15 April 2026
Beranda blog Halaman 40216

Survei: Internet dan Email Buat Pegawai di AS Lebih Produktif

Jakarta, Aktual.co — Sebuah laporan terbaru oleh Pew Research Project Internet mengumumkan,  bahwa sebagian besar pekerja Amerika Serikat (AS) mengatakan, bahwa internet dan email membuat mereka menjadi lebih produktif.  Pew mensurvei sampel representatif dari 535 pengguna internet dewasa yang memiliki waktu penuh (full-time) atau part-time pekerjaan, demikian dilansir dari Wallstcheatsheet, Selasa (6/1)

Data relevan terbaru yang dikumpulkan dari Pew pada tahun 2013 lalu, menunjukkan bahwa 94 persen dari jobholders adalah pengguna internet. 535 orang dewasa dalam penelitian ini diambil dari sampel dari 1.066 pengguna internet.
29 persen responded melaporkan,  pekerja itu yakni pekerja profesional seperti pengacara, dokter, guru, perawat, atau akuntan.

Sementara itu, 14 persen berada dalam peran manajerial atau eksekutif. Sedangkan, 13 persen berada di pekerjaan dalam pelayanan, dan 14 persen berada di posisi administrasi. Serta, tujuh persen berada di pekerjaan yang terampil, lima persen dalam pekerjaan semi-terampil, dan 15 persen dikategorikan pekerjaan mereka yang lainnya.

Diantara hal tersebut, yang telah disurvei membuktikan, bahwa email bersama internet merupakan daftar alat yang sangat dibutuhkan dalam bekerja. 61 peren pekerja mengatakan, bahwa email “sangat penting” untuk pekerjaan mereka.

Sedangkan, 54 persen mengatakan hal yang sama tentang “Internet”. Hanya 35 persen mengatakan, bahwa telepon kabel juga penting untuk pekerjaan mereka. Bagi ponsel dan smartphone yang diikuti, tidak terlalu jauh di belakang sekitar 24 persen. Situs jejaring sosial pun hanya mendapat respon sebanyak empat persen.

AS menilai bahwa email yaitu, alat yang bernilai tinggi bagi pekerja Amerika. Email beserta internet adalah hal penting untuk pekerja kerah putih (white collar) yang berbasis kantoran. Misalnya, Eksekutif,  Manajer, pemilik bisnis, dan profesional lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Kunjung Islah, Golkar Kehilangan Peluang

Jakarta, Aktual.co — Kalimat keretakan islah di Partai Golkar semakin tak terbendung. Karenanya, Partai Golkar disarankan segera menyudahi dualisme kepengurusannya dengan mencapai perdamaian atau islah dalam waktu dekat ini. Terlebih, Kementerian Hukum dan HAM telah mengembalikan permohonan pengesahan pengurus untuk diselesaikan terlebih dulu oleh internal Golkar.

“Ini artinya Golkar yang harus memutuskan, apakah mau islah atau ke pengadilan. Saya sih berharap islah lah yang terjadi,” kata pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Idil Akbar, Selasa (5/1). Dia menjelaskan, mekanisme islah dapat ditempuh kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie dalam bentuk menggelar musyawarah nasional kembali secara bersama. Atau melalui kesepakatan pimpinan masing-masing kubu.

 “Tetapi, jika itu tidak terjadi maka jalan lain hanya melalui pengadilan,” ujar Idil. Diingatkan Idil, Golkar dapat kehilangan momentum berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah yang digelar tahun ini secara serentak.

Pasalnya, Golkar harus menempuh jalan panjang untuk menyelesaikan kisruh internal bila memilih jalur pengadilan. Apalagi, proses politik dalam mempersiapkan keikutsertaan Pilkada akan dimulai tahapannya pada Februari mendatang. “Saya kira Golkar tidak ingin kehilangan peluang tersebut karena terlalu terlena dengan kisruh di dalamnya,” demikian Idil.

Hari Ke-10 Pencarian, Basarnas Fokus Cari Bodi Pesawat

Jakarta, Aktual.co — Tim Basarnas akan fokus mencari bodi pesawat pada pencarian korban dan pesawat AirAsia QZ8501, di hari kesepuluh, Selasa (6/1).
Fokus pencarian terhadap bodi pesawat dikarenakan kemungkinan penemuan jumlah korban penumpang lebih besar.
“Yang tersulit kita lakukan dulu, baru tahapan berikutnya,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo.
Hingga pencarian hari ke-9 pada Senin (5/1), sebanyak 37 jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk diidentifikasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Saham Garuda, KPK Periksa CEO Agung Sedayu

Jakarta, Aktual.co —  Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Chief Executive Officer PT Agung Sedayu Propertindo Go Hengky Setiawan dan Direktur Utama PT Satwika Permai Indah Budianto Halim dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait pelaksanaan proyek PT Duta Graha Indah.
Selain itu juga untuk tindak pidana pencucian uang (TPPU) Pembelian Saham PT Garuda Indonesia dengan tersangka Muhammad Nazaruddin.
“Keduanya diperiksa untuk tersangka MNZ (Muhammad Nazaruddin),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, di Jakarta, Selasa (6/1).
Hengky tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.10 WIB namun ia tidak berkomentar apa pun mengenai pemeriksaannya dan langsung masuk ke ruang tunggu saksi di gedung KPK.
PT Satwika Permai Indah dan PT Agung Sedayu Properindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang properti baik perumahan maupun bisnis.
Selain Hengky dan Budianto, KPK juga memeriksa Team Leader Business Banking Center Bank Mandiri Ahmad Arif Purwoko, pihak swasta Hj. Enny Nurillah Niti Kusumo, Dr. Zakirman Karim dan Ibnu Hanny serta notaris Muhammad Kholid Artha.
Nazaruddin adalah terpidana tujuh tahun perkara suap Wisma Atlet SEA Games XXVI Palembang, KPK juga masih menyelidiki sejumlah kasus korupsi lain yang melibatkan perusahaan Nazaruddin seperti kasus pembangunan pabrik vaksin flu burung di Bandung dan pembangunan laboratorium di beberapa universitas.
Nazaruddin diduga melakukan pencucian uang karena membeli saham PT Garuda Indonesia dengan menggunakan uang hasil tindak pidana korupsi terkait pemenangan PT DGI sebagai pelaksana proyek wisma atlet SEA Games 2011.
Pasal yang disangkakan terhadap Nazaruddin adalah pasal 12 huruf a atau huruf b, subsider pasal 5 ayat 2, subsider pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 tentang penyelenggara negara yang menerima suap atau gratifikasi dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4-20 tahun dan pidana denda Rp200-Rp1 miliar.
Sedangkan pasal tindak pidana pencucian uang yaitu pasal 3 atau pasal 4 juncto Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian uang dengan ancaman pidana terhadap orang yang melanggar pasal tersebut adalah penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.
Kasus tersebut terungkap saat mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis saat bersaksi dan mengungkapkan bahwa perusahaan milik Nazaruddin Permai Grup membeli saham PT Garuda Indonesia senilai total Rp300,85 miliar pada 2010.
Pembelian saham perdana PT Garuda Indonesia itu dilakukan oleh lima perusahaan yang merupakan anak perusahaan Permai Grup.
Rincian saham itu terdiri Rp300 miliar untuk 400 juta lembar saham dan fee Rp850 juta untuk Mandiri Sekuritas. Pembayaran dilakukan dalam 4 tahap, yakni tunai, melalui RTGS (real time gross settlement) dan transfer sebanyak 2 kali.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Hutan Kota di Kota Bogor Seluas 1,2 Hektar Hampir Rampung

Jakarta, Aktual.co —Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor, Jawa Barat, bakal mencapai 22 persen. Menyusul bakal segera selesainya pembangunan hutan kota seluas 1,2 hektar di di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal.
Pembangunan hutan kota yang sudah dimulai sejak September 2014 tersebut, menggunakan dana bantuan Pemprov Jawa Barat sebesar Rp 1,5 miliar.
“Insya Allah, tahun ini hutan kota kita selesai pembangunannya,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Irwan Riyanto, di Bogor, Selasa (6/1).
Ditanami ratusan pohon, kata Irwan, hutan kota juga dilengkapi fasilitas seperti jalan setapak, tempat duduk. Serta fasilitas bermain untuk anak-anak seperti perosotan.
“Sehingga masyarakat bisa menikmati suasana sejuk di bawah pepohonan yang rindang, juga dapat dimanfaatkan sebagai taman bersantai dan bermain anak-anak,” katanya.
Dipilihnya kawasan Jalan Ahmad Yani sebagai hutan kota, karena di daerah tersebut sudah ditanami banyak pohon yang hingga kini masih terawat.
Selain itu, lokasi tersebut sangat cocok dijadikan sebagai koridor burung, yang migrasinya di Kota Bogor sudah mulai hilang.
“Dengan adanya hutan kota, daerah Bogor bisa menjadi rumah bagi burung,” katanya.
Untuk menjadikan hutan kota sebagai koridor burung, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor berkoordinasi dengan Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, yang merekomendasikan jenis pohon apa saja yang dapat dijadikan rumah bagi para burung.
Staf humas, Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, Tri Susanti menyebutkan, sekitar tahun 1930, jumlah buruh yang ada di wilayah Kota Bogor sekitar 150 jenis.
Menurutnya, Kebun Raya Bogor menjadi rumah yang nyaman bagi berbagai jenis burung, khususnya burung-burung dataran rendah di Pulau Jawa dan sebagian burung pegunungan.
Namun, lanjutnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan para peneliti dari IPB pada tahun 2010, jumlah burung yang ada di Kebun Raya Bogor hanya tinggal 46 jenis.
Ia mengatakan, hal ini karena koridor burung di sepanjang daerah aliran sungai di wilayah Kota Bogor sudah terfragmentasi dan nyaris putus, wilayah tersebut rusak, karena dipenuhi pemukiman penduduk.
“Sehingga tidak ada pohon yang menjadi tempat persinggahan bagi berbagai jenis burung,” katanya.
Dikatakannya, dahulu berbagai jenis burung di Kebun Raya Bogor masih banyak, dan mudah ditemui karena koridor burung di wilayah Kota Bogor masih bagus. Bahkan, burung-burung pegunungan khususnya dari Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango datang membuat sarang di sana.
Tetapi, lanjutnya, karena koridor burung (berupa pohon) yang tumbuh di sepanjang DAS Ciliwung, dan kebun-kebun milik masyarakat dipenuhin pohon sudah terfragmentasi dan nyaris putus karena padatnya pemukiman penduduk.
“Saat ini tidak ada pohon yang berfungsi sebagai tempat persinggahan sementara bagi berbagai jenis burung di sepanjang DAS Ciliwung,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan koridor burung sangat penting, karena menjadi tempat hinggap sementara bagi burung-burung yang akan masuk ke dalam Kota Bogor, khususnya ke Kebun Raya Bogor.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenkeu Resmikan Quickwins Transformasi Kelembagaan

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meluncurkan program percepatan (quickwins) transformasi kelembagaan. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas serta kinerja organisasi dan budaya akuntabilitas yang berbasis hasil.

Program transformasi kelembagaan tersebut merupakan kelanjutan dari program reformasi birokrasi Kemenkeu. Hal tersebut tercermin dalam lima tema transformasi, diantaranya memperkuat budidaya akuntabilitas berorientasi outcome dan merevisi model operasional.

“Diharapkan jadi momentum untuk membangkitkan semangat dan membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu, Robert Pakpahan di Jakarta, Selasa (6/1).

Selain itu, dengan transformasi kelembagaan tersebut akan berdampak pada kemudahan pelaksanaan bisnis dengan 40 persen pengurangan dwelling time. Selanjutnya, dapat meningkatkan customer service untuk para wajib pajak melakui 2-3 kali peningkatan call center pajak, dan pilot mobile tax office.

“Transformasi kelembagaan ini diharapkan didukung juga oleh sumber daya manusianya (SDM), karena semua ini tergantung SDM yang handal profesional, berintegritas, dan berkompetensi dengan baik,” pungkas Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo.

Untuk diketahui, quickwins merupakan program unggulan dalam rangka transformasi kelembagaan yang dilakukan oleh Kemenkeu.

Beberapa dari inisiatif quickwins tersebut telah dilaksanakan, yaitu peningkatan kapasitas Kring Pajak, kantor modern Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN-G 2), arsitektur dan informasi kinerja, sistem informasi manajemen pengadaan langsung (SIMPel), dan E-auction.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain