2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39732

Jalinan Asmara Mahasiswa Trisakti Terangkum dalam Film ‘Dibalik 98’

Jakarta, Aktual.co — Seperti yang pernah kita ketahui ‘Tragedi Berdarah’ tahun 1998 silam, yang telah merenggut banyak korban terutama dari pihak Mahasiswa dari kampus Trisakti dalam demo besarnya untuk menurunkan rezim Orde Baru yang dipimpin mantan Presiden Soeharto kala itu.

Di Djakarta Theater, MNC Picture telah merilis screaning film berjudul ‘Dibalik 98’ yang mengisahkan tentang dibalik peristiwa masa-masa awal Reformasi tersebut dalam kurun waktu 1998, dengan peran-peran mengagumkan dari Chelsea Islan dan Boy William yang berperan sebagai dua Mahasiswa Universitas Trisakti yang dibalut kisah asmara.

Selain itu, juga ada Amaroso Katamsi yang berperan sebagai Presiden Soeharto saat itu, dan ini merupakan peran ketiga dirinya menjadi Pak Harto. Disamping itu, juga ikut dibintangi oleh Donny Alamsyah, Fauzi Baadila,  dan Alya Rohali.

Film yang disutradarai oleh Lukman Sardi ini mengisahkan kisah perjuangan keluarga dan pengorbanan cinta melewati tragedi Mei 1998, dan krisis moneter yang membuat rakyat Indonesia panik dan dicengkram rasa ketakutan, sesuai dengan judul film ‘Dibalik 98’.

“Ini film tentang drama keluarga, percintaan dengan latar belakang 98. Data-data kebeneran yang kita dapat juga dari buku yang sudah dipublish salah satunya seperti buku bapak BJ Habibie,”  kata Lukman Sardi, selaku sutradara film ‘Dibalik 98’, kepada Aktual.co.

Lukman Sardi memastikan, bahwa data-data tersebut dapat dipertanggung jawabkan (valid). Ia juga memperoleh data dari riset interview selama kurang lebih tiga bulan.

Artikel ini ditulis oleh:

Beralih, Konsumen di Lumajang Harap Elpiji 3 Kg Tak Langka

Lumajang, Aktual.co — Pasca pemerintah menaikkan harga LPG (elpiji )12 Kg, keberadaan tabung gas LPG 12 Kg dibeberapa pangkalan gas di Lumajang mulai langka. 
Kelangkaan terjadi lantaran LPG 12 Kg tidak laku dijual. Seperti yang terjadi di pangkalan gas milik samsul (32), yang terletak di Desa/Kecamatan kedungajajang, sedikitnya 4 tabung gas LPG 12 kg kosong sejak beberapa hari terakhir.
“Sejak harga tabung gas LPG 12 kg naik, para pengguna tabung gas banyak yang beralih ke yang 3 kg mas,” katanya kepada Aktual.co, Kamis siang (8/1) 
Kenaikan harga ini membuat pengguna tabung gas LPG 12 kg beralih ke tabung gas LPG 3 kg. Seperti Warung Kembang (Warkem) milik sulistiyowati yang ada ditengah kota, kini beralih ke tabung gas LPG 3 kg sejak Rabu (7/1) kemarin. 
“Untuk sekarang lebih enakan yang 3 kilo mas sebab untuk yang 12 kg terlalu mahal sehingga saya bisa rugi,” ungkap wanita pemilik warung tersebut. 
Warga berharap agar pemerintah terus memberikan pelayanan terbaiknya terhadap masyarakat dengan ketersediaannya LPG 3 Kg di berbagai pangkalan maupun pengecer. “Yang penting jangan sampai barang langka aja ,” harapnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Resemi Dibentuk, Satgassus P3TPK Fokus Kasus Lama dan Baru

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung HM Prasetyo resmi malantik Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi di gedung Sasana Baharuddin Lopa, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/1).
Satgasus P3TPK itu berisikan sekitar 100 jaksa yang diambil dari Kejaksaan Agung maupun Kejaksaan Tinggi serta Kejaksaan Negeri yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan proses rekrutmen ketat, yang lolos hanya Jaksa-jaksa yang memiliki rekam jejak bagus.
Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, Satgassus ini nantinya akan menyelesaikan kasus lama dan menuntaskan kasus korupsi yang baru. “Kami akan segera menjawab tuntutan masyarakat dengan adanya Satgassus ini. Baik (penyelesaian) kasus lama maupun kasus baru,” kata Prasetyo saat mengambil sumpah janji jabatan Satgassus Kejagung di Kejagung, Kamis (8/1).
Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejagung ini menjelaskan, pembentukan Satgassus P3TPK‎ itu juga dikarenakan bahaya laten korupsi yang semakin masif. “Korupsi menjadi musuh bersama.”
Prasetyo menambahkan, tindak pidana korupsi terus berevolusi dan berkembang subur. Kerugian yang diakibatkannya semakin banyak. “Bahkan, korupsi sudah menjangkau ke daerah-daerah secara masif. Untuk memberantasnya hanya dapat dilakukan dengan kerja keras,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Gas Elpiji Naik, Alya Rohali: Kenaikan Ini Saya Keberatan!

Jakarta, Aktual.co —  Pasca kenaikan gas elpiji 12kg, banyak warga berkeluh kesah, hingga pengusaha yang memiliki warung makan atau restoran sangat terpukul dan keberatan dengan keputusan pemerintah tersebut.

Tak hanya masyarakat biasa, artis juga mengeluhkan kebijakan pemerintah itu.  “Saya juga ibu rumah tangga biasa, yang menghitung bulanan, mencari yang lebih murah sama kaya ibu-ibu lain. Dan, kenaikan elpiji ini saya jelas keberatan,” keluh Alya Rohali kepada Aktual.co, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

“Jadi kalau ditanya keberatan ya banget. Kemarin BBM sudah dinaikkan, sekarang diturunkan lagi kan menurut saya itu konyol, nyebelin banget,” kesalnya.

Alya berharap pemerintah yang dipimpin oleh Jokowi-JK ini bisa berupaya lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Caranya, kata ia, yakni lebih bersih, efisien, sehingga rakyat bisa mendapatkan haknya lebih mudah.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Dituding Sengaja Larang Motor, Raup Keuntungan Parkiran

Jakarta, Aktual.co —Sejumlah tukang ojek motor di Jakarta Pusat yang tergabung dalam Front Transportasi Jakarta (Frontjak) mendatangi DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Kamis (8/1). Protes pelarangan sepeda motor melintasi jalan protokol.
Mereka meminta Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mundur, apabila tidak menghapus larangan tersebut. 
Pemprov DKI dituding sengaja memberlakukan pelarangan, karena telah melakukan kerja sama bisnis dengan perusahaaan parkir swasta di 12 titik kantong parkir.
“Ini jelas Pemda DKI kerjasama dengan swasta,” tuding korlap Frontjak, Didi, saat orasi di depan Gedung DPRD, Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Menurutnya, dengan peraturan yang tidak masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemprov DKI Jakarta dan swasta diuntungkan Rp100 juta dalam 10 jam. 
Begini hitung-hitungannya menurut dia. Jika jam kerja selama 8 jam ditambah kedatangan 1 jam dan kepulangan 1 jam, maka total lama parkir adalah 10 jam.
Sedangkan tarif parkir motor selama satu jam adalah Rp2.000, atau satu motornya bisa didapat Rp 20.000.
Dengan jumlah area parkir di 12 titik yang mampu menampung sekitar 5.000 motor, maka totalnya adalah Rp.20.000 dikalikan 5.000.  “Hasilnya Rp100 juta,” ujar dia. 
Oleh karena itu, Frontjak meminta Pemprov DKI menghapus pelarangan yang berlindung di Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2014.
“Kalau kita lihat ada 12 titik ini semua milik swasta, ada Carrefour Duta Merlin dengan kapasitas 1000 motor, Menara BDN 400 motor, Gedung Jaya 160 motor, Skyline Building 495 motor, Sarinah 73 motor, Gedung BII 640 motor, Grand Indonesia 1950 motor, IRTI Monas 700 motor.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Pelukis Indonesia Sabet Emas di Paris

Jakarta, Aktual.co — Maestro lukis asal Indonesia Sidik W. Martowidjojo meraih penghargaan emas untuk karya lukisnya bertajuk “Jalan” pada ajang pameran lukis Louvre Internationals Arts di Carrousel du Louvre, Paris, Prancis, pada 11-14 Desember 2014.

“Jika pelukis dari 40 negara lain hanya boleh menampilkan satu karya pelukisnya, saya yang baru pertama kali ikut, bisa menampilkan 21 karya dan mendapat ruang tersendiri dalam ajang itu,” kata Sidik, di Beijing, Kamis (8/1).

Dalam pameran itu, pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu mengambil tema “Pencerahan dari Timur” atau “Enlighten Orientalism” yang merupakan hasil karyanya sejak 2004.

Karya Sidik yang banyak bercerita tentang lanskap dan pemandangan dibuat menggunakan media tinta cair. Sidik merupakan pelukis pertama Indonesia yang ikut dalam pameran lukis di Louvre.

“Saya berharap pameran ini juga bisa menginspirasi pelukis-pelukis Indonesia lainnya untuk bisa pameran di sana (Louvre),” katanya.

“Louvre Internationals Arts Exhibition” digelar oleh Asosiasi Seniman Nasional Prancis (SNBA). Ajang yang telah berlangsung selama 126 tahun tersebut merupakan festival tahunan di dunia seni rupa internasional.

Perjalanan seni Sidik yang memiliki nama lain Ma Yong Qiang memiliki jalan panjang. Bermula dikeluarkannya Peraturan Presiden No 6 Tahun 2000, saat diperbolehkannya ekspresi kebudayaan Tiongkok tampil kembali di Indonesia setelah sempat dilarang pada 1967, sampai era Reformasi pada 1998.

Sidik belajar melukis sejak usia kanak kanak. Pada usia sembilan tahun, ia belajar kaligrafi dari Nie Phing Chong dan Xiau Pai Xin (alm), seorang kepala sekolah Tionghoa di Malang. Ia juga otodidak belajar sastra dari ayahnya, Phe Hwie Kwan, yang mengenalkannya kepada buku-buku karya pelukis maestro Tiongkok, Qi Pai She.

Pengagum Handrio, H Widayat, S Sudjojono dan Hendra Gunawan itu memilih Yogyakarta, tempat dia menetap dan memulai pameran tunggalnya yang pertama pada 1998. Setelah itu, beberapa kali ia mengadakan pameran di gedung WTC Jakarta (2003), Langgeng Gallery di Magelang, Jawa Tengah (2004), dan Galeri Nasional Jakarta (2005).

Sejak 1998, Sidik telah menggelar lebih dari 20 pameran tunggal dan beberapa kali pameran bersama di Galeri Nasional, Jakarta, Langgeng Gallery, Magelang, Nadi Gallery, Jakarta, dan ia mulai pameran di Tiongkok, seperti The China Millenium Monument, Beijing, National Art Museum of China (NAMoC), Beijing, Liu Haisu Art Museum, Shanghai, Fuzhou National Gallery, Fuzhou, dan Huafu Tiandi, Shanghai.

Sidik beberapa kali mendapat penghargaan, antara lain dari karya Bunga Phoenix (media cat hitam putih) sebagai Lukisan Tiongkok Mutu Terbaik dalam kompetisi seni lukis dan kaligrafi Tiongkok sedunia di Beijing (2001) dan di Nanjing (2002).

Ia juga mendapat piagam penghormatan 10 Besar Seni Budayawan pada forum diskusi ilmiah “Masyarakat Kecil dan Makmur di Beijing” pada 2006 dari Pusat Pemuda Partai Tiongkok, karena dianggap berhasil melakukan pembaruan dalam seni budaya Tiongkok, dan Sidik satu-satunya orang dari luar Tiongkok.

Sidik juga diangkat sebagai peneliti pada Pusat Penelitian Seni Republik Rakyat Tiongkok di Beijing dan sebagai pengajar tamu (guest professor) di Eastern International Art College of Zhengzhou University of Light Industry pada 2007.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain