14 April 2026
Beranda blog Halaman 39511

Kenang Jasa Mantan Presiden Soeharto, Keberhasilan ‘Sang Jenderal Tersenyum’

Jakarta, Aktual.co — Mantan Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto wafat pada tanggal 27 Januari 2008, tepat pukul 13.10 WIB. Soeharto meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Kemudian sekitar pukul 14.35 WIB, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. Ambulans yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawalan yang ketat.

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa Menteri yang sedang mengikuti rapat kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua H Muhammad Soeharto.

Untuk diketahui, Soeharto adalah Presiden Indonesia yang kedua (1967-1998), menggantikan Soekarno. Di dunia internasional, terutama di Dunia Barat, Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer ‘The Smiling General’ yang artinya ‘Sang Jenderal yang Tersenyum’ karena raut mukanya yang selalu tersenyum.

Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September, Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin operasi untuk menumpasnya. Operasi ini menewaskan lebih dari 500.000 jiwa.

Harus diakui bahwa wafatnya mantan Presiden Soeharto membuat kita mencoba merefleksikan ulang, bahwa negeri ini pernah berada pada titik puncak keberhasilan pembangunan. Jujur kita akui bahwa di zamannya alm Soeharto memerintah, bangsa kita pernah menikmati betapa mudahnya hidup kala itu.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana Soeharto bisa mengubah wajah Indonesia. Pada tahun 1984, Indonesia berhasil mengubah diri dari negara terbesar dalam mengimpor beras, akhirnya menjadi negara berswasembada pangan. Lebih dari 3 juta ton padi dihasilkan setiap tahunnya. Bandingkan dengan sekarang yang justru defisit lebih dari 1 juta ton setiap tahun.

Meski bukan lulusan sekolah ekonomi, mantan Presiden tersebut dikenal lihai memotivasi para petani dan nelayan. Mereka dikunjungi dan diberikan motivasi untuk bisa memajukan pekerjaannya, sehingga menjadi petani adalah kebanggaan. Bahkan beliau dikenal suka memperkenalkan diri sebagai ”anak petani”, untuk meningkatkan gairah dan harga diri para petani.

Tak hanya dalam bidang pertanian, salah satu sukses besar Orde Baru adalah dalam bidang kesehatan dan KB. Karena adanya kesadaran bahwa daya pembangunan akan terserap oleh jumlah penduduk, maka mantan Presiden Soeharto membangun dan menggalakkan program KB. Ia mencanangkan berbagai upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui berbagai upaya yang pada gilirannya berhasil mengerem laju pertumbuhan penduduk kita.

Di bidang kesehatan, upaya meningkatkan kualitas bayi dan masa depan generasi ini dilakukan melalui program kesehatan di posyandu, sebuah upaya yang mengintegrasikan antara program pemerintah dengan kemandirian masyarakat. Di jamannya, program ini memang sangat populer dan berhasil. Banyak ibu berhasil dan peduli atas kebutuhan balita mereka di saat paling penting dalam periode pertumbuhannya.

Yang tidak kalah penting yakni, karena Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, terutama dalam menjaga kawasan baik di Asia Tenggara dan Asia, serta masa depan Indonesia yang dianggap sebagai ‘macan Asia’, Soeharto dan bangsa Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri. Negara lain yang kini terang-terangan berani ”mengganggu” keberadaan kita seperti Malaysia dan Singapura, dulu tidak pernah menganggap Indonesia serendah sekarang.

Jujur kita sampaikan bahwa dulu, kita sangat bangga karena kita punya banyak kiprah dalam memajukan wilayah ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Nusakambangan Siap Dijadikan Tempat Eksekusi Mati

Jakarta, Aktual.co — Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Tengah Yuspahruddin mengatakan, Pulau Nusakambangan Kabupaten Cilacap, siap kembali dijadikan sebagai tempat pelaksanaan eksekusi terpidana mati.
“Kami siap terima, tidak ada masalah,” kata Yuspahruddin saat dihubungi, Selasa (27/1).
Menurut dia, pihaknya harus mendukung pelaksanaan eksekusi bagi terpidana mati jika akan kembali dilaksanakan di Nusakambangan. Dia mengaku tidak mungkin menolak pelaksanaan eksekusi terpidana mati tersebut.
“Kita akan dukung semuanya, sekuat tenaga.”
Terkait lokasi pelaksanaan eksekusi mati di Nusakambangan, dia mengatakan bahwa hal itu tergantung kenyamanan eksekutor, yakni jaksa yang bekerja sama dengan Brigade Mobil (Brimob).
Dalam hal ini, di Nusakambangan terdapat dua lokasi eksekusi mati, yakni kawasan Nirbaya dan lapangan tembak Limusbuntu. Lebih lanjut, Yuspahruddin mengatakan bahwa pihaknya tidak menyiapkan lokasi untuk pelaksanaan eksekusi mati itu meskipun Nusakambangan merupakan wilayah Kemenkumham.
“Silakan dimana mereka (eksekutor, red.) nyaman, silakan cari sendiri karena mengekesekusi bukan tugas kami. Kami hanya menyiapkan napinya, silakan ambil,” kata dia.
Disinggung mengenai kemungkinan eksekusi dua terpidana mati kasus narkotika “Bali Nine” akan dilaksanakan di Nusakambangan, dia mengatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi mengenai hal itu.
“Sampai sekarang belum ada pemberitahuan. Mestinya hal itu atas persetujuan Dirjen Pemasyarakatan. Saya belum terima suratnya, permintaan juga belum ada,” katanya.
Seperti diwartakan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau pada Kejaksaan Agung supaya pelaksanaan eksekusi terhadap dua terpidana mati berkewarganegaraan Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dilakukan di luar Pulau Dewata.
“Masalah tempatnya kami mengimbau jangan di Bali. Mengimbau, karena saya tidak bisa menentukan, tidak juga bisa menolak karena ini NKRI,” kata Pastika.
Dia berpandangan jika eksekusi terhadap dua terpidana mati anggota “Bali Nine” dilakukan di Bali, maka akan memberi efek psikologis bagi warga negara Australia.
“Di sini orang Australia banyak sekali. Turis kita itu banyak banget orang Australia dan menganggap Bali sebagai rumah sendiri,” ucap Pastika.
Mantan Kapolda Bali itupun mengaku sudah dari dulu mengingatkan supaya kalau memang sayang dengan Pulau Dewata jangan membawa narkoba itu masuk ke Bali.
Di sisi lain, terkait dengan pengaruh rencana eksekusi mati kedua penyelundup narkotika jenis heroin seberat 8,2 kilogram itu terhadap kedatangan wisatawan Australia ke Bali, Pastika mengaku belum mengetahui. “Saya yakin mereka paham terhadap apa yang ada di Bali.”
Sebelumnya, sebanyak lima terpidana mati kasus narkoba telah dieksekusi di Pulau Nusakambangan pada tanggal 18 Januari 2015.
Lima terpidana mati yang telah dieksekusi itu, yakni Ang Kim Soei (62) warga negara Belanda, Namaona Denis (48) warga negara Malawi, Marco Archer Cardoso Mareira (53) warga negara Brasil, Daniel Enemua (38) warga negara Nigeria, dan Rani Andriani atau Melisa Aprilia (38) warga negara Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Besok, Komnas HAM Berencana Panggil Kabareskrim

Jakarta, Aktual.co — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), berencana memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri, Komisaris Jenderal Pol Badrodin Haiti, terkait kasus penangkapan tersangka Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto.
Selain itu, Komnas HAM pun berencana memeriksa Kabareskrim Polri, Komjen Pol Budi Waseso.
“Kami akan koordinasi dan minta info dari‎ Wakapolri, besok. Kita akan panggil juga Kabareskrim, pak Budi Waseso,” ujar komisioner Komnas HAM, Nur Kholis, di gedung Komnas HAM, jalan Laturhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/1)
Sebelumnya BW di tangkap pada jumat lalu(23/1).  Setelah sempat di lakukan penahanan pihak Bareskrim memberikan penangguhan penahanan.
Kemudian pada hari senin lalu pihak kuasa hukum BW mendatangi kantor komnas HAM untuk melaporkan kliennya yang di duga mengalami pelanggaran HAM oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Praperadilan KPK, BG Siapkan 50 Pengacara

Jakarta, Aktual.co — Salah satu tim kuasa hukum Komjen Budi Gunawan (BG), Frederich Yunadi, mengaku pihaknya sudah menyiapkan pra peradilan tersangka dugaan kepemilikan rekening ‘gendut’ yang menjerat jenderal bintang tiga itu. Menurutnya, KPK telah melakukan kesalahan dalam menetapkan BG sebagai tersangka.
“Total secara keseluruhan itu kuasa hukmnya termasuk internal dan eksternal, itu ada kurang lebih 50 orang.  Kalo Eggy Sudjana itu untuk melaporkan yang terjadi pada AS. Saya dalam hal ini hanya membela beliau di pra peradilan,” kata Frederich di Polres Jakarta, Selatan, Selasa (27/1).
Dia menilai, lembaga superbody itu telah melakukan kesalahan dalam menetapkan BG sebagai tersangka. KPK telah menggunakan pasal yang salah dan BG tidak bisa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang disangkakan.
“Karena pada pasal 11 junto pasal 2 UU 28 Tahun 1999, yang diusut oleh KPK hanya eselon I ke atas. Saat itu BG masih eselon II beliau administrasi,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, sebelumnya pada 2010 kliennya juga pernah diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri dan dinyatakan bersih. 
“Saya yakin BG sama sekali tidak bersalah, kita buktikan nanti di persidangan,” katanya.
Terkait apakah ada unsur politik dalam polemik antara BG dan KPK, dia engan menjelaskan. Dia menegaskan, sebagai kuasa hukum dirinya hanya fokus pada proses pra peradilan saja.
“Saya ga ngerti. Bukan urusan saya. Saya tidak mau terlibat dalam politik murni. Saya hanya profesional. Secara Hukum itu saya melihat KPK sangat keliru besar,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Museum Siwalima Rencanakan Pameran yang Usung ‘Pesan Tobat’

Jakarta, Aktual.co — Museum Siwalima, Provinsi Maluku merencanakan pameran ‘Injil Masuk ke Maluku’ untuk memeriahkan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional XI di Ambon pada Oktober 2015.

“Kami berencana menggelar pameran temporer di museum sekitar satu atau dua minggu untuk menyukseskan Pesparawi Nasional nanti,” kata Kepala Museum Siwalima Jean Esther Saija di Ambon, Selasa (27/1).

Dalam pameran yang direncanakan berlangsung selama Pesparawi tersebut, tak hanya berbagai dokumen dan catatan sejarah awal masuknya agama Kristen di wilayah Maluku yang akan dipamerkan, tetapi juga belasan koleksi benda-benda peninggalan proses “pesan tobat”.

Koleksi berupa piring-piring persembahan, tali kain, perahu doti, miniatur berbagai hewan dari tembaga dan lainnya itu berkaitan dengan ritual magis yang dilakukan masyarakat semasa masih belum beragama Kristen, yang kemudian diserahkan ke Gereja Maranatha pada untuk dimusnahkan pada 1960an.

“Ada koleksi benda-benda “magic” yang ditemukan di Gereja Maranatha setelah proses pesan tobat, sebagaian besar memang dimusnahkan tapi ada juga yang dibawa ke Museum Siwalima untuk disimpan, barang-barang itu akan kami pamerkan dalam pameran Injil Masuk Maluku nanti,” katanya.

Selain untuk menyemarakkan lomba Pesparawi, pameran tersebut diharapkan turut mendongkrak jumlah angka kunjungan ke Museum Siwalima yang telah mengalami peningkatan cukup signifikan sejak tahun 2013.

“Jumlah pengunjung ke Museum pada satu tahun terakhir ada peningkatan hampir mencapai 2.000 orang, dengan adanya pameran itu tentu saja akan membantu menaikkan angka kunjungan ke sini,” katanya.

Ia menambahkan pameran temporer dengan tema yang berbeda juga pernah digelar oleh Museum Siwalima, yakni pameran “Islam Masuk ke Maluku” untuk memeriahkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional XXIV di Ambon pada Juni 2012.

“Pameran yang kami gelar untuk memeriahkan MTQ ke- XXIV tidak dipusatkan di Museum Siwalima tetapi di Lapangan Galunggung karena pameran itu digelar bersama dengan instansi lainnya,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tahun 2015 sebagai Tahun Cahaya Internasional

Jakarta, Aktual.co — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, bahwa tahun 2015 sebagai ‘Tahun Cahaya Internasional’ dalam menyoroti memberikan informasi kepada warga dunia betapa pentingnya teknologi cahaya dan optik dalam kehidupan dan masa depan manusia. Dan, juga mengembangkan menjadi masyarakat modern.

NASA tampaknya lebih berusaha membantu memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), dengan merilis satu set foto spektakuler yang diambil oleh Teleskop ruang angkasa dari perusahaan Chandra X-Ray Observatory.

“Dari Galaksi yang paling jauh dengan ‘pecahan’ puing-puing relatif dekat dari Bintang yang meledak, gambar ini menunjukkan berbagai cara mendapatkan informasi tentang Alam Semesta diseleraskan dengan keadaan di Bumi melalui cahaya,” demikian pernyataan dari lembaga riset tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain