14 April 2026
Beranda blog Halaman 38288

Polda Metro Gelar Perkara Kasus UPS DKI

Jakarta, Aktual.co —Polda Metro kebut penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan UPS (Uninterruptible Power Supply) di DKI Jakarta. Setelah periksa saksi-saksi, untuk tentukan langkah selanjutnya Penyidik Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya malam ini lakukan gelar perkara.
“Gelar perkara terkait pemeriksaan saksi dan dokumen yang sudah ada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/3).
Dari hasil gelar perkara itulah, ujar Martinus, penyidik akan menentukan apakah kasus ini bisa ditingkatkan ke penyidikan atau belum. Kalau hasil gelar perkara menunjukkan kasus ini belum bisa ditingkatkan ke penyidikan, kata Martinus, pihaknya akan mengumpulkan lagi keterangan saksi-saksi lain. “Dan juga dokumen yang terkait.” 
Rangkaian investigasi, ujar dia, sudah dilakukan penyidik. Mulai dari pembuatan Kerangka Acuan Kerja (KAK), pengadaan, hingga hasil lelang serta pemanfaatan terhadap pengerjaan barang yang dilelang. Penyidik juga sudah mengantongi beberapa dokumen yang terkait proses awal adanya rencana pengadaan UPS. 
“Kemudian, dalam proses penyelidikan kami, kami terus melakukan diskusi dan analissi terhadap beberapa dokumen dan hasil keterangan yang ada.”
Sebelumnya, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencium ada potensi kerugian keuangan daerah dalam pengadaan Uninterruptable Power Supply (UPS) senilai Rp 300 miliar di 49 sekolah. Kepala BPKP DKI, Bonny Anang menduga juga ada penyelewengan di item lainnya dengan menggunakan modus yang sama. 
Namun, sambung dia, potensi penyelewengan baru ditemukan di di Anggaran  Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI 2014 saja. “Untuk APBD 2014 belum ada dugaan penyelewengan, hanya ada di perubahan,” kata Bonny, saat dihubungi, Jumat (6/3).
Bonny belum mau merinci jumlah total kerugian keuangan daerah dari proyek UPS tersebut. Sebab proses penyelidikan hingga kini masih berlangsung.

Artikel ini ditulis oleh:

Richard: Peluang Menang Praveen/Debby Lebih Besar dari Mads Pieler/Kamilla

Jakarta, Aktual.co — Setelah sukses menaklukkan unggulan ketiga dari Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin dalam turnamen All England Open 2015, ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, akan menghadapi ganda campuran asal Denmark, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl.

Pelatih ganda campuran nasional Indonesia, Richard Mainaky, memberikan komentar terkait pertandingan anak asuhnya melawan perwakilan dari Denmark itu.

Menurut kakak kandung dari Rexy Mainaky itu, anak asuhnya mampu mengalahkan Mads Pieler/Kamilla.

“Peluangnya terbuka. Saya berharap kepercayaan diri mereka setelah mengalahkan Xu/Ma dan juga pengalaman bertanding mereka kemarin saat berhadapan dengan pasangan Hongkong, Chan Alan Yun Lung/Tse Ying Suet dapat dijadikan modal untuk memenangkan pertandingan nanti,” kata Richard dikutip dari situs resmi PBSI, Jumat (6/3).

Praveen/Debby yang tidak diunggulkan, secara mengejutkan mampu mengalahkan pasangan Tiongkok Xu/Ma yang masuk dalam unggulan ketiga.

Richard mengungkapkan, rahasia anak asuhnya itu mampu mmengalahkan pasangan Tiongkok tersebut.

“Kami sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan melihat video-videonya dan juga berlatih khusus untuk mengalahkan pasangan Tiongkok ini. Di samping itu saya melihat Praveen sudah mulai menunjukkan kematangannya dalam bermain,” paparnya.

Praveen/Debby akan bertanding dengan Mads Pieler/Kamilla, Jumat ini. Jika mereka menang, Praveen/Debby akan menantang pemenang antara pasangan Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei melawan pasangan Korea, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na.

Artikel ini ditulis oleh:

Denny Mengerti Hukum, Harusnya Penuhi Panggilan Penyidik Polri

Jakarta, Aktual.co — ‎Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana merupakan orang pintar yang mengerti hukum. Sebab itu jika dirinya merasa tidak bersalah, semestinya Denny memenuhi panggilan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.
Penyidik Bareskrim Polri diketahui menjadwalkan pemeriksaan terhadap Denny pada hari Jumat ini. Denny sebagai Terlapor atas perkara dugaan tindak pidana korupsi Payment Gateway saat menjabat sebagai Wamenkumham.
“Dia ini kan mengerti hukum, harusnya dia hadir. Dia ini mantan menteri hukum dan pasti menjadi contoh masyarakat. Kalau seperti ini gimana? Nanti dicontoh sama masyarakat, gimana?,” kata pengamat politik Universitas Indonesia Arbi Sanit kepada wartawan, Jumat (6/3).
Menurutnya, jika memang Denny tidak bersalah atas kasus dugaan korupsi Payment Gateway,  seharusnya Denny berani memberikan keterangannya kepada penyidik
“Sekalipun dia dapat tuduhan tidak benar, ya dia harus beri penjelasan,” tegasnya.
Ia menyayangkan orang sekelas Denny sewaktu-waktu sampai diberitakan dijemput paksa oleh pihak Bareskrim Polri. Yakni setelah dipanggil tiga kali mangkir. Arbi berharap pada panggilan selanjutnya, Denny bisa memenuhi Bareskrim Polri untuk memberikan penjelasan. 
“Tinggal menjelaskan saja apa susahnya, dana darimana, kemana, terus jelaskan arahnya kemana,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Menteri Susi dan Siti Apresiasi Program Pelepasan Harimau ke Alam Bebas

Jakarta, Aktual.co — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melepas dua harimau ke habitatnya di rimba raya Taman Nasional Bukit Barisan Bagian Selatan, Jumat (6/3). 
Pelepasan harimau Sumatera Panti dan Petir di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) milik Tommy Winata disampaikan Menteri LHK Siti Nurbaya sejalan dengan program pemerintah tahun 2015 dalam menaikkan jumlah hewan konservasi sebesar 10 persen.
Menteri KKP Susi Pudjiastuti yang menyatakan sudah sering ke TWNC mengatakan pelepasan dua harimau sebagai salah satu hari terbaiknya. Ia berpesan semestinya pemangku kepentingan dari pemerintah, pengusaha dan media mendukung upaya-upaya melestarikan satwa liar. 
Selain melepas harimau, Siti dan Susi juga melepas sembilan ekor penyu, dua ekor elang ular bido serta buaya muara. Pemerintah ditekankan Siti tengah mempelajari sistem yang diterapkan TWNC untuk diadopsi di kawasan konservasi lainnya. 
“Masing-masing daerah harus ada ciri khasnya, seperti konservasi yang dilakukan TWNC ciri khasnya adalah pelestarian harimau. Yang lain apa, ini kita pelajari,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/3).
Sementara itu pendiri TWNC Tommy Winata menyampaikan rasa terimakasihnya upaya pelestarian lingkungan dan satwa liar disambut baik pemerintah. Hingga kini, memasuki tahun ke-17, program Tiger Rescue Center di TWNC telah melepas 4 ekor harimau Sumatera ke alam bebas. 
“Saya harap upaya yang saya lakukan dalam konservasi alam liar, hutan, dan ekosistim berkelanjutan ini bisa menjadi acuan model bagi yang lain. Kita harus melakukan upaya bersama untuk menyelamatkan bumi pertiwi dan tidak melupakan darimana kita berasal,” kata dia. 
Ditambahkan, selain pelestarian harimau, pihaknya juga berupaya untuk penghutanan kembali kawasan itu dengan menanam pohon berbagai jenis seperti waru, bayur dan nyamplung. Ia berharap kegiatannya dapat melindungi dan menjaga hutan bagi keanekaragaman hayati, produksi oksigen dan cucu-cucu bangsa masa depan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Penambahan Wewenang, Bamsoet: Presiden membelah Diri

Jakarta, Aktual.co — Langkah Presiden Jokowi yang memberikan tambahan kewenangan kepada Kepala Staf Kepresidenan melalui Pepres No 26 Tahun 2015, terus menuai polemik.
Sekertaris Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo menilai langkah itu bertujuan untuk membagi tugas kewenangan presiden kepada Luhut.
“Kami sebagai politisi, melihat Presiden telah membelah dirinya tidak lagi full presiden tapi setengah presiden. Bisa dikatakan presiden tengah mengangkat presiden harian,” ucap Bambang, di Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (6/3).
Menurut dia, peraturan Presiden memang berada ditangan Jokowi. Sebab, suka tidaknya, suksesnya roda pemerintahan ada di pundak presiden.
“Sukses tidaknya istana ada di tangan presiden, ingin menjadikan istana sebagai tempat solusi bukan menjadi tempat masalah,” ucapnya.
Disisi lain, dengan penambahan kewenangan staf kepresidenan, Bambang justru mengapresiasi sikap Jokowi yang memberikan setengah kewenangannya kepada Luhut Panjaitan.
“Ya layak aja. Di Amerika juga ada. Tinggal kita lihat hasilnya nanti,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Meskipun Rupiah Mlempem, BI Nilai Fundamental dan Stabilitas Ekonomi Masih Baik

Jakarta, Aktual.co —  Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menegaskan fundamental dan stabilitas ekonomi makro masih terjaga meskipun nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi dan cenderung melemah terhadap dolar AS.

“Secara umum tidak perlu khawatir tentang makro dan stabilitas keuangan Indonesia, karena semua baik. Kalau rupiah itu bergejolak, itu sama seperti dunia yang ‘currency’nya bergejolak,” katanya di Jakarta, Jumat (6/3).

Agus mengatakan penguatan dolar AS yang saat ini sedang terjadi menyebabkan perlemahan mata uang di berbagai negara, namun perlemahan rupiah masih lebih baik dari Brasil Real dan Turki Lira sejak awal tahun ini.

“Year to date, rupiah melemah kira-kira 4,8 persen, kalau diantara negara-negara berkembang seperti Brasil itu depresiasinya 13 persen, Turki depresiasinya 11 persen. Kita tahu ini karena menguatnya ekonomi Amerika Serikat,” ujarnya.

Agus mengakui Indonesia masih memiliki kelemahan dalam neraca transaksi berjalan yang masih mengalami defisit dan tingkat inflasi nasional secara tahunan (year on year) yang masih tinggi diantara negara lain.

Namun, pemerintah dan Bank Indonesia telah berupaya untuk menstabilkan neraca transaksi berjalan agar defisitnya tidak terlalu melebar dan menahan inflasi agar stabil dibawah asumsi dalam APBN-P 2015 sebesar lima persen.

“Inflasi mengarah baik, karena pemerintah sudah menghapus subsidi BBM dan neraca transaksi berjalan juga mengarah membaik, karena ekspor non migas mulai bagus. Ini dinamikanya, tapi secara umum ekonomi makro dan stabilitas sistem keuangannya terjaga,” jelas Agus.

Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore, bergerak menguat sebesar 48 poin menjadi Rp12.927 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.975 per dolar AS.

Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menjelaskan peningkatan cadangan devisa Indonesia periode Februari 2015 menjadi salah satu penopang mata uang rupiah terhadap dolar AS.

“Meningkatnya cadangan devisa itu menunjukkan ekonomi Indonesia masih kuat di tengah perlambatan global,” katanya.

Dalam data Bank Indonesia, tercatat posisi cadangan devisa Indonesia per Februari 2015 sebesar 115,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.501,5 triliun (kurs Rp13.000 per dolar AS), meningkat 1,3 miliar dolar AS atau Rp169 triliun dari posisi akhir Januari 2015 sebesar 114,2 miliar atau Rp1.484,6 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain