19 April 2026
Beranda blog Halaman 41720

Hina Polisi Dan Ngaku Anak Dede Yusuf, Dua Pria Ditangkap

Bandung, Aktual.co — Papin Augusto (32) dan Ari Rahman (25) ditangkap oleh anggota Sat Reskrim Polrestabes Bandung karena melakukan penghinaan saat operasi gabungan tempat hiburan malam.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Mokhamad Ngajib mengatakan kejadian ini terjadi pada Minggu (30/11) dini hari, saat melakukan razia di salah satu tempat hiburan malam, Sobber bar. 
Keduanya sempat tidak terima saat akan diperiksa polisi.
“Saat itu salah seorang istri tersangka ribut dan dilerai oleh perwira namun sama kedua tersangka malah dihina dengan kata-kata kasar dan mengancam akan menurunkan pangkat polisi,” katanya kepada Aktual.co, Senin (1/12).
Dia menambahkan, keduanya mengancam akan menurunkan pangkat karena mengaku sebagai anak mantan Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf.
“Namun saat dikonfirmasi kepada yang bersangkutan tidak kenal. Motifnya hanya menakut-nakuti dan terpengaruh minuman keras,” bebernya.
Keduanya saat ini ditahan dan masih dilakukan pemeriksaan terkait kasus ini. Keduanya akan disangkakan pasal 207 KUHPidana tentang penghinaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Penderita AIDS di magelang Bertambah

Jakarta, Aktual.co — Jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di Kota Magelang, Jawa Tengah, terus meningkat dan pada 2014 bertambah 18 orang sehingga menjadi 63 kasus.
“Setiap tahun ada peningkatan kasus. Tahun lalu ada tambahan 15 orang dan tahun ini ada 18 orang. Kami terus mendorong agar semua orang sadar artinya memeriksakan diri dan juga pencegahan,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Magelang, Soerasmono di Magelang, Senin (1/12).
Jumlah penderita HIV/AIDS mengalami peningkatan dalam kurun waktu 10 tahun. Pada pendataan akhir November 2014 jumlah penderita tercatat 63 orang, terdiri atas 48 pengidap HIV dan 15 orang pengidap AIDS.
Melihat data tersebut, kasus ini menjadi fenomena gunung es, di mana jika dilihat dari segi angka hanya sedikit, namun peningkatan terus ada karena sebenarnya yang menderita cukup banyak.
“Banyak orang takut dan malu memeriksakan diri di Voluntary Counseling Test (VCT) Center. Padahal, ini sangat penting untuk pendataan dan juga pencegahan, maka kami mendorong agar para warga lebih berani memeriksakan diri,” kata dia.
Pihaknya melakukan jemput bola dengan adanya VCT mobile dan juga VCT center di sejumlah rumah sakit di Kota Magelang. Ke depan, puskesmas juga diproyeksikan memiliki VCT agar bisa melayani dan menjangkau masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Tangkap Delapan Pelajar SMAN 74

Jakarta, Aktual.co —  Aparat Polsek Pesanggrahan menangkap delapan pelajar SMAN 74 yang diduga mengeroyok seorang siswa SMUN I Cigombong Sukabumi Dede JS (18).
“Korban mengalami luka sobek diduga akibat senjata tajam,” kata Kepala Seksi Humas Polsek Pesanggrahan Aipda Aris Setiawan, di Jakarta, Senin (1/12).
Aris menyebutkan delapan pelajar SMAN 74 yang terlibat pengeroyokan yakni Pangwok (17), Arik (15), Kemal (15), RA (15), Galih (15), Tebo (15), Dio (17) dan NW (16).
Peristiwa pengeroyokan terhadap pemuda warga Ciputat Tangerang Selatan itu terjadi di Jalan Komplek Akrido Deplu Raya RT 04/03 Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan.
Aris menjelaskan awalnya korban pulang dari rumah temannya di Jalan Deplu Raya itu mendadak dikejar para pelajar.
Kemudian korban yang panik berlari menuju lokasi kejadian bertemu para pelajar SMAN 74.
Para pelajar SMAN 74 tersebut menyeroyok Dede namun dua tiga anggota Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya Bripda Findy, Bripda Oldie dan Bripda Arif melintasi lokasi kejadian.
“Saat itu petugas membubarkan aksi pengeroyokan dan mengamankan seorang pelaku,” ujar Aris.
Petugas kepolisian mengejar para pelaku lainnya berdasarkan keterangan seorang pelajar yang ditangkap tersebut.
Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka sobek pada bagian leher dan punggung akibat sabetan senjata tajam.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sebilah golok, dua bilah celurit, dua buah bambu, korek gas dan pakaian korban penuh bercak darah.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Fraksi Demokrat Akan Gunakan Hak Interpelasi ke Jokowi, Jika…

Jakarta, Aktual.co — Sekertaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan menggunakan hak interpelasi bila Presiden Joko Widodo tidak dapat menjelaskan sejumlah pertanyaan yang diajukan partai berlambang bintang mercy itu nanti.

Penggunaan hak bertanya oleh fraksinya, menyusul adanya sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada pemerintah, dari soal perubahan nomenklatur hingga soal penaikan harga BBM bersubsidi.

“Kalau pemerintah (presiden Jokowi) tidak  jawab dan menjelaskan, kita akan menggunakan hak kedewanan lainnya, yakni interpelasi,” kata dia kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (1/12).

Anggota Komisi III DPR RI itu menjelaskan, jika hak bertanya yang terkait dengan perubahan nomenklatur kementerian itu, baik soal bagaimaana teknis konsolidasi organisasi, maupun manajemen.

“Soal BBM, kita pertanyakan kongkret jelas standingnya ini adalah beban, terkait dengan masyarkat (miskin) di daerah, dimana tahun ini adanya dua penaikan, gas dan tarif dasar listrik (TDL),” kata dia.

“Sedangkan penghasilan mereka (masyarakat miskin) tidak bertambah namun daya beli meningkat sehingga mengakibatkan inflasi.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Polisi Harus Tindak Tegas Pelaku Tawuran

Jakarta, Aktual.co —Camat Menteng, Jakarta Pusat, Bondan Dyah Ekowati mengatakan bahwa seharusnya aparat kepolisian dapat bertindak tegas terhadap pelaku tawuran yang beberapa hari terjadi yang melibatkan warga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat dengan warga Gang Tuyul, Manggarai, Jakarta Selatan.
“Harusnya polisi bertindak tegas. Karena ini kewenangan aparat kepolisian. Kalau saya diberi kewenangan untuk menangkap pelaku, sudah saya lakukan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (1/12).
Menurutnya kalau tindakan tegas tersebut dilakukan dapat membuat para pelaku tawuran jera. Karena dengan begitu, kata Dyah bahwa para pelaku tawuran menjalankan hukuman apa yang dijatuhi oleh penegak hukum. 
“Kami minta polisi konsisten terhadap kesepakatan dengan menangkap pelaku tawuran,” katanya. 
Sementara itu Kapolsek Menteng, AKBP Gunawan menambahkan bahwa pihaknya belum bisa melakukan penangkapan atau pemeriksaan terhadap para pelaku aksi tawuran. Karena pihaknya hingga kini masih mendalami pemicu terjadinya tawuran. 
“Saat ini kami masih melakukan tindakan persuasif untuk mencari tahu duduk persoalannya. Sore ini kami akan lakukan pertemuan dengan warga untuk mencegah tawuran kembali terjadi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Banjir Longsor Ancam Rumah 24 KK di Lumajang

Lumajang, Aktual.Co – Hujan deras yang terjadi sejak 3 hari terakhir di kawasan lereng Semeru, gunung tertinggi di pulau Jawa, mengancam rumah warga desa Sumberwuluh Kec. Candipuro Lumajang, Jawa Timur. 
Sekitar 24 KK yang rumahnya tinggal di atas Kali Leprak tidak pernah nyenyak tidur lantaran  hujan yang pasti datang setiap tahunnya menjadi ancaman.
Senemo (45), Warga Dusun Kajangkosong, Desa Sumberwuluh yang mengaku tinggal sejengkal saja dari bibir sungai, terkikis habis akibat  banjir yang terjadi disungai tersebut. 
“Setiap musim hujan datang, keluarga kami tidak pernah tenang,” kata dia.
Dia menambahkan, bukan hanya dia dan keluarganya saja yang terancam. Sebab, di daerah tersebut ada 24 kepala keluarga (KK). Mereka terancam karena tebing tersebut setiap waktu bisa tergerus saat lahar hujan datang.
Parahanya lagi, tidak ada akses jembatan di kawasan tersebut. Sehingga, ketika banjir warga tidak bisa balik ke rumah dan terpaksa harus menginap di rumah sanak saudara diseberang sungai. “Memang tidak ada jembatan. Harus melintasi sungai,” ungkapnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang pernah melakukan pengalihan arus sungai. Menggunakan alat berat, aliran sungai tersebut direkayasa agar tidak langsung menghantam tebing.
Namun, banjir yang datang beberapa waktu lalu membuat aliran sungai yang baru tersebut tidak berfungsi lagi. Air yang deras dengan volume yang besar, meluluhlantahkan rekayasa aliran sungai yang dibuat BPBD.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain