan sikap mereka yang mengunci program-program dengan sistem e-budgeting agar tidak bisa dibahas lagi oleh DPRD.
Padahal, ujar Uchok, anggaran ganda juga ditemukan di draf APBD 2015 versi Pemprov DKI, atau yang biasa disebut versi Ahok.
“Ini dari Sekretaris Daerah (Sekda Saefulla) loh, ada anggaran ‘double’ di tiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah),” ujar dia, sambil mengacung-acungkan beberapa lembar kertas berisi nama program dan nilai anggaran yang disebutnya ganda, saat diskusi di Cikini Jakarta, Senin (9/3).
Dalam lembar tersebut, ujar Uchok, tercatat anggaran ganda muncul di tiap SKPD. Seperti di program perencanaan pembangunan daerah tingkat SKPD/Biro Tata Pemerintahan sebesar Rp100 juta, dan ternyata kembali muncul di SKPD/Biro yang lain. “Harusnya satu aja satu SKPD.”

Artikel ini ditulis oleh:

Belum Jelas Waktu Eksekusi Mati, Regu Tembak Tetap Disiagakan

Jakarta, Aktual.co — Hukuman mati terhadap 10 terpidana yang saat ini sudah berada di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah masih belum jelas kapan akan dilaksanakan. Polri pun dalam hal ini masih menunggu kepastian dari Kejaksaan selaku eksekutor.
Meski begitu, Polri tetap siagakan personel regu tembak di lapas Nusakambangan. Bahkan, pengamanan eksekusi mati diperketat dengan melibatkan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Rikwanto memastikan Polri telah melakukan rangkaian pengamanan untuk eksekusi mati gelombang kedua ini. Pengamanan dipastikannya telah berlangsung sejak pemindahan tahanan mati ke Nusakambangan hingga dikebumikan.
“Regu tembak sudah siap sejak dipindahkan dari Lapas di Bali kemudian dikawal sampai Cilacap. Tim Polri yang akan melakukan eksekusi sudah siap. Masalah pengunduran (eksekusi) itu memang wilayah kejaksaan,” kata Rikwanto dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (9/3). 
Rikwanto mengatakan, seperti halnya TNI yang turut terlibat pengamanan dengan pengerahan alat utama sistem senjata (Alutsista), Polri juga telah melakukan deteksi dengan analisa adanya sejumlah daerah yang diprediksi berpotensi memunculkan kericuhan. Densus 88 Antiteror juga telah dilibatkan untuk mengantisipasi aksi teror, termasuk ancaman bom.
“Densus 88 dilibatkan, kita siap kalau memang ada mencoba memancing di air keruh itu diantipasi. Sniper tidak ada dilibatkan,” kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.
Menurut dia, ada beberapa daerah rawan di sekitar Nusakambangan untuk dilakukan pengamanan. “Ada beberapa tempat yang mungkin ada reaksi. Bisa saja di sekitar Nusakambangan. Itu kita antisipasi,” ujar Rikwanto.
Meski tak dilakukan penambahan pengamanan, namun Rikwato menekankan pengamanan telah diperketat jelang eksekusi mati, khususnya di sekitar Nusakambangan.
“Disortir di penyeberangan untuk yang boleh masuk ke Nusakambangan. Pengamanan bukan hanya di Cilacap, tapi juga sepanjang perjalanan pemindahan, lokasi terpidana dieksekusi, proses eksekusi dan penguburan.”
Lebih jauh Rikwanti menuturkan, regu tembak yang telah berada di Nusakambangan disiagakan di satuan terdekat, menunggu kepastian waktu eksekusi dilakukan. Polres Banyumas dan Polres Cilacap menjadi pilihan karena lokasi yang berdekatan dengan pulau tersebut.
Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung memastikan sembilan terpidana mati telah dipindahkan ke LP Nusakambangan, termasuk “Duo Bali Nine”. Satu warga negara Filipina yang masuk dalam daftar eksekusi mati yaitu Marry Jane masih melakukan proses Peninjauan Kembali (PK). Mengenai kepastian waktu eksekusi, Tony mengungkapkan akan disampaikan langsung Jaksa Agung Prasetyo.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

IHSG Ditutup Anjlok 70 Poin ke Level 5.444

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup tertekan sebesar 1,27 persen seiring dengan pergerakan bursa saham di kawasan Asia.

IHSG BEI ditutup melemah 70,15 poin (1,27 persen) menjadi 5.444,63. Sementara kelompok 45 saham unggulan(indeks LQ45) turun 14,23 poin (1,48 persen) ke level 946,54.

IHSG BEI mendapat imbas negatif dari bursa saham Asia yang bergerak melemah menyusul ekspektasi bank sentral AS (the Fed) akan menaikan suku bunganya (Fed fund rate) lebih cepat dari perkiraan setelah data tenaga kerja non-pertanian AS tumbuh.

“Kenaikan Fed fund rate akan memicu aset dalam bentuk dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor sehingga dapat mendorong dana investasi di pasar negara berisiko berpindah ke AS, situasi itu akan berdampak negatif di pasar saham,” ujar Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Guntur Tri Haryanto di Jakarta, Senin (9/3).

Kendati demikian, menurut dia, sentimen the Fed itu hanya bersifat sementara, investor tentu akan melakukan perhitungan ulang investasinya. Investor akan melihat fundamental negara-negara berkembang yang dinilai mencatatkan pertumbuhan.

“Sejauh ini, Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi bagi investor,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa valuasi IHSG juga masih cukup atraktif dengan “price to earning ratio” (PER) sekitar 16 kali. Valuasi IHSG BEI itu masih bersaing dengan bursa saham di kawasan Asia yang berkisar 14-17 kali. Dengan asumsi tersebut, maka potensi IHSG melanjutkan kenaikan masih terbuka.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menambahkan bahwa koreksi yang terjadi pada saham-saham di dalam negeri pada awal pekan ini (Senin, 9/3) dapat dijadikan peluang untuk melakukan akumulasi pembelian.

“Secara teknikal, IHSG masih menunjukan potensi penguatan menuju level batas atas 5.547 poin. Potensi penguatan IHSG BEI juga masih didukung oleh ekonomi Indonesia yang stabil, sehingga belum ada hal hal yang perlu di khawatirkan,” katanya.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 260.534 kali dengan volume mencapai 4,24 miliar lembar saham senilai Rp5,46 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 71 saham, yang melemah 237 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 92 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 40,95 poin (0,17 persen) ke 24.123,05, indeks Bursa Nikkei turun 180,45 poin (0,95 persen) ke 18.790,55, dan Straits Times melemah 12,94 poin (0,38 persen) ke posisi 3.404,57.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain