5 April 2026
Beranda blog Halaman 42009

Merujuk Pada UU, Kenaikan Harga BBM Hanya Berlaku Tahun 2014

Jakarta, Aktual.co — Pengamat energi Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng mengatakan bahwa kebijakan Presiden Joko Widodo tentang kenaikan harga BBM bersubsidi hanya berlaku untuk tahun anggaran 2014. Dimana untuk harga BBM tahun 2015 Pemerintah harus meminta persetujuan DPR.

“Mengapa? Kenaikan harga BBM pasti akan memiliki konsekuensi pada perubahan APBN, Maka seluruh perubahan tersebut harus atas  persetujuan DPR. Pengesahannya juga harus melalui UU APBN yang baru,” kata Salamudin di Jakarta, Selasa (18/11).

Menurutnya, mengingat angka subsidi termasuk subsidi BBM telah ditetapkan melalui UU No 27 tahun 2014 tentang APBN tahun 2015 yakni senilai Rp414,68 triliun (Pasal 13 ayat 1). Kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2000 per liter, menyebabkan bergesernya angka subsidi dalam jumlah besar.

“Selain itu, dalam Pasal 13 ayat 3 anggaran untuk subsidi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat disesuaikan dengan kebutuhan realisasi pada tahun anggaran berjalan berdasarkan perubahan parameter dan/atau realisasi harga minyak mentah (ICP) dan nilai tukar rupiah,” sebutnya.

Padahal, lanjutnya, dalam APBN 2015 ICP ditetapkan sebesar Rp105 per barel dan nilai tukar ditetapkan Rp11.900 per USD.

Sementara saat ini harga minyak mentah dunia jatuh dibawah 80US$ per barel. Semua bergeser jauh dan harus ditetapkan melalui UU APBN baru. Dalam UU APBN 2015 ayat (4) ditegaskan bahwa dalam hal perubahan parameter sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berupa perubahan volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pemerintah membahas perubahan tersebut dengan komisi terkait di DPR RI untuk mendapatkan persetujuan.

“Sehingga untuk mempertahankan kebijakannya harga BBM premium Rp. 8.500/liter dan harga Solar Rp. 7.500/liter pada tahun 2015 mendatang, pemerintah Jokowi harus minta persetujuan DPR,” ucapnya.

Maka, harga BBM yang diputuskan presiden Jokowi pada 17 November 2014 kemarin tidak berlaku untuk tahun 2015. Angka subsidi baru, termasuk subsidi BBM serta realokasinya harus ditetapkan melalui UU APBN dan persetujuan DPR.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menpora Akui Sudah Buat “Blue Prin” Pembinaan Olahraga

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah kepemimpinan Imam Nahrawi, memang tengah dihadapkan dengan masalah pembinaan atlet.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengungkapkan bahwa dirinya tengah merancang sistem pembinaan atlet Indonesia mulai dari jangka pendek, hingga jangka panjang.

“Saya sudah buat “blue print”, pada 4 Januari 2015 nanti akan saya beberkan,” ungkap Imam di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (18/11).

Lebih jauh disampaikan Imam, salah satu program yang akan berjalan mulai 2015 nanti adalah, pembangunan sarana dan prasarana olahraga yang akan dimulai dari desa-desa di seluruh penjuru Tanah Air.

“Setiap desa, nantinya diharuskan mempunyai lapangan baik untuk sepakbola, bulutangkis, voli, basket dan olahraga lainnya. Tergantung potensi atlet dari desa yang bersangkutan. Nantinya kami akan mengalokasikan dana yang akan masuk ke dalam KAS desa,” ungkap Imam.

Selain itu, Kemenpora juga akan membudidayakan kembali olahraga di tingkat pelajar, sebagaimana dengan apa yang direncanakan oleh Komisi X DPR RI.

Sebelumnya, Komisi X DPR RI juga merencanakan untuk kembali membuat kurikulum khusus olahraga.

Artikel ini ditulis oleh:

Priyo Klaim Dapat Restu Sri Sultan Hamengkubuwono X

Jakarta, Aktual.co — Calon Ketua Umum Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengisyaratkan mendapat restu dari tokoh senior Partai Golkar, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono X menghadapi pemilihan ketua umum pada Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar pada Januari 2015.
“Saya tadi malam bertemu dengan Sultan. Ya, silaturrahmi sebagai teman lama,” kata dia kepada wartawan, Selasa (18/11).
Priyo menjelaskan, dirinya melakukan silaturrahmi dengan Raja dari Kraton Yogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kediaman Sultan di Kraton Kilen, Yogyakarta, Senin (17/11) lalu.
“Pertemuan itu merupakan silaturrahmi antara dua teman yang sudah lama tidak bertemu. Kami cerita banyak, tapi ngobrol soal Golkar malah cuma sedikit,” kata Priyo.
Sultan, lanjut dia, mendorong agar Partai Golkar melakukan regenerasi kepemimpinan untuk menjaga posisi partai besar. Meski begitu, Wakil Ketua DPR RI 2009-2014 ini enggan menjelaskan secara gamblang adanya restu dari Sultan agar Partai Golkar mendatang dipimpin oleh kader muda potensial. 
Ketua DPP Golkar Bidang Politik dan Keamanan ini sebelumnya juga mengklaim telah mendapat dukungan dari 380 DPD I dan II Partai Golkar di seluruh Indonesia untuk maju sebagai calon ketua umum.
“Alhamdulillah, saya telah mendapat dukungan dari 380 DPD I dan II secara tertulis di atas kertas surat berkop yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris yang distempel,” kata Priyo di Jakarta, Minggu (16/11).
Dukungan dari DPD I dan II itu, kata Priyo, semakin menguatkan tekadnya untuk maju sebagai calon ketua umum pada Munas Partai Golkar yang diselenggarakan pada Januari 2015.
Ia berharap gelaran Munas Partai Golkar dapat terlaksana secara demokratis, fair, dan transparan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Aksi Mahasiswa Jayabaya, Diwarnai Lempar Batu dan Gas Air Mata

Jakarta, Aktual.co —Aksi penolakan terhadap kenaikan BBM bersubsidi yang dilakukan mahasiswa Universitas Jayabaya dengan memblokir  Jalan Ahmad Yani dan sempat menyandera sebuah truk, berakhir bentrok dengan kepolisian sekitar pukul 22.00Wib tadi.
Anggota kepolisian dari Polsek Pulogadung yang diturunkan untuk membuka blokir jalan yang menyebabkan kemacetan panjang, mendapat perlawanan sengit dari puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa sejak pukul 18.00Wib.
Akibatnya, polisi menembakkan gas air untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Para pengunjuk rasa pun lalu mundur masuk ke dalam area kampus Jayabaya. 
Polisi terus mengejar hingga gerbang kampus. Tapi di sini kericuhan belum berhenti. Ulah polisi yang menembaki mahasiswa dengan gas air mata ke dalam kampus, dibalas dengan lemparan batu oleh mahasiswa dari dalam kampus. 
Dari pandangan mata Aktual.co, ada lebih dari sepuluh gas air mata yang ditembakan polisi. Sejauh ini belum ada korban dan mahasiswa yang diamankan oleh polisi dari bentrokan tersebut.
Setelah mahasiswa dipukul mundur ke dalam kampus, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani kembali normal. Begitu juga dengan truk yang sempat disandera mahasiswa sudah dibebaskan.
Diketahui, mahasiswa Universitas Jayabaya berunjukrasa menolak penaikan BBM bersubsidi dan menuntut pemberantas mafia migas di Pemerintahan Jokowi – JK. 

Artikel ini ditulis oleh:

Kenaikan BBM Berimbas Terhadap Anggaran Olahraga

Jakarta, Aktual.co — Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, Senin (17/11) malam, juga berimbas kepada naiknya anggaran pembinaan atlet Indonesia.

Dikatakan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Kabid Binpres PBTI), Zulkarnain Tanjung, dengan naiknya harga BBM, pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) harus menyesuaikan anggaran pembinaan.

“Harus ada penyesuaian terhadap anggaran pembinaan. Kenaikan BBM pasti ada imbasnya ke olahraga,” kata Zulkarnain ketika dihubungi Aktual.co, Selasa (18/11).

Lebih jauh disampaikan oleh Zulkarnain, seperti halnya peralatan, dengan kenaikan harga BBM harga-harga peralatan yang dibutuhkan oleh PBTI , baik untuk latihan maupun pertandingan juga pasti akan naik.

“Peralatan kami beli sendiri, dan itu tidak murah harganya. Untuk itu kita juga minta penyesuaian anggaran,” harapnya.

Sementara itu, untuk menghadapi kebijakan-kebijakan yang baru-baru ini ditetapkan oleh pemerintah, pihak Kemenpora harus segera menggelar pertemuan dengan seluruh cabang olahraga (cabor).

Disampaikan oleh Zulkarnain, pertemuan tersebut dilakukan agar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tahu apa saja keluhan setiap cabor.

“Sampai saat ini kami belum bertemu dengan Menpora. Setiap cabor kan permasalahannya berbeda. Menpora harus tahu detailnya,” tutup Zulkarnain.

Artikel ini ditulis oleh:

Mahasiswa Jayabaya dan Unas Demo Tolak Kenaikan BBM

Jakarta, Aktual.co —Mahasiswa kampus Jayabaya berunjukrasa menolak penaikan BBM bersubsidi dan menuntut pemberantas mafia migas di Pemerintahan Jokowi – JK. 
Dalam aksi yang digelar sejak pukul 18.00Wib, mereka melakukan blokir Jalan Ahmad Yani Jakarta Timur dan membakar ban. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi hingga lima kilometer. 
Presiden mahasiswa Universitas Jayabaya, Haikal, mengatakan aksi mereka lakukan karena naiknya BBM yang biasanya akan diikuti melonjaknya harga sembako membuat rakyat tambah sengsara. 
“Rakyat telah disengsarakan. Akan kita langsungkan aksi ini tanpa kompromi. Kita meminta Jokowi menurunkan harga BBM seperti semula, harga bahan pokok atau sembako sudah melambung tinggi mau dijadikan apa rakyat negeri ini,” ujar Haikal dalam orasinya, Selasa (18/11).
Dia menyayangkan sikap Jokowi yang bukannya memberantas mafia migas tapi malah menaikkan BBM.  “Bukan mafia migas yang diberantas malah rakyat yang akan diberantas. Semua ini karena neolib yang ada di dalam pemerintahan Jokowi-JK,” tegasnya.
Sementara itu, Wakasatlantas Jakarta Timur Kompol Yulianus, saat ditemui Aktual.co di lokasi mengatakan kemacetan akibat aksi mengular hingga Waduk Ria Rio. “Mau dibuang ke arah pacuan kuda juga disana tidak bisa menampung arus lalin.” 
Hingga berita ini diturunkan aksi masih berlangsung. Mereka bahkan menyandera sebuah truk yang sedang melintas.
Aksi serupa juga dilakukan mahasiswa dari Universitas Nasional (Unas), Pejaten, Jakarta Selatan. Mahasiswa yang  menamakan dirinya Unas Bergerak ini dimulai pukul 18.00 WIB. 
Digelar di depan kampus Unas, mereka mengawali aksi dengan membakar foto Jokowi-Jk sebagai simbol perjuangan mahasiwa melawan kebijakan pemerintah yang dianggap menguntungkan perusahaan-perusahaan asing.”
Dalam paradigma neoliberalisme, subsidi BBM harus segera dihapuskan karena akan menjadi beban negara, langkah neoliberalisme ini diambil seperti mematuhi dan membuka keran bagi perusahaan-perusahaan asing, maka Unas Bergerak menolak kenaikan BBM,” kata salah satu orator saat memberikan orasi, di Jakarta, selasa, (18/11). 
Selain itu Mahasiswa Unas ini meminta Presiden Joko Widodo segera menurunkan harga BBM awal dan segera memberantas mafia migas yang telah merugikan negara hingga satu miliar dolar setiap tahunnya.”
Segera turunkan harga BBM, lihat kawan-kawan rakyat kecil yang dirugikan. Di saat minyak dunia sedang turun, berantas mafia migas dan segera nasionalisasi aset-aset negara yang dikuasai asing,” ujar si orator. 
Saat ini sejumlah mahasiswa Unas terus berdatangan dan ikut bergabung dalam aksi. Akibatnya Jalan Sawo Manila, Pasar Minggu Jakarta selatan, menjadi sepi dari kendaraan yang memilih lewat jalur lain. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain