2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39721

Wiranto Bantah Bicarakan Dualisme Golkar dengan JK

Jakarta, Aktual.co —Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto mengaku pertemuannya dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebatas sebagai kolega politik. Sebagai pimpinan salah satu partai pendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, Wiranto mengaku menemui Kalla untuk mengetahui perkembangan terbaru pemerintahan.

“Saya enggak ada (tujuan politik). Saya cuma kangen-kangenan saja sama beliau (Kalla). Sejak beliau dilantik sebagai wapres, saya belum pernah nengok. Cuma kolega, sebagai pendukung, saya ingin melihat perkembangan-perkembangan yang terbaru bagaimana,” kata Wiranto seusai pertemuan di Kantor Wapres.

Keduanya bertemu selama kurang lebih 20 menit. Saat ditanya apakah pertemuannya dengan Kalla hari ini terkait pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Dewan Pertimbangan Partai Golkar versi Musyawarah Nasional Bali Akbar Tandjung dan Ketua Umum Golkar versi Munas Jakarta Agung Laksono, Wiranto yang juga mantan politikus Partai Golkar ini enggan menjawab. Ia pun menolak berkomentar seputar pertemuan Jokowi dengan kedua petinggi partai yang kini berada pada dua kubu berseberangan tersebut. “Saya enggak usah tanggapi itu lah ya,” ucap Wiranto.

Sebagai informasi, Wiranto merupakan mantan kader Partai Golkar. Bahkan, pada tahun 2004, Partai Golkar secara resmi mengusung Wiranto sebagai calon presiden yang berpasangan dengan tokoh Nahdlatul Ulama, Salahudin Wahid. Sedangkan Jusuf Kalla merupakan mantan ketua umum Partai Golkar periode 2004-2009. Dalam Pilpres 2004, Kalla yang ketika itu berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono mengalahkan pasangan Wiranto-Wahid. Tapi di Pilpres 2009, Kalla berpasangan dengan Wiranto, sebelum akhirnya dikalahkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Perda Betawi untuk Kebudayaan, Jangan Dipolitisir

Jakarta, Aktual.co —DKI Jakarta butuh Peraturan Daerah yang mengatur soal aspek kebudayaan dan seni Betawi. Pendapat itu disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Syarief, menanggapi pembahasan Perda Betawi. 
Dia menilai selama ini kebudayaan Betawi selalu bergerak sendiri-sendiri, meski Dinas Pariwisata DKI sudah diberikan dominasi kebudayaan Betawi. 
“Selama ini, kebudayaan betawi tidak masuk dalam kebijakan dan bergerak sendiri. Namun itu sifatnya masih parsial,” ujar dia, di DPRD DKI, Kamis (8/1).
Dia mengaku setuju pembahasan Perda di DPRD DKI untuk mencegah punahnya budaya Betawi. Namun politisi Gerindra itu menegaskan Perda Betawi bukan untuk mendefinisikan budaya Betawi sebagai suku. 
“Karena secara sosiologi, Suku Betawi sudah sangat eksis. Maka yang perlu diperhatikan adalah budayanya. Jangan nanti Perda ini dipolitisasi. Misalnya pemimpin Jakarta harus orang Betawi. Bukan seperti itu yang dimaksud. Ini untuk mengatur kelestarian Budaya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Maswadi Rauf: 2015, Masih Banyak Politikus Dendam

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik, Maswadi Rauf mengatakan pada 2015 masih banyak dendam antarpartai politik yang bisa mengakibatkan semakin banyak perpecahan internal partai atau perselisihan pendapat antarkoalisi. “Hingga saat ini, belum ada penyelesaian yang nyata dari para partai besar mengenai dendam politik hingga menyebabkan adanya dualisme,” kata Maswadi Rauf di Jakarta, Kamis (8/1).

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia ini berpendapat bahwa seharusnya perpecahan partai politik bisa diselesaikan secara sehat untuk kepentingan negara. “Jika politik bercampur dengan dendam maka kedepannya permasalahan akan semakin tidak wajar,” ujarnya.

Dendam tersebut merupakan dampak dari permusuhan antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih yang masih akan memanas ditahun 2015 ini. “Konflik haruslah rasional, boleh berbeda pandangan, tapi tidak dengan cara bermusuhan satu dengan yang lain,” kata Maswadi. Keinginan balas dendam mengenai kepentingan pribadi bisa berimbas pada kestabilan politik negara.

Ia menegaskan bahwa keperluan pribadi harus dikesampingkan untuk bisa menjadi negarawan yang benar-benar memajukan bangsa melalui politik. Selanjutnya, ia berharap pada tahun ini lebih banyak politisi yang bersifat profesional dan lapang dada jika menghadapi perbedaan pendapat.

2 Sastrawan Indonesia akan Luncurkan Novel

Jakarta, Aktual.co —  Dua sastrawan Noorca M. Massardi dan Rayni N. Massardi akan meluncurkan novel di Bentara Budaya Bali (BBB), lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu, 10 Januari 2015.

“Novel berjudul Straw karya saya dan Langit Terbuka yang ditulis Rayni Massardi yang dipublikasikan oleh penerbit Kaki langit Kencana pada penghujung tahun 2014,” kata Noorca M. Massardi dalam surat elektronik, di Denpasar, Kamis (8/1).

Noorca yang kini Redaktur Eksekutif Majalah Kebudayaan Kemendikbud RI dan Pemimpin Redaksi www.kultur-majalah.com, www.kulturpedia.com menjelaskan bahwa Straw adalah novel kelimanya setelah novel berjudul “September” (2006).

Disusul novel berjudul “D.I.A. Cinta dan Presiden” (2008), Noorca Massardi kali ini menghadirkan ragam penulisan fiksi yang terbilang jarang ditempuh oleh penulis-penulis tersohor Indonesia.

Sedangkan “Langit Terbuka” adalah novel pertama Rayni Massardi, sebelumnya meluncurkan kumpulan cerpen tunggal bertajuk “Terima Kasih Anakku” (Padasan, 2012).

Kedua novel yang penuh konflik dan problematik psikologis itu akan dibahas oleh dr. I Nyoman Sutarsa, MPH, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang juga kandidat PhD dari Indonesian Presidential Scholarship at Australian National University, Australia, sekaligus Chief Editor Public Health and Preventive Medicine Archieve.

Sejumlah tulisannya dipresentasikan di beberapa forum internasional seperti Australasian HIV and AIDS Conference 2012 (Australia), Indonesian Post Graduate Forum, The University of Melbourne (Australia, 2012).

Menurut Noorca Massardi, novel “Straw” ditulis dalam rentang waktu yang terbilang panjang, yakni sekitar tujuh tahun. Ia mengharapkan karyanya itu dapat memberikan warna baru dalam genre penulisan novel di Indonesia.

Sementara itu, membaca novel “Langit Terbuka” yang ditulis Rayni Massardi, bagi Noorca bukan sekadar novel biasa. “Ini adalah sebuah novel yang akan membawa pembacanya ke suatu ruang dan waktu tanpa batas,” katanya.

Dalam novel ini ada sebuah perenungan dan pertanyaan tentang jati diri, yang ditulis secara unik dan khas.

Artikel ini ditulis oleh:

Suami Korban QZ8501 Berhasil Diidentifikasi

Jakarta, Aktual.co — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim berhasil mengidentifikasi jenazah suami Hayati Lutfiah Hamid, yakni Djoko Suseno, salah seorang korban pesawat AirAsia QZ8501, pada hari kedua belas pencarian.
“Setelah melalui proses dan kerja keras, tim mengidentifikasi jenazah Djoko Suseno, laki-laki berusia 43 tahun,” kata Kepala DVI Polda Jatim, Kombes Pol Budiyono, di Crisis Center Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (8/1).
Berdasarkan catatan manifest, korban berasal dari Sidoarjo dan berangkat bersama istri, anak dan ibunya untuk berlibur ke Singapura pada 28 Desember 2014.
Istri Djoko, Hayati Lutfiah, merupakan korban AirAsia berpenumpang dan kru 162 orang yang pertama kali dievakuasi dan dikenali identitasnya pada hari kelima pencarian, dan dimakamkan di tempat pemakaman umum sekitar rumahnya.
Jenazah Djoko dikenali setelah Tim DVI melakukan metode identifikasi primer atas kerja keras Tim Inavis dan analisa mendalam dicocokkan data “postmortem” dan “antemortem” berdasarkan sidik jari serta identifikasi data sekunder temuan medis jenis kelamin serta usia.
Hingga Kamis siang, RS Bhayangkara menerima 39 jenazah dan menyisakan 14 jenazah yang belum diketahui identitasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Cokok Pengedar Ekstasi di The Peak

Jakarta, Aktual.co — Polres Banjarmasin mencokok pelaku pengguna dan pengedar ekstasi di ruang karaoke The Peak Banjarmasin, ketika akan melakukan transaksi.
Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarmasin Kombes Pol Wahyono Sik mengatakan, saat melakukan transaksi pelaku langsung dicokok kepolisian. Dari hasil penangkapan itu ditemukan 20 butir yang diduga ekstasi warna biru muda dengan logo jangkar.
Dia mengatakan, pelaku berinisial Yus itu merupakan target operasi dan diikuti mulai dari luar karaoke The Peak. Saat pelaku hendak transaksi di ruangan karaoke langsung ditangkap anggota polisi yang mengikutinya.
Hasil penangkapan, polisi menemukan enam butir ekstasi di saku celana kirinya sedangkan sisa barang lainnya di letakan di dalam ruang karaoke tersebut sehingga ruang itu dilakukan pemasangan garis polisi.
Setelah mengamankan barang bukti dan menangkap pelaku, polisi langsung menggiringnya ke Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin guna penyidikan lebih lanjut.
Hasil penyidikan sementara polisi, pelaku berinisial Yus itu dijerat dengan pasal 112 jo 114 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman lima tahun dan paling lama 15 hingga 20 tahun.
“Kami akan tindak tegas setiap pelaku penyalahgunaan narkotika, siapapun orangnya dan tidak pernah tebang pilih dalam proses hukumnya,” kata dia.
Untuk diketahui penangkapan itu dilakukan oleh polisi pada Sabtu (3/1) malam sekitar pukul 23.30 wita di room bernomor 35 The Peak Karaoke Banjarmasin yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 2 Banjarmasin Tengah.
Sementara itu Yus mengaku, telah menjalani bisnis haram ini sudah hampir satu bulan dan setiap satu butirnya dijual dengan harga Rp350.000 hingga Rp400.000.
“Keuntungan dari penjual ekstasi itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari karena tidak memiliki pekerjaan terpaksa menjual ekstasi karena jalan yang mudah mendapatkan uang,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain