5 April 2026
Beranda blog Halaman 41958

Anak Usaha Ciputra Dapat Kredit Sindikasi Tiga Bank

Jakarta, Aktual.co — Bank Mandiri bersama Bank Syariah Mandiri dan Bank Jateng menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp550 miliar kepada anak usaha Ciputra Group, PT Ciputra Adigraha.

Senior EVP Consumer Finance Bank Mandiri Tardi mengatakan ada sindikasi tersebut, Mandiri Group mengambil porsi kredit sebesar Rp475 miliar dan Bank Jateng Rp75 miliar yang berrjangka waktu 8,5 tahun dan akan digunakan untuk membangun Gedung perkantoran 47 lantai seluas 70 ribu meter persegi di Kawasan Kuningan Jakarta.

Menurut Tardi, kebutuhan ruang kantor berkualitas premium di lokasi-lokasi strategis di Jakarta masih sangat tinggi sehingga membuka peluang bagi pengembang properti untuk memperkuat bisnis.

“Kami berharap, kredit sindikasi yang kami berikan kepada Ciputra Adigraha ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan ruang kantor tersebut sehingga pada akhirnya, hal ini dapat membantu mendorong perekonomian nasional,” ujar Tardi di Jakarta, Kamis (20/11).

Tardi menuturkan, keterlibatan Bank Mandiri dalam sindikasi pembiayaan ini juga sebagai bentuk dukungan perseroan kepada Ciputra Group dalam mengembangkan bisnis dan memperluas pangsa pasar.

“Ke depan kami berharap dapat memperkuat kerjasama ini dalam bentuk layanan perbankan lainnya, termasuk kepada jaringan bisnis Ciputra Group lainnya,” kata Tardi.

Hingga September 2014, pembiayaan Bank Mandiri ke sektor properti dan konstruksi telah mencapai Rp16,34 triliun, meningkat 38,23 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus untuk sektor properti, kucuran kredit Bank Mandiri telah mencapai Rp8,23 triliun, naik 31,13 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Ciputra Adigraha Candra Ciputra mengatakan bahwa Kredit ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan gedung perkantoran Office Tower 2 yang terletak di kawasan superblock Ciputra World 1 Jakarta. Total investasi pembangunan gedung kantor ini sebesar Rp1,6 triliun dengan target penyelesaian tahun 2018.

“Permintaan ruang perkantoran, baik dari perusahaan asing dan domestik, di Jakarta akan tetap meningkat. Inilah salah satu alasan kami mengembangkan proyek ini,” ujar Candra.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Diduga Mesum, Tiga Pasangan Pelajar Dicokok Satpol PP

Jakarta, Aktual.co — Tiga pasangan yang masih duduk dibangku sekolah dan perkuliahan terpaksa digelandang oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, karena  diduga berbuat mesum.
“Ketiga pasangan pelajar dan mahasiswa itu kami amankan ke kantor untuk dimintai keterangan,” kata Kepala Pol PP Kabupaten Lombok Barat I Nengah Sugiartha di Lombok Barat, NTB, Kamis (20/11).
Tiga pasangan yang diduga mesum tersebut, yakni oknum mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Mataram, dengan salah seorang siswa yang baru tamat sekolah. Keduanya warga Kabupaten Lombok Tengah.
Pasangan lainnya adalah pelajar salah satu SMA negeri di Kota Mataram berinisial L dan YL. Keduanya warga Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.
Selain itu, siswi kelas tiga di salah satu SMP dengan siswa dari salah satu SMA di Kabupaten Lombok Barat.
“Ketika penggerebekan, petugas ada yang menemukan salah satu siswi baru selesai mandi,” kata Ical sapaan akrab Kasat Pol PP Kabupaten Lombok Barat.
Seluruh pasangan yang diduga berbuat asusila itu dibuatkan berita acara pemeriksaan dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukan lagi perbuatan terlarang.
Pihak sekolah dan keluarga dari masing-masing pasangan yang diamankan juga diminta untuk datang ke Kantor Pol PP Kabupaten Lombok Barat untuk menjemput murid atau anak-anak mereka.
“Sesuai kesepakatan dengan seluruh Kasat Pol PP di NTB, bahwa setelah dilakukan pengambilan berita acara pemeriksaan, warga yang diamankan tidak dilepas langsung, tapi harus diketahui oleh sekolah atau pihak keluarganya,” ucap Ical.
Dia menuturkan, operasi secara mendadak yang digelar sekitar pukul 09.00 WITA, itu dilakukan karena ada laporan dari kepala desa dan aparat TNI Angkatan Darat yang mendapat informasi dari masyarakat terkait keberadaan para pelajar itu di dalam kamar hotel melati.
Selain mengamankan pasangan diduga berbuat asusila, aparat juga mengamankan dua pelajar yang diduga bolos sekolah karena berada di sekitar lokasi taman wisata Suranadi, Kecamatan Lingsar, pada jam belajar. [ant]

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Secara ‘De Jure’ Jaksa Agung Masih Berstatus Anggota DPR

Jakarta, Aktual.co — HM Prasetyo baru saja mundur sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019. Dirinya mundur dengan alasan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Jaksa Agung.

Bahkan, siang tadi, Kamis (20/11) atau tepatnya pukul 15.00 WIB, yang bersangkutan dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Jaksa Agung.

Namun, menurut Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sampai saat ini Prasetyo masih merangkap jabatan sebagai anggota DPR dari Partai NasDem.

“Kalau anggota DPR mundur secara de facto memang mundur. Tapi secara de jure masih anggota DPR. Jadi pengunduran dirinya menunggu Keppres,” kata dia.

Politikus Partai Demokrat itu menjelaskan, proses surat pengunduran diri Prasetyo akan “diolah” pimpinan DPR untuk diteruskan ke KPU.

Selanjutnya, kata dia, KPU akan memberikan konfirmasi kembali ke pimpinan DPR perihal pergantian antar waktu.

“Baru pimpinan DPR meneruskan ke Presiden untuk pemberian Keppres,” kata Taufik.

Surat pengunduran diri yang diajukan Jaksa Agung Prasetyo tersebut baru diterima Ketua DPR Setya Novanto sekitar pukul 15.00 WIB sore tadi.

UU Kejaksaan sendiri mengatur Jaksa Agung tidak boleh merangkap jabatan sebagai pejabat publik.

Artikel ini ditulis oleh:

Pimpinan TNI-Polri Dianggap Sebagai Penyebab Bentrok di Batam

Jakarta, Aktual.co — Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran Bandung Muradi mengatakan, ketidaktegasan pimpinan TNI dan Polri adalah penyebab terjadinya bentrok antara kedua lembaga itu.

Sebab, belum sampai hitungan tiga bulan, bentrok kembali terjadi bahkan di tempat yang sama.

Dia pun mengakui bila bentrok kali ini memang ditenggarai oleh hal sepele, yakni saling ejek. Tapi, kata dia, bentrok diikuti dengan pola yang sama persis dengan sebelumnya.

“Hal tersebut mengindikasikan bahwa, ada ketidaktegasan dalam melakukan penghukuman oleh pimpinan TNI maupun Polri kepada pelaku dan oknum bentrokan sebelumnya,” kata dia, Kamis (20/11).

Hal itu, kata dia, sebagai penyebab  kejadian yang sama kembali terulang dengan motif yang berbeda, yakni jiwa korsa yang sempit dan kecenderungan pimpinan masing-masing institusi melakukan pembiaran tanpa melakukan penghukuman yang membuat jera pelaku.

“Sehingga anggota di lapangan merasa bahwa langkah yang dilakukan tidak salah karena membela jiwa korsa dan kebanggaan kesatuan,” kata dia.

Ketidaktegasan ini, kata dia, bahkan merata pada sejumlah kasus bentrokan antar anggota TNI-Polri. Sehingga, apabila kemudian personel di lapangan menerjemahkan sebagai “restu” bagian dari menjaga marwah korsa menjadi suatu pembenaran.

“Akan baik apabila pimpinan di kedua institusi tidak sekedar berdamai dan berkomitmen hanya untuk konsumsi media saja, tapi secara sungguh-sunggguh mengupayakan langkah perdamaian yang hakiki, untuk lebih fokus pada penguatan peran dan fungsinya di masing-masing tingkatan,” kata dia.

Sebab, esensi kehadiran institusi keamanan, baik TNI maupun polri di tengah masyarakat adalah untuk memberikan rasa aman, dan hal tersebut akan selalu terkoreksi manakala keduanya selalu bertikai.

Artikel ini ditulis oleh:

Hari Ini Ciliwung Meluap, Ribuan Keluarga di Bantaran Terendam

Jakarta, Aktual.co —Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 16.423 jiwa dari 4.498 Kepala Keluarga terkena dampak banjir akibat hujan deras di bagian hulu Sungai Ciliwung, Rabu (19/11) kemarin.
Banjir terjadi di Kelurahan Rawa Jati dan Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian air sekitar 30 – 100 cm. Sedangkan di Kelurahan Bidara Cina, Kelurahan Kampung Melayu, dan Kelurahan Cawang tinggi banjir mencapai 30 – 400 cm. 
“Semua daerah yang terdampak banjir tersebut berada di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung,” Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Kamis (20/11).
Sedangkan di bantaran Sungai Ciliwung dari Kelurahan Srengseng Sawah hingga Manggarai ada lebih dari 34.000 Kepala Keluarga yang terendam banjir. 
Sejumlah 1.355 KK di beberapa perumahan di Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi juga terendam akibat luapan Sungai Cikeas, Sungai Cileungsi dan Sungai Bekasi yang berhulu di Bogor. 
“Tercatat di Villa Jati Rasa 10 RT (500 KK) terendam banjir, sedangkan di Perum Angkatan Laut 3 RT (180 KK), Perum Kemang Ifi Graha 2 RT (150 KK), Pondok Mitra Lestari 3 RT (150 KK), Pekayon Indah 2 RT (110 KK), dan Perum Jaka Kencana 1 RT (65 KK). Saat ini banjir telah surut. Warga membersihkan lumpur akibat banjir,” ungkapnya.
Diingatkan Sutopo, agar warga selalu berhati-hati untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir di tahun ini, karena puncak banjir baru terjadi di Januari 2015 mendatang.  Puncak banjir di Jakarta kemungkinan terjadi pada pekan ketiga Januari 2015,
Sebelumnya, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran sebesar  Rp 12 miliar untuk banjir di Jakarta. 
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yunus Subagyo memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari tahun depan, sehingga kemungkinan banjir besar akan terjadi.  
“Karena air hujan tidak dapat diserap dengan baik di Jakarta. Tanahnya sudah jenuh dan tertutup oleh bangunan. Sebagian besar air hujan hanya dibuang ke sungai dan mengalir ke laut.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Penemuan Mayat di Bandara Cengkareng, Polisi Buru Pria Inisial JAH

Jakarta, Aktual.co — Polda Metro Jaya buru terhadap pria berinisial JAH yang terakhir kali terlihat bersama korban Sri Wahyuni di bandara Soekarno Hatta.
Sri Wahyuni merupakan korban yang berada di dalam mobil yang terparkir di Bandara Sokerno-Hatta. Dia ditemukan membusuk didalam mobil yang terparkir di Bandara Cengkareng Rabu (19/11) kemarin.
“Perkembangan terbaru saat ini polisi masih melakukan pencarian terhadap pria yang terekam Closed Circuit Television bandara bersama si korban,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto saat ditemui di Jakarta, Kamis (20/11).
Menurut Rikwanto, JAH merupakan seorang pria yang saat itu terekam oleh CCTV saat memasuki bandara bersama Sri Wahyuni. “Keluarga korban mengakui kalau JAH merupakan teman dari Sri Wahyuni.”
Sampai saat ini, menurut Rikwanto polisi telah mendatangi rumah dari JAH, namun orang yang dicari tidak menempati rumah tersebut.
Pihak kepolisian menurut Rikwanto, belum bisa memastikan apakah JAH telah meninggalkan Jakarta. Rikwanto juga menyatakan bahwa polisi juga belum mendapatkan penyebab dari kematian Sri Wahyuni.
“Sampai saat ini polisi belum menemukan penyebab dari kematian Sri Wahyuni, kita tunggu saja hasilnya,” kata dia.
Sebelumnya, pada Rabu (19/11) lalu, pihak Angkasa Pura II menemukan mayat yang ditemukan dalam keadaan membusuk dan kulitnya sudah membengkak dengan warna gelap dan duduk bagian depan kursi penumpang. [ant]

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain