5 April 2026
Beranda blog Halaman 41957

Assesmen Dirut Pertamina DDI Buruk, IRESS: Jelas Itu Rekayasa

Jakarta, Aktual.co — Hasil assesment terhadap kandidat Direktur Utama Pertamina yang dilakukan oleh PT Daya Dimensi Indonesia (DDI) dikabarkan berbeda jauh dibandingkan dengan hasil assesment untuk jajaran direksi Pertamina pada 2009 dan 2011.

“Kalau sudah kaya begitu kan untuk apa kita percaya. Jelas itu rekayasa. Jelas ada intervensi keluarga Soemarno untuk memaksakan menggunakan PT DDI, padahal lembaga assesment yang lebih baik masih banyak,” kata Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara saat dihubungi Aktual, Kamis (20/11).

Marwan juga menyayangkan proses seleksi bos Pertamina itu tidak melalui lembaga lain yang jauh lebih baik dan terbebas dari berbagai spekulatif negatif seperti yang berkembang saat ini. pasalnya, perusahaan tersebut dinilai memiliki kaitan dengan Ongky Soemarno, kakak kandung dari Menteri BUMN Rini Soemarno. Sehingga independensi dan integritas PT DDI diragukan hasilnya.

“Kenapa harus menunjuk DDI, padahal kan bisa melalui Pusat Psikologi Angkatan Darat (PSiAD) atau justru lebih baik lagi jika juga melalui uji integritas KPK dan PPATK,” ujarnya.

Marwan juga menyesalkan sikap Presiden Joko Widodo yang cenderung membiarkan permasalahan tersebut bergulir. Seharusnya, sebagai Pemimpin tertinggi di Negera ini, Jokowi tidak boleh membiarkan proses seleksi Direksi BUMN sekaliber Pertamina dicampuri kepentingan suatu kelompok.

“Kalau seperti itu akhirnya itu kita bisa membaca skema KKN-nya. Dan Presiden Jokowi akan sama nusuknya jika membiarkan ini semua,” tegasnya.

Sementara itu, hal yang senada juga diungkapkan oleh mantan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian era Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli. Ia menilai penujukkan PT DDI sebagai konsultan assesment Dirut dan Direksi Pertamina oleh Menteri BUMN Rini Soemarno rawan praktek KKN dan diragukan kapabilitasnya. Pasalnya, informasi yang diterima, Rini Soemarno melibatkan pihak eksternal PT DDI yang ternyata masih berkaitan dengan keluarga Soemarno.

“Saya mohon maaf pada Menteri BUMN, Rini Soemarno agar mawas diri, menghentikan praktek-praktek KKN. Dia telah melibatkan kedua abangnya dalam pemilihan direksi Pertamina melalui penunjukan PT DDI,” ungkap Rizal.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemkot Semarang Resmi Naikkan Tarif Angkot Sebesar 10 Persen

Semarang, Aktual.co — Pemerintah Kota Semarang mulai hari ini resmi menaikkan tarif angkutan umum sebesar 10-18 persen untuk angkutan jenis taksi, angkutan kota (angkot) dan bus kota.
“Naiknya tarif angkutan umum sebesar 10-18 persen merupakan kesepakatan dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Semarang,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Lawang Sewu Semarang, Kamis (20/11).

Kenaikan tarif angkutan umum sebagai solusi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM otomatis berdampak pada operasional angkutan darat.

“Jadi mulai hari ini tarif taksi, angkot dan bus kota di sini naik 10-18 persen, biar kenaikan harga BBM tidak terlalu memberatkan pengusaha,” ujar Hendi.
Hendi berharap, dengan kenaikan tarif angkot kurang dari 20 persen bisa meringankan beban pengusaha di tengah harga BBM bersubsidi yang melejit hampir 30 persen. “Saya memastikan, Organda Semarang tidak akan ikut mogok massal dan tetap melayani warga seperti biasa.”

Artikel ini ditulis oleh:

Polri Ringkus 65 WNA Terlibat Kasus Penipuan

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri berhasil meringkus 65 orang tersangka pelaku penipuan dan pemerasan yang mengaku-ngaku sebagai pejabat atau pihak tertentu.
Para penipu itu merupakan Warga Negara Asing yang terdiri atas Warga Tiongkok 28 orang yang terdiri dari 23 laki-laki dan lima perempuan dan 37 orang Warga Taiwan yang terdiri dari 28 laki-laki dan sembilan perempuan.
Dia mengatakan, para pelaku tersebut ditangkap di tiga tempat berbeda yakni 22 orang ditangkap di Jalan Gedung Hijau 2 Nomor 8 Jakarta Selatan, 37 orang ditangkap di Jalan Penyelesaian Tomang Kavling DKI Blok 15/18 Jakbar, dan di Jalan Sriwijaya Nomor 5 Tanjung Pinang, Kepri sebanyak 6 tersangka.
Dia menyebut, penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari hasil penyelidikan di empat kota yakni Jabodetabek, Medan, Kepri dan Balikpapan. “Penangkapan dilakukan pada 18 November secara serentak,” kata Kepala Subdit IT Cybercrime Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Rachmad Wibowo di Jakarta, Kamis (20/11).
Rachmad menuturkan modus operandi yang digunakan para pelaku yakni dengan mengaku sebagai pejabat kepolisian, jaksa, pegawai pajak atau pun pegawai bank untuk menipu para korban melalui telepon. Selanjutnya korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening bank di Tiongkok atau Taiwan sesuai kemauan pelaku.
Menurut dia, seluruh korban berada di Tiongkok dan Taiwan. “Korban-korbannya di luar negeri semua,” katanya.
Sementara jumlah kerugian yang ditanggung oleh para korban, pihaknya tidak mengetahui karena semua korban berada di luar negeri.
Lebih lanjut, dia mengatakan dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan satu unit rumah mewah yang disewa dengan kisaran Rp35 juta – Rp50 juta per bulannya. Interior rumah tersebut disulap oleh pelaku seperti kantor.
“Ruangan disekat-sekat menggunakan kedap suara. Jadi ruangan di rumah itu dibuat seperti kantor polisi, ada suara printer, mesin ketik, dan suara teriakan orang agar lebih meyakinkan penipuan mereka,” katanya.
Para pelaku menguasai IT dan menyewa internet berkecepatan tinggi diatas 10 mbps per bulan untuk melancarkan aksinya. Para pelaku tersebut hanya fokus untuk bekerja di dalam rumah dan tidak pernah keluar rumah. Sementara logistik makanan diantar oleh supir yang merupakan WNI.
Menurut dia, selain di Indonesia, jaringan tersebut juga beroperasi di Filipina, Kamboja dan Vietnam. Rachmad mengatakan seluruh tersangka dilimpahkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi untuk dideportasi ke Tiongkok dan Taiwan.
“Mereka dideportasi untuk diadili di negaranya masing-masing. Akan lebih cepat, murah, kalau diadili di negara mereka. Karena kalau diadili di sini, untuk melacak korbannya membutuhkan biaya tak sedikit,” katanya. [ant]

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengamat: Cuma di Indonesia Politisi Bisa Jadi Jaksa Agung

Jakarta, Aktual.co — Pakar hukum pidana Andi Hamzah mengaku kaget presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk politisi partai NasDem HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung republik Indonesia.
Dia mengaku terkejut presiden Jokowi memilih mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejagung. Andi beranggapan bahwa Jampidsus Widyo Pramono lah yang akan menjadi jaksa agung pengganti Basrief Arief.
“Kaget juga, saya kira Widyo,” ujar Andi saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (20/11).
Menurut Andi, seharusnya bekas Walikota Solo itu memilih Jaksa Agung yang bukan berlatar belakang sebagai politisi, melainkan sosok yang netral sehingga terbebas dari intervensi dan kepentingan manapun.
“Di Negara lain tidak bisa khususnya di negara-negara eropa. Tapi di Indonesia itu kok bisa ya, saya tdak mengerti. Sebab sebagai Jaksa Agung itu harus netral dan tidak boleh memihak,” cetusnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik politisi Partai Nasional Demokrat HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung pemerintahan Kabinet Kerja menggantikan Basrief Arief di Istana Negara, Kamis (20/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sampah Menumpuk di Kolong Jembatan Kalibata

Jakarta, Aktual.co —Meluapnya air Sungai Ciliwung akibat hujan deras di hulu sungai di Bogor Jawa Barat tak hanya berakibat pada terendamnya ribuan rumah di sepanjang bantaran. Tapi juga ikut membawa sampah yang ikut hanyut terbawa arus.
Seperti yang terjadi di kolong jembatan di Kalibata, Rawa Jati, Jakarta Selatan. 
Dari pengamatan Aktual.co, tampak berbagai macam sampah dari mulai potongan kayu, bambu, kasur, hingga sampah platik buangan warga menumpuk lantaran ‘nyangkut’ di kolong jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pancoran dengan Kecamatan Kramat Jati itu.
“Ini sampah bawaan banjir semalam yang dari daerah-daerah hulu. Dan menyangkut dijembatan ini,” ujar Isnawa Adji, Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta di Jakarta, Kamis (20/11).
Untuk mengangkut sampah dan membebaskan aliran sungai, pihaknya mendatangkan excavator dan juga truk-truk yang akan digunakan mengangkat sampah. Personel pun akan ditambah untuk mempercepat proses pengangkatan. 
“Sudah disiapkan excavator dan truk-truk pengangkut. Tapi karena saat ini arus lalulintas masih padat, kemungkinan kita lakukan pengangkutan pada malam nanti.”
Diakuinya, proses pengangkatan sampah sedikit terkendala. Karena tempat  jaringan utilitas berada di atas jembatan.
“Karena ada itu, kemungkinan excavator akan sulit manuver. Kita dari pinggir-pinggir nantinya, biar mengurangi setidaknya.”
Adji menambahkan, pada kejadian bencana banjir tahun 2013 lalu sampah-sampah juga menumpuk dijembatan ini. “Tahun lalu saja sampahnya sampah 200 truk. Karena air selalu membawa sampah.”

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri ESDM Kunjungi Mantan Pejabat PT Chevron Pacific di Sukamiskin, Ada Apa?

Bandung, Aktual.co — Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said menjenguk mantan pejabat PT Chevron Pacific, Bachtiar Abdul Fatah, di Lapas Sukamiskin, Bandung, Kamis (20/11).
Sudirman mengaku prihatin dan menilai Bachtiar hanya sebagai korban kriminalitas hukum, karena Bachtiar dianggap tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi senilai RP100 miliar.
“Menurut saya ini sesuatu yang memprihatinkan karena kalau kasus ini dibiarkan perhatian penuh aparat penegak hukum, maka proses produksi bisa terganggu karena akan menimbulkan trauma bagi para manajer profesional yang bekerja dengan baik,” kata Sudirman Said.
Dia menambahkan, pemerintah pusat akan mencoba menelisik kasus ini dan mencoba mencari jalan keluarnya, salah satunya dengan menunjuk Menko Perekonomian untuk berdialog dengan penegak hukum.
“Nanti kita lihat komunikasi konklusi itu mengacu pada siapa, dan tentu harus dijadikan preseden agar tidak terulang lagi. Kita usahakan,” ujarnya.
Diketahui, Bachtiar Abdul Fatah menjadi tersangka kasus korupsi proyek bioremediasi PT Chevron yang merugikan negara Rp100 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain