2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39722

BI: Kebijakan LTV Berlaku Nasional

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo menegaskan kebijakan rasio pinjaman terhadap nilai agunan (Loan to Value/ LTV) berlaku secara nasional, bukan untuk daerah tertentu di Indonesia.

“Kebijakan itu berlaku nasional,” kata Gubernur BI di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (8/1).

Hal itu menanggapi permintaan pengurus Real Estate Indonesia Khusus Batam yang meminta perlakuan khusus kebijakan LTV di kota industri. Kebijakan LTV dibuat untuk melindungi industri perbankan, karena sebelum kebijakan itu dibuat banyak kredit properti dianggap yang tidak sehat. Saat ini, BI memang mengkaji pelaksanaan kebijakan LTV, namun hanya rumah mewah.

“Dikaji, tetapi area properti yang menengah ke atas lebih didalami. Ada pun properti bagi pemula, untuk berikan dorongan lebih banyak yang belum memiliki rumah,” kata dia.

Ketua REI Khusus Batam Djaja Roeslim berharap agar pemerintah menerapkan pengecualian kebijakan LTV di kota itu.

“Kondisi properti di Batam tidak seperti Jakarta yang kebanjiran produk sehingga membutuhkan aturan,” kata dia.

Ia mengatakan pengembang Batam sebenarnya sudah beradaptasi dengan kebijakan itu namun, tetap berharap agar LTV dikaji ulang. Dalam data REI, kebijakan LTV telah menurunkan daya jual produk properti di Batam hingga 20 persen.

Kebijakan LTV mengatur besaran uang muka pembayaran kredit kepemilikan rumah atau apartemen (KPR/KPA) kepada konsumen.

BI menetapkan batas pemberian kredit untuk satu unit rumah di atas 70 meter persegi sebesar 70 persen. Artinya konsumen harus membayar uang muka 30 persen sebagai syarat pembiayaan dari perbankan dan hal itu dinilai memberatkan konsumen.

Ia percaya, jika kebijakan LTV direvisi, maka pasar properti yang mulai melemah sejak 2013 mampu bergairah kembali.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Khadafi : Pemerintah Jokowi Anti-Kritik

Jakarta, Aktual.co — Pernyaataan Presiden Jokowi telah menganalisis pemberitaan pada 343 media melalui mesin intelijen baik pro dan kontra terhadap kebijakan pemerintahannya, terus menuai kritik. Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi menilai bahwa tidak sepatutnya presiden melontarkan hal tersebut.

“Disaat rakyat sedang sengsara dengan kenaikan BBM dan Gas, presiden malah sibuk ‘ngintelin’ media. Itu pernyataan yang kurang pintar dimata publik,” kata Uchok ketika ditemui, di komplek parlemen, Jakarta, Kamis (8/1).

Apa yang disampaikan oleh presiden itu, sangat mudah menimbulkan tafsiran yang diterima publik. Salah satunya, pernyataan itu bukti pemerintahan Jokowi-JK anti-kritik. “Seharusnya anggapan pemberitan itu untuk masukan dan kritikan saja bagi pemerintah,” ucap dia.

Ia pun juga menilai, sikap Jokowi yang seperti itu mengingatkan pada sebuah pribahasa, ‘kacang lupa pada kulitnya’. “Jokowi lupa kalau dia dibesarkan oleh media, Jokowi jangan kacang lupa kulitnya,” pungkasnya.

Balegda DKI Susun Perda Betawi, Lindungi Kebudayaan Daerah

Jakarta, Aktual.co —Badan Legislasi Daerah (Balegda) susun rancangan Peraturan Daerah Betawi yang mencakup kesenian, adat istiadat, dan pendidikan. Dengan begitu, nilai kebudayaan dan pengembangan etnik Betawi bisa berjalan baik.
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Zainuddin yang akrab dipanggil Haji Oding menjelaskan Perda disusun lantaran hingga saat ini hanya Jakarta yang belum punya Perda yang memuat soal etnik. 
“Perda itu nantinya mengatur acara di pemerintahan dengan adat, di sekolah SD ada pelajaran soal sejarah Betawi. Ini juga merupakan penghargaan negara dan pemerintah daerah terhadap putra asli,” kata Oding, di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Pembahasan Perda Betawi, kata dia, juga mendukung dukungan dari sejumlah anggota Balegda. “Setuju dong didukung betul. Ini lagi dibahas, segeralah.”

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Menguat 25 Poin ke Rp12.700

Jakarta, Aktual.co —  Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 25 poin menjadi Rp12.700 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.725 per dolar AS.

“Meningkatnya cadangan devisa Indonesia menjadi salah satu penopang mata uang rupiah menguat terhadap dolar AS,” ujar pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara Tbk Rully Nova di Jakarta, Kamis (8/1).

Dalam data Bank Indonesia tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2014 meningkat 800 juta dolar AS menjadi 111,9 miliar dolar AS, dari 111,1 miliar dolar AS pada November 2014.

Menurut Rully, meningkatnya cadangan devisa itu salah satunya ditopang dari penempatan portofolio asing yang masih cukup baik di dalam negeri. Itu mencerminkan persepsi positif investor terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, Rully Nova mengatakan bahwa faktor ambil untung setelah dolar AS mengalami kenaikan cukup tinggi terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir menambah kekuatan bagi rupiah untuk kembali berada di area positif.

“Sebagian pelaku pasar memanfaatkan keuntungannya dengan menjual dolar AS di pasar valas domestik,” katanya.

Dari global, lanjut dia, bank sentral AS (Federal Reserve) yang belum mengindikasikan untuk menaikan suku bunga dalam waktu dekat menyusul data ekonomi Amerika Serikat yang belum cukup mendukung meski ada perbaikan.

Kendati demikian, ia memperkirakan bahwa penguatan mata uang rupiah terhadap dolar AS masih bersifat jangka pendek dikarenakan masih dibayangi sentimen negatif dari neraca perdagangan Indonesia yang masih tercatat defisit.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp12.731 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (7/1) di posisi Rp12.732 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Romantisme Pers dengan Jokowi, Mulai Berakhir

Jakarta, Aktual.co —  Tidak ada yang bisa membantah kesuksesan seorang Joko Widodo hingga menjadi Presiden Indonesia ke 7 karena media massa menjadikanya idola. Sejak menjabat Walikota Solo, Jokowi mendapatkan sorotan besar media. Dimulai dari perseteruannya dengan Gubernur Jawa Tengah saat itu Bibit Waluyo hingga peluncuran mobil Esemka yang mengibarkan namanya sebagai tokoh nasional.

Media massa pula yang memuluskan langkah Jokowi maju bergandengan dengan Basuki Tjahjapurnama dalam Pilkada DKI Jakarta. Petahana sekaliber Fauzi Bowo pun tumbang saat itu. Belum genap dua tahun mejabat dengan sokongan media massa pula Jokowi menang dalam Pilpres.

Ucapan terimakasih sempat dilontarkan Jokowi usai Pemilu. “Dukungan dari teman-teman semua telah ikut menorehkan sejarah baru bagi Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers di Media Center JKW4P di Jalan Cemara  Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/7).

Jokowi mengatakan, jurnalis telah bersama-sama berjuang bersama dirinya selama masa kampanye keliling Indonesia. Bagi suami Iriana tersebut, perjalanan kampanye keliling daerah itu adalah sebuah perjuangan menulis sejarah baru Indonesia.

“Perjalanan bersama kita selama ini, terutama saat berkampanye ke berbagai pelosok Indonesia, semoga menjadi kenangan indah yang bermakna bagi semua teman-teman jurnalis,” kata Jokowi didampingi Anies Baswedan, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, dan Sekretaris Tim Sukses Jokowi-JK Andi Widjajanto.

Begitulah kedekatan Presiden Jokowi dengan awak media. Namanya yang selalu harum, khususnya sebelum menjabat Presiden, membuat dia menjadi orang nomor 1 di republik ini. Sejak ia dilantik pada 21 Oktober 2014  dan menjalankan program pemerintahan, nada kritik media pun mulai dirasakan Jokowi.

Mulai dari soal proses anggaran kartu sakti yang amburadul, heboh pembebasan bersyarat Pollycarpus Budihari Priyanto terpidana kasus pembunuhan aktifis hak asasi manusia Munir, hingga isu kenaikan harga BBM dan melemahnya rupiah selama kepemimpinan Jokowi, menjadi menu kritik media.

Sampai di titik ini, Presiden harus memerintahkan intelijen untuk memantau media massa. Seperti yang dikatakan Jokowi dalam rapat kabinet, Rabu (7/1) kemarin.

“Semua tahu, kita ini selalu dipotret, selalu diikuti  dan selalu dinilai oleh media. Meskipun perlu saya sampaikan ekspos media belum tentu wakili kinerja pemerintahan,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/1).

Jokowi menambahkan, saat ini media selalu memotret setiap aktivitas dan kebijakan pemerintahan dari berbagai sudut pro dan kontra. Presiden pun mengakui  telah menganalisis 343 media. Bagaimana hasil analisis itu, Jokowi tidak mengungkapkannya. Hasil itu disampaikan Tim Analis di dalam rapat tertutup dengan Presiden.

“Ada aktivitas-aktivitas ada kebijakan-kebijakan, ada langkah-langkah menteri maupun institusi lain yang dipotret media dari berbagai sudut pro maupun kontra dan menimbulkan persepsi. Dalam kurun hampir 3 bulan ini kita menganalisis oleh mesin intelijen media manajemen dari 343 media, dan mohon maaf,” kata  Jokowi.

Penggunaan intelijen untuk mengawasi media massa memang lumrah dilakukan oleh Negara dengan perangkatnya. Namun fungsi utama intelijen dalam mendeteksi dini ancaman terhadap kedaulatan Negara akhirnya menjadi perdebatan tersendiri.

Apakah media dengan pemberitaan yang menyoroti kinerja pemerintah laik dimasukkan ke dalam kategori mengancam kedaulatan Negara?

Lagi pula jika memang ada pengerahan intelijen untuk memantau media, haruskah hal itu dipublikasikan?

Padahal menurut tokoh pers Sabam leo Batubara, trauma kita terhadap penggunaan intelijen untuk membungkam kebebasan pers pada masa orde baru, masih belum hilang. Karena itu, jelas Leo, Pasal 17 UU Pers pun menetapkan yang berhak mengontrol pers adalah masyarakat, melalui media watch.

“Sehingga definisinya harus jelas dulu.Intelijen media ini seharusnya merupakan lembaga swasta dan independen, karena sesuai perjuangan Dewan Pers dan DPR,” tandasnya.

Tindakan presiden berkenaan dengan pemantauan pemberitaan media itu, juga mengagetkan Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya.

“Saya kaget membaca statemen Pak Jokowi seperti khawatir dengan pers saat ini. Padahal yang kami tahu hubungan Jokowi sejak dia menjabat walikota, gubernur dan presiden terlihat sangat indah dan mesra. Jadi aneh kalau Jokowi saat ini memata-matai pers yang telah membantunya mengantarkannya menjadi presiden. Bahkan, beberapa media cenderung memberitakan berlebihan apapun aktivitas Jokowi,” kata Tantowi, ketika berbicara depan Aktual.co, Kamis (8/1).

Seperti kata pepatah “Habis Manis Sepah Dibuang”.  (Wahyu Romadhony}

Ada Apa, Wiranto Menemui JK

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (8/1). Wiranto tiba di Kantor Wapres sekitar pukul 16.15 WIB. Setibanya di Kantor Wapres, Wiranto yang mengenakan batik cokelat tersebut langsung menuju ruangan Kalla tanpa berkomentar kepada wartawan.

Menurut Juru Bicara Kalla Husain Abdullah, kedatangan Wiranto ke Kantor Kalla sore ini dalam rangka pertemanan. “Karena waktunya Pak JK padat sekali. Ingin ngobrol dengan teman-temannya, sebagai pertemanan,” kata Husain. Pertemuan antara Kalla dan Wiranto berlangsung setelah Kalla memimpin rapat penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan.

Berita Lain