4 April 2026
Beranda blog Halaman 42018

Jokowi Dinilai Lanjutkan Gaya SBY yang Neolib

Jakarta, Aktual.co — Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Rizal Ramli mengatakan, sikap kebijakan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo untuk menaikan harga BBM bersubsidi lebih mendengarkan kepentingan orang dekat maupun penasihatnya yang bermahzab neoliberalisme.
“Pak Jokowi lebih senang mendengarkan penasihat dan orang dekatnya yang neolib, yang memang menguntungkan investor, pasar, dan menguntungkan bondholder atau pemegang obligasi hutang Indonesia, tetapi merugikan rakyat kita,” kata dia di komplek parlemen, Jakarta, Selasa (18/11).
Dirinya menyesalkan pergantian kepemimpinan dari Susilo Bambang Yudhoyono ke Jokowi. Sebab Jokowi dengan SBY sama-sama “hobi” naikan harga BBM subsidi .
“Kalau ini terjadi, buat apa ganti pemimpin, toh ini hanya melanjutkan gaya SBY yang neolib.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

BBM Naik, Tarif Kopaja dan Ojek Ikut Naik

Jakarta, Aktual.co — Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat sejumlah harga komoditas ikut merangkak naik. Salah satunya yaitu tarif bus Kopamilet Jaya (Kopaja) dan Ojek. Penumpang Kopaja Senen-Lebak Bulus, Galih keberatan dengan kenaikan BBM tersebut. Pasalnya, dirinya harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

“Biasanya jarak jauh atau dekat Rp3.000, sekarang jadi Rp4.000,” ujarnya di Jakarta, Selasa (18/11).

Tidak hanya tarif Kopaja yang naik, transportasi umum jenis motor (ojek) juga mengalami kenaikan harga. Salah satu pengemudi ojek di Stasiun Gondangdia, Soleh mengatakan bahwa kenaikan terjadi sebesar Rp2.000 – Rp5.000.

“Kalau ojek susah, soalnya kita kan sendiri-sendiri ngga kaya angkutan umum lainnya ada yang mengelola. Jarak dekat sekarang Rp12.000, kalau lumayan jauh Rp15.000-Rp20.000,” jelas Soleh kepada wartawan Aktual.

Untuk diketahui pemerintah menaikkan harga BBM senilai Rp2.000/liter. Saat ini harga premium Rp8.500/liter dari sebelumnya Rp6.500/liter, sedangkan harga solar menjadi Rp7.500/liter dari sebelumnya Rp5.500/liter

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Naikan Harga BBM Subsidi Sesuka Hati, Rizal Ramli: Jokowi Bisa di Impeachment

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Perekonomi era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli mengatakan,  seharusnya Presiden Joko Widodo berhati-hati setiap kali mengeluarkan kebijakan, termasuk kebijakan yang menyinggung soal kehidupan rakyat. Seperti penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Menurut dia, kebijakan luar biasa yang dilakukan pemerintahan Jokow-JK patut diberi “apresiasi”. Sebab, ditengah minyak mentah dunia mengalami penurunan, presiden yang identik pro rakyat itu malah menaikan harga bahan bakar fosil tersebut.
“Pada dasarnya kami ingin mengucapkan selamat kepada pemerintah Jokowi yang berhasil menaikan harga BBM ketika harga minyak mentah turun diseluruh dunia,” kata  dia usai mengadakan pertemuan dengan pimpinan MPR RI, di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (18/11).
“Ketika India, China, dan Malaysia menurunkna harga BBM. Belum pernah pemerintah Indonesia sebelumnya menaikan harga BBM ketik harga minyak mentah di dunia turun. Jadi ini prestasi luar biasa dari Jokowi, kami ucapkan selamat karena tidak ada presiden RI yang pernah lakukan ini,” kata dia.
Selain itu, kata dia, Presiden Jokowi dalam menaikan harga BBM pun tidak didasari oleh basis hitungan-hitungan yang jelas. Sebab, dengan harga minyak mentah sekitar di bawah USD 80 per barel, sehingga biaya ekonomi membuat BBM seharusnya hanya perlu naik sekitar Rp 7.200-7.500 per liter.
Namun, kata dia, dengan penaikan harga sebesar Rp 2.000 oleh Presiden Jokowi, sehingga harga premium menjadi Rp 8.500 sudah bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa tahun lalu.
“Karena merupakan kebutuhan strategis rakyat, tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke meknisme pasar. Dengan kata lain, BBM harganya tidak boleh lebih tinggi dari ekonomi cost-nya, yakni di bawah Rp 7.500, sedangnkan pemerintah Jokowi menaikan Rp 8.500 itu bertentangn dengan keputusan MK. Bila ada yang jail, Jokowi bisa di impeachment,”  kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Abaikan Pelayanan Publik, Pimpinan Instansi Bisa Dipecat

Jakarta, Aktual.co — Ketua Ombdudsman Danang Girindrawardana menyebut, jika pimpinan instansi pelayanan publik tak mengindahkan dalam memberikan pelayanan publik maka melanggar Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Pengabayan tersebut disampaikan Danang terkait dengan  Komisi Pemberantasan Korupsi telah memberikan rapor merah untuk dua unit layanan di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama sesuai hasil Survei Integritas Sektor Publik Indonesia 2014.

“(Bila tidak mengindahkan) itu artinya dia menyalahi pasal 54 UU 25 Tahun 2009, yang sanksinya penghentian dengan tidak hormat dari jabatannya tersebut. Artinya, pimpinan kementerian atau lembaga. Pemerintah daerah bisa menindak pejabat publik yang tidak mengindahkan standar layanan publik di UU tersebut dan bisa melakukan penggantian pejabat dengan seketika,” kata Danang di kantor KPK, Selasa (18/11).

Danang menjelaskan kualitas pelayanan publik tidak terkait masalah korupsi, tapi juga ada masalah-masalah yang berkaitan dengan mala-administrasi yaitu bersifat tidak patuh terhadap peraturan perundang-undangan.

Sementara itu Ketua KPK Abraham Samad menambahkan perbaikan pelayanan publik juga menjadi kunci perbaikan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

“KPK memandang kalau masih terjadi ‘fraud’, ‘petty corruption’, maka kita jangan pernah berharap bahwa IPK kita itu bisa lebih baik skornya. Walaupun mungkin KPK dianggap sukses memberantas korupsi yang sifatnya ‘grand corruption’, tapi kalau ‘petty corruption’ yang ada di sektor layanan publik tidak diperbaiki, maka konskuensinya IPK kita masih tetep seperti sekarang ini,” ungkap Abraham.

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Roni Dwi Susanto menjelaskan survei dilakukan terhadap 40 unit layanan pada 20 Kementerian dan Lembaga.

“Kami tidak memberikan peringkat mana yang lebih meningkat, tapi hampir semuanya yaitu 38 K/L di atas nilai skor batas 6. Hanya dua yang disampaikan pak ketua itu di bawah 6. Ada sekitar 26 yang diatas rata-rata 7,22 dan ada 14 yang di bawah rata-rata dan dibawah rata-rata itu ada dua yang ditetapkan KPK,” ungkap Roni.

Indeks Integritas Unit Layanan di Kementerian/Lembaga (7,22) pada tahun 2014 secara umum telah mencapai indeks di atas standar minimal yang ditetapkan oleh KPK (6,00).

Indeks ini terdiri dari indeks pengalaman integritas (7,41) dan indeks potensi integritas (6,85) namun indeks itu tidak menunjukkan integritas K/L.

Meskipun indeks integritas sudah mencapai indeks 7,22, KPK meminta unit layanan tetap perlu secara terus menerus melakukan perbaikan dan berorientasi memberikan layanan maksimal bagi pengguna layanan.

[Wisnu Yusep]

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pemprov DKI Sosialisasi Usaha Berbasis Ekonomi Kerakyatan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) melakukan sosialiasi guna mendorong usaha berbasis ekonomi kerakyatan.

“Pemerintah menyadari adanya kebutuhan bantuan bagi pengusaha kecil kreatif seperti bantuan pelatihan, modal, hingga pemasaran,” kata Ketua BK3S DKI Jakarta Budiharjo di Jakarta, Selasa (18/11).

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memajukan masyarakat melalui usaha kreatif, dan memanfaatkan peluang sirkulasi uang yang ada di Jakarta.

“Peluang di Jakarta kan sangat besar, sekitar 65 persen uang beredar di Jakarta. Makanya kami dorong mereka untuk memanfaatkan potensi tersebut,” kata Budi menerangkan.

Budi berpendapat, agar produk usaha kreatif mampu bersaing di pasaran maka diperlukan inovasi dan dedikasi yang tinggi agar menciptakan barang berkualitas.

Selain itu, apabila hal tersebut bisa diimplementasikan dengan baik maka akan memunculkan rasa bangga terhadap produk dalam negeri pada konsumen, kata Budi.

“Ada sebuah karakter bangsa yang harus diubah, bahwa kita harus berdikari dalam aspek ekonomi, sosial, dan kreativitas. Sehingga memiliki nilai ketahanan yang kuat,” kata Budi.

Pada sosialisasi yang berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Utara tersebut dihadiri sejumlah pengusaha kecil menengah dari berbagai bidang seperti jasa, kuliner, hingga kerajinan tangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Hizbut Tahrir: Naiknya BBM Adalah Pengkhianatan

Jakarta, Aktual.co —Hizbut Tahrir menilai keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi adalah kebijakan yang khianat.
Karena dianggap sebagai bentuk liberalisasi migas dengan penguasaan lebih besar di sektor swasta, yang sebagian besar dikuasai perusahaan asing.
“Liberalisasi dilakukan untuk memenuhi tuntutan pihak asing.  Sehingga banyak orang miskin yang dibohongi oleh Pemerintahanan Jokowi-JK,” kata juru bicara Hizbut Tahrir Muhammad Ismail Yusanto, di tengah ratusan massa mereka saat berunjuk rasa  menolak kenaikan BBM di depan Istana Negara, Selasa (18/11).
Selain itu, dalam orasinya Ismail juga menilai kebijakan menaikkan harga BBM bersifat zhalim karena yang terkena dampak paling besar adalah rakyat menengah ke bawah.
Dia mengutip data sensus ekonomi nasional di tahun 2010, yang menyebutkan 65 persen pengguna BBM adalah rakyat miskin, 27 persen kelas menengah, dan enam persen menengah ke atas, dan hanya dua persen orang kaya. 
Sementara 82 persen pemilik kendaraan Indonesia berasal dari kelas menengah ke bawah.
“Ini menunjukkan kenaikan harga BBM memukul rakyat banyak.” 
Organisasi masyarakat ini menuding pemerintah tega mengabaikan aspirasi mayoritas rakyatnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain