4 April 2026
Beranda blog Halaman 42071

Sutan Bhatoegana diperiksa KPK

Politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menuju ruang tunggu setibanya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (17/11/2014). Sutan Diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah dalam penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahun Anggaran 2013 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral oleh DPR. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Warga Muara Baru Demo Tolak Ahok Jadi Gubernur

Jakarta, Aktual.co —Sejumlah massa yang tergabung dari Gerakan Masyarakat Muara Baru Bersatu (GMMBB) berunjukrasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta. Massa yang berkumpul sejak pukul 11.00 WIB ini menyatakan menolak keras pelantikan Plt Gubernur DKI Basuki Thaja Purnama atau Ahok sebagai Gubernur definitif.
GMMBB menuding Ahok adalah sosok pemimpin yang zolim karena telah menari-nari di atas penderitaan masyarakat Muara Baru yang tidak mendapatkan bayaran sesuai saat belangsungnya penertiban bangungan di sana.
“Ahok tidak pantas jadi Gubernur, sebelum pembayaran penertiban bangunan sesuai, kita dulu milih Jokowi-Ahok tapi kita kecewa, dan Ahok tidak berhak, asal tau saja, mayoritas warga Muara Baru itu orang Islam,” kata salah satu orator saat orasi, di Kebun Sirih, Senin (17/11).
Akibat aksi unjukrasa ini lalulintas di kawasan kebun sirih Jakarta pusat sedikit tersendat. Saat ini perwakilan GMMBB telah diterima Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra di lantai  sembilan.

Artikel ini ditulis oleh:

TNI Ingin Cetak Master Intelijen

Jakarta, Aktual.co — Mabes TNI ingin mencetak master intelijen yang hebat dan diakui oleh dunia melalui Sekolah Manajemen dan Analis Intelijen yang baru dibuka di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (17/11).
“Ada sasaran yang ini dicapai dalam sekolah ini, yakni peningkatan kemampuan intelijen guna menciptakan master intelijen,” kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat menjadi inspektur upacara pembukaan Sekolah Manajemen dan Analis Intelijen, Senin (17/11).
Oleh karena itu, Panglima TNI menginginkan untuk memperkuat Badan Intelijen Strategis (Bais) dan jajaran intelijen TNI.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga tengah memikirkan perwira menengah (pamen) seperti letnan kolonel yang memiliki intelijen yang hebat, tetapi tak punya kesempatan untuk Sekolah Staf Komando (Sesko) TNI dan masa depannya tidak jelas karena tidak ada sekolah untuk naik pangkat.
“Menurut pandangan saya, saat ini para pamen tak usah memikirkan soal jabatan. Karena nantinya akan menjadi master intelijen,” kata Panglima TNI di hadapan puluhan siswa intelijen.
Panglima TNI akan memikirkan bahwa sekolah intelijen yang baru dibuka ini akan menjadi pengembangan karir prajurit TNI ke depan. Sehingga, untuk menjadi seorang Pangdam tak harus mengikuti Sesko angkatan.
“Tak perlu kecil hati. Yang terpenting agar menekuni bidang intelijen ini,” kata Moeldoko.
Panglima TNI berharap para siswa sekolah intelijen gelombang pertama ini agar menekuni setiap pelajaran yang diberikan.
“Saya minta agar soal-soal yang diberikan tidak sama. Kasih beban yang seberat-beratnya agar para siswa mampu mengasah dengan baik kemampuan intelijennya, anggaran akan disiapkan. Soal pengembangan SDM, saya tak perlu hitung-hitung, yang penting bisa berkembang dengan baik,” ucapnya.
Panglima TNI mengatakan, setelah zaman reformasi persoalan intelijen menjadi kacau balau, bahkan ada upaya untuk mengecilkan peran dan fungsi intelijen.
“Hampir sebagian kita tahu, hampir sebagian pejabat tahu, hampir sebagian masyarakat tahu dan merasakan, tetapi sebagian besar itu juga tak berbuat apa-apa dan hanya menikmati kondisi ini. Bisanya hanya komentar, mengeluh dan menyalahkan orang lain. Tapi tak ada upaya yang serius untuk menangani itu,” ujarnya Kondisi itu, lanjut Moeldoko sudah berlangsung lama, sehingga persoalan intelijen menjadi lemah dan tak berdaya.
Untuk mengembalikan Indonesia yang memiliki intelijen yang kuat bukan persoalan yang mudah, namun membutuhkan waktu relatif lama.
“Dulu kita punya tokoh dan master intelijen yang hebat dan diakui oleh dunia, seperti Benny Moerdani dan Hendropriyono. Namun ke arah sini belum ada lagi master intelijen Indonesia,” tutur Panglima TNI.

Artikel ini ditulis oleh:

Pancaroba, Harga Cabai di Semarang Hingga Rp50 Ribu per Kg

Semarang, Aktual.co — Musim pancaroba yang melanda di sebagian wilayah Jawa Tengah selama tiga bulan terakhir mengakibatkan naiknya harga komoditas kebutuhan pokok di pasaran, seperti harga cabai di Pasar Johar Semarang yang mencapai Rp50 ribu per kilogram.
“Sejak sebulan terakhir, harga cabai di sini mulai menggila. Per kilogram bisa tembus Rp50 ribu,” kata Santoso, pedagang cabai di blok tengah Pasar Johar,  Minggu (16/11).
Harga cabai rawit merah naik Rp 45 ribu-Rp 50 ribu per kilogram. Untuk harga cabai rawit hijau Rp 40 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar naik hingga Rp 35 ribu per kilogram, dan harga cabai hijau besar berkisar pada angka Rp 12 ribu. Padahal, harga normal cabai hanya sekitar Rp 5.000-Rp 10 ribu per kilogram.
Naiknya harga cabai dikarenakan pasokan yang didapat dari sentra penghasil cabai merosot drastis. Hal ini dikarenakan bencana kekeringan sejak tiga bulan terakhir membuat petani cabai gagal panen.
“Pasokannya seret, mas. Biasanya kami dapat kiriman cabai dari Bandungan, Temanggung dan Demak. Tapi sekarang sama sekali tidak ada barangnya. Saking minimnya pasokan cabai, bila biasanya saya dapat 2-3 truk cabai, tapi sekarang hanya dapat 2 ton saja dari Jember,” ujar dia.
Santoso mengaku mengakali minimnya pasokan cabai dengan mencari stok hingga ke Jember Jawa Timur. “Karena petani di Demak tidak panen, maka harus mencari ke Jember. Bahkan kalau perlu saya ambil ke Nusa Tenggara Barat,” terang Santoso.
kenaikkan harga cabai diprediksi tidak berlangsung lama. Pasalnya, mulai pertengahan November 2014 para petani sudah mulai menanam cabai lagi, sehingga harga diperkirakan kembali turun pada awal Desember.
Pedagang cabai lain, Hartini, juga mengungkapkan hal serupa. Apabila pedagang kios blok tengah Pasar Johar menjual cabai seharga Rp 50 ribu, maka dirinya di sentra pengecer cabai telah menjual cabai rawit merah sebesar Rp 60 ribu per kilogram.
“Kondisi seperti ini sudah terjadi sejak sebulan terakhir.”

Artikel ini ditulis oleh:

Jamper: Sidang Paripurna Pengumuman Pelantikan Ahok Sudah Sesuai Tatib

Jakarta, Aktual.co —Ketua Umum Jaringan Penggerak (Jamper)  Ghea Hermansyah, berpendapat sidang paripurna yang digelar Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi untuk mengumumkan persetujuan pelantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur definitif, adalah sah menurut tata tertib dan aturan lainnya. 
Alasannya, pimpinan dewan sebenarnya tidaklah bersifat kolektif kolegial, tapi hanya kolektif saja. Karena lima pimpinan DPRD berasal dari partai yang berbeda. Undang-Undang lah yang membuat mereka duduk bersama sebagai pimpinan. 
Sehingga apabila dalam mengambil keputusan mengalami jalan buntu dan tidak mendapat persetujuan para wakilnya, maka Ketua DPRD tidak salah memutuskan menggelar rapat paripurna istimewa sendirian.
“Karena Ketua DPRD DKI tidak harus meminta persetujuan dari empat wakilnya yang berasal dari partai yang berbeda. Jadi hanya sifatnya saja yang kolektif kolegial. Tapi kalau menemui jalan buntu Ketua DPRD DKI tak masalah mengambil sebuah keputusan,” ujarnya, di Jakarta, Senin (17/11).
Menurut Ghea, Prasetyo sudah mengikuti prosedur yang ada di tata tertib dewan. 
Selain itu, Ghea juga membantah pendapat yang mengatakan bahwa sidang paripurna harus kuoeum agar sah. Menurutnya, sidang kemarin tidak harus kuorum karena sifatnya hanya mengumumkan Ahok jadi gubernur DKI.  Karena yang melantik Ahok dan menetapkannya sebagai Gubernur definitif adalah Presiden RI dan Menteri Dalam Negeri. 
Sedari itu, dia berharap agar polemik di pengangkatan Ahok sebagai Gubernur definitif bisa selesai. Warga Jakarta, ujarnya, sangat berharap Anggota DPRD DKI fokus bekerja. Misal dengan segera menetapkan alat kelengkapan dewan seperti Komisi, Badan Anggaran (Banggar), Badan Legislasi Daerah (Balegda), dan Badan urusan rumah tangga (BURT).
“Dan jangan memaksakan melawan kostitusi dengan cara-cara tekanan sampai tindakan paksa. Itu makar namanya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Konflik KIH-KMP akan Berakhir Hari Ini

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR Setya Novanto meyakini jika kisruh Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bakal selesai hari ini, Senin (17/11).
Kata dia, beberapa poin kesepakatan yang akan ditandanganinya, diharapkan dapat menyatukan DPR yang sudah lebih satu bulan mengalami polemik dualisme.
“Hari ini, saya mohon doa agar (kesepakatan) ini bisa selesai dengan baik. Sehingga tidak ada lagi perbedaan antara KIH-KMP. Untuk pasal-pasal yang diminta KIH (sebelumnya), tentu sudah disepakati,” kata Setya kepada wartawan, di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/11).
Lebih lanjut, sambung Bendahara Umum Partai Golkar itu menyebutkan,  ada beberapa poin besar yang disepakati antara KIH dan KMP setelah melalui pembahasan panjang. Salah satunya, ada terkait soal perubahan nomenklatur pemerintahan Jokowi-JK.
Tak hanya itu, ia mengungkapkan, KIH-KMP juga menyepakati penambahan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan. Dimana, dalam kesepakata itu,  KIH mendapatkan jatah 21 pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD).
Konsokuensinya, ia berujar, akan ada perubahan pasal dalam UU MD3 dan Tata tertib nomor 1 tahun 2014 mengenai jumlah pimpinan kelengkapan dewan.
“KIH minta 21 AKD kita setujui maka kita harus mengubah UU MD3 dan Tatib No 1 itu harus kita ubah,” beber dia.
Poin besar yang berikutnya, sambung dia, adalah mengenai pasal hak dewan di Komisi dalam UU MD3. Walau akan ada revisi dalam beberapa pasal, Setya membantah hak dewan akan tergedrasi, seperti yang sempat ditakutkan oleh beberapa anggota fraksi dalam KMP.
“Yang berkaitan dengan pasal-pasal (hak dewan), sudah tercantum dalam UUD 1945. Maka itu hak menyatakan pendapat itu tetap ada,” ujar dia.
Untuk diketahui, sejumlah pasal dalam UU MD3 yang akan direvisi, yakni Pasal 74 ayat (3), (4), (5), (6) dan Pasal 98 ayat (6), (7), (8).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain