4 April 2026
Beranda blog Halaman 40093

Semen Baturaja Targetkan Produksi 2016 Capai 3,85 Juta Ton

Jakarta, Aktual.co —   Produsen semen yang berkantor pusat di Palembang, Sumatera Selatan, PT Semen Baturaja berupaya mengejar target produksi sebesar 3,85 juta ton per tahun pada 2016 guna memenuhi kebutuhan masyarakat provinsi setempat dan daerah sekitarnya.

“Untuk mengejar target produksi tersebut pihaknya terus mengupayakan peningkatkan kapasitas produksi pabrik yang ada dan membangun beberapa pabrik baru,” kata Kepala Bagian Humas PT Semen Baturaja Sahadi di Palembang, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan produksi semen, pihaknya telah melakukan optimalisasi tiga unit pabrik yang ada di Kota Palembang, dan Baturaja, Sumsel serta Kota Panjang, Lampung.

Melalui kegiatan optimalisasi pabrik tersebut, produksi PT Semen Baturaja bisa ditingkatkan dengan total kapasitas produksi mencapai dua juta ton semen per tahun.

Jika proyek pengembangan dan pembangunan pabrik baru yang sedang dipersiapkan sekarang ini bisa berjalan sesuai rencana, target produksi semen yang ditetapkan pada 2016 sebesar 3,85 juta ton per tahun optimistis bisa diwujudkan, katanya.

Menurut dia, perusahaan semen milik negara ini memiliki kewajiban menjaga ketersediaan pasokan semen dalam negeri, khususnya di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.

Produksi semen saat ini, terkadang sering kurang, sehingga permintaan masyarakat di wilayah Sumbagsel tersbeut tidak bisa dipenuhi secara maksimal.

Melalui upaya optimalisasi pabrik dan penambahan beberapa pabrik baru, pihaknya berharap kebutuhan semen masyarakat di wilayah kerja perusahaan tersebut bisa dipenuhi secara maksimal, bahkan pasarnya dapat diperluas hingga ke luar negeri, ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Din Syamsuddin: PPP tidak Mau MUI Menjadi Mediator

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin mengatakan pihak PPP yang sedang mengalami dualisme kepemimpinan tidak mau MUI menjadi mediator untuk dilakukan islah di antara dua kubu tersebut. “Saya dengar mereka tidak mau (MUI menjadi mediator islah), maka kami tidak mau kehabisan waktu,” kata Din di Kantor MUI Pusat, di Jakarta, Kamis (8/1).

Din menjelaskan beberapa waktu lalu MUI pernah diminta beberapa pihak untuk menjadi mediator agar PPP islah. Namun menurut dia, apabila pihak yang diajak islah tidak mau, maka MUI tidak akan menindaklanjuti niat tersebut. “Terserah mereka (PPP), dulu kami dimintai beberapa pihak menjadi mediator islah. Lalu, kami bersedia. Namun, kalau yang mau islah tidak mau (MUI menjadi mediator) maka buat apa,” ujarnya.

Dia menegaskan MUI tidak menyayangkan sikap PPP yang enggan menggandeng MUI sebagai mediator islah. Menurut dia, islah atau tidak merupakan urusan internal PPP, sehingga MUI tidak akan mencampurinya lebih jauh. “Kami tidak menyayangkan (PPP tidak mau MUI menjadi mediator), kalau tidak mau damai kan urusan mereka,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin berharap konflik di internal PPP bisa cepat selesai, dan partai itu bisa segera bersatu. Dia berharap tidak ada perpecahan di internal partai berbasis massa Islam khususnya yang menimpa PPP. “Kami inginnya PPP bersatu, tidak ada perpecahan,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengatakan seluruh ormas Islam di Indonesia berharap PPP bersatu kembali sebagai partai politik berbasis massa Islam. “Ormas Islam berharap PPP selesaikan konflik internalnya, karena tidak mungkin bersatu apabila ada perpecahan,” kata Din di Gedung Nusantara IV, Jakarta, Selasa (23/12).

Pernyataan Din itu disampaikan dalam acara Halaqoh Kebangsaan, Refleksi Akhir Tahun dan Musyawarah Pra-Kongres Umat Islam Indo VI. Acara itu diadakan MUI Pusat dan Fraksi PPP di MPR yang diadakan di Gedung Nusantara IV, Jakarta. Dia yakin PPP bisa bersatu sebagai wujud menunjukkan semangat persatuan yang ada di dalam partai tersebut.

XL Targetkan Pertumbuhan Pelanggan 25 Persen

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan telekomunikasi PT XL Axiata, Tbk. menargetkan pertumbuhan pelanggan hingga 25 persen di wilayah Sulawesi dan Kalimantan pada 2015.

“Di 2014 jumlah pelanggan kami mencapai 3,5 juta dan kami berharap jumlah pelanggan akan bertumbuh sebesar 25 persen di 2015,” kata General Manager Finance and Management Service PT XL Axiata, Tbk Mozes Haryanto Baottong di Makassar, Kamis (8/1).

Untuk mendongkrak jumlah pelanggan ini Mozes mengatakan pihaknya akan memperkuat dan memperluas jaringan di region ini melalui pembangunan sejumlah infrastruktur. Tahun ini rencana investasinya mencapai 50 juta dolar AS, ujarnya.

Selain untuk membangun Base Tranceiver Station (BTS) 3G, pihaknya juga sudah mulai mempersiapkan infrastruktur untuk teknologi 4G.

“Untuk tahap awal pembangunan BTS 4G akan difokuskan pada kota besar seperti Makassar dan Banjarmasin, sesuai dengan distribusi ‘handset’ 4G,” katanya.

Sementara terkait kebijakan Kemenkominfo yang mengizinkan kenaikan harga pada layanan data provider, Mozes mengatakan kemungkinan kenaikan harga akan dilakukan pada kuartal ke dua 2015.

“Jika sudah ada persetujuan dari pemerintah, akan kami naikkan, sebelumnya kami akan memperhitungkan berbagai faktor termasuk investasi dan kondisi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Warga Pontianak Diimbau Beli Gas Elpiji di SPBU

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengimbau kepada masyarakat di kota itu agar membeli gas subsidi atau tabung tiga kilogram di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang memang menyediakan penjualan gas subsidi.
“Saya imbau masyarakat beli gas subsidi di SPBU-SPBU yang ada di Kota Pontianak saja, karena harganya pasti sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET),” kata Sutarmidji di Pontianak, Kamis (8/1).
Menurut dia, dengan membeli gas di SPBU maka harga yang dijual tidak akan naik, karena tidak mungkin SPBU menjual di atas HET.
“Saya berharap PT Pertamina juga menjaga stok gas bersubsidi agar tetap cukup sehingga tidak memicu kenaikan harga akibat kurangnya stok,” ujarnya.
Menurut Wali Kota Pontianak dengan adanya kenaikan harga gas non subsidi, maka masyarakat yang sebelumnya menggunakan gas non subsidi akan beralih ke gas subsidi, sehingga itu yang perlu diantisipasi oleh pemerintah.
Pemkot Pontianak dalam hal ini hanya mengawasi distribusi gas subsidi.
Sebelumnya, Marketing Branch Manager Pertamina Kalbar Teng, Eko Harjito menyatakan pihaknya telah memberikan sanksi berupa skorsing kepada agen yang menjual gas bersubsidi atau gas tabung tiga kilogram di atas HET yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah.
“Sudah ada tiga agen penjualan gas bersubsidi yang kami berikan sanksi skorsing, yakni berupa sanksi tidak dikirim pasokan gas selama satu bulan,” katanya.
Eko menjelaskan tiga agen gas tabung tiga kilogram tersebut yang diberikan sanksi itu, dua diantaranya berada di Kabupaten Sambas, berupa tidak dilakukan pengiriman atau pasokan gas subsidi selama satu bulan.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD DKI Minta Kapal, Uchok: Ngimpi Aja!

Jakarta, Aktual.co —Permintaan kapal yang dilayangkan DPRD DKI dengan dalih untuk mencari pulau yang hilang di Kepulauan Seribu, menuai kecaman.
Pengamat politik anggaran, Uchok Sky Khadafi, bahkan mengeluarkan komentar pedas anggap DPRD sedang bermimpi.
“Mimpi itu DPRD DKI minta kapal pesiar. (APBD) Itu duit rakyat masa dipakai buat beli kapal yang ngga jelas peruntukkannya dan hasilnya,” ujar dia, saat dihubungi Aktual.co, Kamis (8/1).
Uchok bahkan menuding permintaan itu patut dicurigai. Pertama, di proyek pengadaan kapal. Dan yang kedua, nantinya kapal itu malah dipakai buat jalan-jalan saja anggota DPRD.
“Dan ngga ada gunanya buat rakyat,” ujar dia.
Kalau memang DPRD DKI meminta pengadaan kapal untuk kepentingan masyarakat, kata dia, lebih baik mereka menggunakan saja kapal yang sudah ada.
“Gunakan dong alat transportasi yang biasa digunakan masyarakat Pulau Seribu. Jadi mereka (DPRD) bisa merasakan langsung apa yang dirasakan rakyat. Itu baru namanya merakyat. Jadi mereka juga bisa kasih masukkan kekurangan apa saja yang mereka temui selama di Pulau Seribu,” ujar dia.
Ditambahkan Uchok, tidak ada jaminan kalau kapal jadi diadakan lalu kinerja DPRD bakal meningkatkan kesejahteraan warga Pulau Seribu. 
“Ngga ada jaminan kok. Mending berenang aja itu anggota dewan buat ke pulau seribu, jadi ngga ngabisin uang rakyat,” ucap dia ketus.
Diketahui, dalam rapat pembahasan Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015, Rabu (7/1) kemarin, Ketua Fraksi Demokrat, Lucky P Sastrawiria, meminta ada alokasi anggaran pengadaan kapal bagi anggota dewan.
Alasan dia, kapal itu perlu diadakan agar anggota dewan bisa efektif dalam bekerja melakukan peninjauan ke Pulau Seribu. 
“Beberapa waktu lalu kami dari Badan Legislasi Daerah (Balegda) bahas prioritas Raperda. Salah satunya adalah kemaritiman di Kepulauan Seribu. Sehingga dibutuhkan kapal untuk melakukan tinjauan,” kata Lucky, di DPRD DKI, Rabu (7/1).
Permintaan pengadaan kapal itu, kata dia, berhubungan dengan rencana pembuatan pansus yang akan menelisik hilangnya beberapa pulau di Kepulauan Seribu.
Alasan dia, sebelum pansus dibuat ada baiknya DPRD melakukan pengecekan ke lokasi. Di situlah, ujar dia, DPRD kesulitan mendapatkan kapal untuk mencari pulau yang hilang. 
“Kepada Bappeda, apabila DPRD ingin kunjungi Kepulauan Seribu dibutuhkan sebuah kapal. Apakah tidak sebaiknya DPRD memiliki kapal tesebut untuk mengunjungi pulau-pulau. Sehinggga tidak perlu berkoordinasi dengan Dishub atau BUP,” paparnya

Artikel ini ditulis oleh:

Kementerian Ketenagaan Tandatangani Komitmen Pencegahan Korupsi

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Ketenagakerjaan menandatanganani komitmen pencegahan korupsi terintegrasi di internal kementerian. Penandatanganan ini sebagai laangkah untuk membuat internal kementeriannya bisa menciptakan tata kelola yang bersih.
Penandatangan kementerian yang dikomandoi oleh Hanif Dhakiri disaksikan juga oleh Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja. “Ini harus butuh komitmen untuk menciptakan pelayanan nyata. Kami butuh kerjasama dari KPK,” kata Hanif di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis (8/1).
Dia menilai, korupsi merupakan musuh yang harus diberantas. Terlebih penyelesaian korupsi tidak hanya cukup dengan adanya peraturan. Namun, juga perlu dari sumber daya manusia yang punya mental bersih dari korupsi.
“Tidak cukup dengan peraturan, tapi membangun mental untuk memberantas korupsi, bersih dan berwibawa. Aturan harus didukung agar tata kelola bersih bisa berjalan.”
Hanif menyebutkan, untuk memulai pencegahan korupsi di kementeriannya maka beberapa upaya bakal diterapkan. Salah satunya pembentukan tim khusus semacam satgas untuk masalah gratifikasi. Selain itu, penguatan perangkat ketentuan penguatan regulasi SDM.
“Satgas itu juga pengendalian gratifikasi. Penguatan perangkat ketentuan regulasi SDM itu. Sosialisasi gratifikasi itu terus dilakukan. Nanti ada monitoring dan evaluasi.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain