14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39775

Gauli Anak Tiri, Pria Ini Dicokok Polisi

Jakarta, Aktual.co — Seorang ayah harus berurusan dengan pihak kepolisan karena memperkosa anak tirinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hari Siswo mengatakan, SD yang merupakan ayah tirinya itu saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Sampang, dan dia merupakan warga Desa Masaran, Kecamatan Banyates, Sampang.
Menurut Hari, SD mengaku menggauli anak tirinya itu, karena saat itu istrinya sedang berhalangan (masa haid) sehingga pelaku melampiaskan nafsu bejatnya itu pada anak tirinya itu.
Disamping itu, dalam tiga hari sepekan terakhir itu, dia sering bertengkar dengan istrinya lantaran belanja. “Anak tirinya yang diperkosa oleh si pelaku ini masih berusia 7 tahun. Apa tidak keterlaluan ini namanya?”
Kasus pemerkosaan anak dibawah umum yang dilakukan oleh ayah tirinya di Sampang, Madura itu terendus polisi setelah istrinya melaporkan ke Mapolres Sampang.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat tersangka dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Kasus pemerkosaan yang ditangani Mapolres Sampang ini merupakan kali kedua dalam sepekan terakhir ini. Sebelumnya, seorang warga berusia 22 tahun asal Desa Rabasan, Kecamatan Kedundung, juga terpaksa ditangkap tim penyidik Polres Sampang, karena memerkosa anak dibawah umum.
Pelaku berinisial MH dan telah memiliki dua anak. Sedangkan korban tetangganya sendiri yang masih berumur 15 tahun. “Kalau tersangka MH ini melakukan pemerkosaan di Surabaya dengan mengajak korban kesana, kasusnya juga sedang kami proses dan tersangka telah kami tahan,” kata Hari Siswo.
Berdasarkan cacatan data di mapolres setempat, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini, Polres Sampang telah menangani tiga kasus pemerkosaan. Pertama pada Oktober 2014 kasus pemerkosaan terjadi di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, dengan korban janda muda warga setempat, dan pelakunya tiga orang.
Kasus kedua dan ketiga terjadi pada awal Januari 2015 dalam sepekan terakhir ini dengan korban seorang gadis berusia 15 tahun dan seorang bocah berusia 7 tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ahok akan Hapus Bus APTB

Suasana naik turun penumpang bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus TransJakarta (APTB) di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2015). Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana akan menghapus trayek bus APTB dan menggabungkannya dengan bus Transjakarta. Ahok menilai kebijakan pengoperasian APTB ini salah dan sekadar menghabiskan anggaran. AKTUAL/MUNZIR

Menko Sofyan: Harga BBM Bakal Turun Pada Februari

Jakarta, Aktual.co —  Harga bahan bakar minyak (BBM) direncanakan akan turun lagi pada Februari 2015 menyusul dengan terus turunnya harga minyak dunia.

“Sekarang ini sedang kita hitung-hitung penurunannya dan akan kita sesuaikan. Saya yakin pada Februari 2015 akan turun lagi,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Sofjan Djalil kepada pers di Kantor Wapres Jakarta, Kamis (8/1).

Menurut dia, saat ini harga premium memang diturunkan seiring masih turunnya harga minyak mentah di pasar dunia, namun ketika harga minyak mentah dipasaran dunia naik lagi maka akan disesuaikan lagi.

“Hal itu disebabkan harga premium sudah mengikuti mekanisme pasar atau tanpa subsidi,” katanya.

Pemerintah, katanya, berencana akan menetapkan harga BBM jenis premium dalam dua minggu sekali sesuai dengan harga minyak dunia.

“Kalau pertamax ditetapkan dalam dua minggu sekali. Untuk sementara (harga) premium ditetapkan sebulan sekali, tetapi mungkin akan disesuaikan dalam dua minggu sekali,” katanya.

Pemerintah pada akhir 2014 menurunkan harga bahan bakar minyak jenis premium dan solar mulai 1 Januari 2015 pukul 00.00 WIB menyusul penurunan harga minyak dunia. Harga premium turun menjadi Rp7.600 per liter dari Rp8.500 per liter dan solar turun jadi Rp7.250 per liter dari Rp7.500 per liter.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Johan Budi, Kandidat Jubir Presiden Jokowi?

Jakarta, Aktual.co —Karena mau berkonsentrasi dengan tugas barunya sebagai Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi mengundurkan diri dari jabatan juru bicara KPK. Kini mantan jurnalis tersebut sedang dilirik Sekretariat Negara untuk masuk dalam daftar bakal calon juru bicara Kepresiden RI 2014-2019. “Menarik ya Pak Johan jadi jubir. Iya kira-kira begitu masuk list. Tapi sekali lagi ini belum kita ajukan kepada presiden,” kata Mensesneg Pratikno seusai menghadiri pengucapan sumpah dua hakim konstitusi di Istana Negara, Jl Veteran.

Setneg tengah mendaftar sejumlah nama, baik dari praktisi media, aktivis maupun politikus parpol untuk ditunjuk sebagai orang yang memberi berbagai komentar resmi atas nama presiden. Ada belasan nama yang sudah masuk dalam daftar tersebut. Siapa pun yang terpilih, pasti karena dianggap mampu mengikuti ritme kerja presiden dan kedekatan dengan masyarakat. Termasuk memahami seluruh program prioritas pemerintahan Jokowi-JK.

Padatnya kesibukan Presiden Jokowi menjadi alasan mengapa dibutuhkan seorang juru bicara yang bisa selalu memberi keterangan kepada pers. “Sekarang belum ada keppres yang mengangkat jubir tetapi sedang dipikirkan untuk adanya jubir,” sambungnya. Johan mengawali kariernya di KPK sebagai Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat. Dia menjadi juru bicara KPK sejak 2007 dan diangkat sebagai Kepala Biro Humas KPK pada 2009.

Permintaan Meningkat, Elpiji 3 Kg Langka di Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas bumi (Hiswana Migas) Aceh, Budi Faisal mengatakan penurunan penjualan elpiji tabung 12 Kg dan peningkatan permintaan, sebagai penyebab kelangkaan elpiji 3 kg. 
Saat ini, kelangkaan elpiji ukuran 3 kg terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota Aceh. 
“Kita telusuri kelangkaannya karena peningkatan permintaan. Misalnya, dalam aturan satu keluarga itu hanya diberikan dua tabung untuk 20 hari. Hari ini ibunya yang beli, besok ayahnya, lusa anaknya. Sehingga, satu rumah bisa enam tabung elpiji 3 kilogram,” sebut Budi Faisal, Kamis (8/1).
Elpiji yang dibeli itu lalu digunakan untuk usaha seperti warung nasi dan warung kopi di Aceh. 
“Paska kenaikan harga elpiji 12 kg, masyarakat yang dulunya menggunakan elpiji 12 kg, kini menggunakan elpiji 3 kilogram. Sehingga, permintaan semakin tinggi,” ujarnya.
Disebutkan, harga eceran tertinggi (HET) sesuai surat keputusan gubernur Aceh, untuk elpiji 3 kilogram yaitu Rp16.000. Harga itu dengan jarak 60 kilometer dari SPBE. “Jika di luar jarak itu, bisa jadi harganya bertambah,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Gunung Sampah di Pasar Kramat Jati

Penegndara sepeda motor melintas tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2015). Sampah yang menumpuk ini tak kunjung diangkat Sudin Kebersihan Jakarta secara rutin. Kondisi ini sangat mengganggu pedagang dan pembeli yang akan berbelanja di pasar tersebut. AKTUAL/MUNZIR

Berita Lain